Bejo Kui Angel Dilogika

06.05

BEJO KUI ANGEL DILOGIKA

Masihkah ingat dengan BJ? Coba simak 3-4 posting sebelum postingan ini. Ada nama BJ. BJ adalah Bebi Jesi. BJ juga bisa dijabarkan sebagai Betty dan Joko, ibu dan ayah Bebi Jesi. Apakah ini suatu kebetulan? Kebetulan sayalah, Betty dan suami saya ya Joko itu.

Jawabannya adalah iya. Entah dari mana asal muasal inisial itu, sehingga terciptalah rangkaian yang indah, serupa BJ, Bebi Jesi, Betty Joko. Bahkan ada lagi yang ditemukan tanpa disengaja. Betty Joko jika dibuat akronim, bisa juga menjadi kata BEJO. Bejo ini bukan bintang toedjoe lho ya, obat masuk angin di TV yang dinyanyikan versi dangdut.

Bejo itu artinya beruntung, jika dialihbahasakan ke bahasa Indonesia yang umum. Semoga keberuntungan selalu melingkupi hidup Betty dan Joko, hidupku dan suamiku demikian juga keluargaku, aamiin.

Bejo kui, angel dilogika. Keberuntungan itu sulit untuk digambarkan secara logis. Apakah keberuntungan seseorang sudah ditakdirkan atau bergandengan tangan dengan nasib. Saya juga masih belum bisa sepenuhnya menggambarkan. Artinya, dalam hidup kadang keberuntungan itu serta merta saja terjadi.

Misalnya, saat anda mengikuti tes dengan jumlah pendaftar lebih dari 10.000 orang padahal yang dibutuhkan hanya 200 orang, ternyata saat pengumuman anda masuk dalam daftar nama yang diterima. Apakah itu keberuntungan?

Atau, ketika ada seorang gadis yang sudah berusia cukup untuk menikah, hidupnya mapan dan bahkan perpendidikan strata satu, memilih anda yang masih belum punya pekerjaan dan hanya lulusan SMA saja. Apakah ini juga keberuntungan?

Bejo kui angel dilogika. Sama ketika saya merasa lebih dari beruntung, bisa hidup seperti sekarang. 30 tahun hidup dalam rotasi waktu yang konstan tanpa banyak perubahan. Saya mulai menapaki pergaulan baru sekitar setahun ke belakang. Apakah ini suatu kebetulan? Atau ini sudah digariskan Tuhan?

Saya benar-benar orang baru di dunia penulisan. Hal baru yang benar-benar terjadi tanpa kesengajaan. Tapi saya yakin semua ini terjadi atas ijin Tuhan.

Lahir di daerah pedesaan yang jauh dari perkotaan. Bahkan butuh 41 km untuk bisa sekedar plesiran, membuat saya ingin merubah keadaan. Bukankah, "Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum sebelum dia merubahnya sendiri."

Saya bertekad bulat untuk terus bersyukur. Bersyukur dan terus belajar. Belajar mensyukuri apapun, termasuk keberuntungan yang telah ada maupun belum hadir adanya.

Semoga keberuntungan senantiasa mengiringi langkah untuk menggapai tujuan. Semoga tujuan memaniskan langkah untuk meraih impian. Saya siap berjuang, karena hasil tidak akan menghianati perjuangan. Sama seperti nasib dan keberuntungan yang biasa berjalan beriringan.

Good luck everybody.
Happy Weekend.

***

#komunitasonedayonepost
#ODOP_6
#day8

Rumah Clever, Cilacap, 09 September 2018: 06.00
Ibu Jesi.

***

Especially to my lovely teacher
Happy 59th Birthday Abah Taufiq
09-09-1959
The Lucky Number

Lifestyle Blogger

Artikel Terkait

Previous
Next Post »