CHSGK6V2 : HAPPY CLASS HAPPY FAMILY

08.59

Happy Class Happy Family


CATATAN HARIAN SEORANG GURU KELAS 6 VOLUME 2
#CHSGK6V2
#cleverteacherforcleverstudents
#HappyClassHappyFamily


Happy dalam bahasa Indonesia artinya bahagia, senang, selamat, gembira, girang, untung, suka hati, dan suka cita.

Happy Class adalah definisi yang saya pakai sendiri untuk kegembiraan, kegirangan, keuntungan karena semua warga kelasnya selalu bersuka hati dan bersuka cita.

Happy Family juga definisi yang saya pakai sendiri untuk menggambarkan keluarga yang penuh dengan kebahagiaan, keselamatan, kegembiraan, kegirangan, keuntungan karena semua anggota keluargaya selalu bersuka hati dan bersuka cita.

*

Adalah sebuah tantangan yang luar biasa jika bisa menciptakan suasana kelas yang happy. Suasana kelas yang penuh kebahagiaan. Bahagia karena setiap masuk kelas anak murid terlihat cerah ceria, bersemangat luar biasa. Bahagia karena anak murid bisa menyerap apa yang dipelajari setiap harinya. Percayalah, jika saya bersemangat mereka semua juga akan bersemangat.

Percayalah, jika dari rumah anak sudah bersemangat, di sekolah pun dia tak kalah bersemangat. Semangat dari rumah bisa dimulai sejak anak bangun pagi, kemudian melakukan aktivitas persiapan pergi ke sekolah. Sudah seharusnya anak sarapan dulu dari rumah, bukan sekedar diberi uang jajan lalu mereka membeli makanan untuk sarapan. Makanan yang dibuat dan dibawa dari rumah, saya yakin jauh lebih sehat.

Saya sering mengingatkan anak murid kelas 6 untuk sarapan pagi, kenapa? Karena materi pelajaran di kelas ini jauh membutuhkan konsentrasi dan tenaga yang lebih. Percayalah, saya juga selalu sarapan pagi sejak saya masih SD dulu, bahkan hingga saat ini. Ibu saya selalu mewajibkan saya sarapan pagi, sebab beliau sudah menyiapkan masakan khusunya untuk semua anggota keluarga. Tugas masak ini tentunya bergantian dengan saya, tergantung B (Bebi Jesi) bisa disambi atau tidak.

Percayalah, sarapan pagi, perut kenyang itu membuat anak sehat dan bahagia. Bayangkan jika dia lapar dan harus menyerap pelajaran. Bisa jadi yang dia pikirkan hanya jajan kemudian dan konsentrasi buyar tidak karuan.

**

Bersyukur, Allah menggariskan saya lahir dari rahim seorang ibu yang luar biasa.  Ibu yang sangat mengerti tentang pekerjaan anaknya. Beliau sangat memahami, bahkan lebih dari saya memahami diri saya sendiri. Mungkin ini sudah sewajarnya dilakukan oleh seorang ibu di dunia ini, tapi bagiku ibuku adalah pahlawanku. She is my hero.

Meskipun beliau sekarang sudah menua tapi beliau bersedia mengasuh anak saya sendirian. Demikian dahsyat kekuatan seorang cucu pertama bagi dirinya, sampai-sampai beliau tidak ingin cucu kesayangannya diasuh oleh orang lain. Beliau ingin yang terbaik bagi anak dan cucunya.

Sebagai anak, saya tidak bisa membalas apapun. Hanya menanggung sebagian kecil keperluan rumah tangga sesuai kemampuan saja, tidak lebih. Ini cara saya untuk membuat beliau bahagia. Rasanya sudah cukup repot antara mengasuh BJ dan merawat Kakak Fatih. (Epidose Kakak Fatih akan saya buatkan edisi khusus baginya).

Saya tidak akan pernah tega membiarkan beliau juga berpikir tentang logistik rumah tangga. Saya membantu pekerjaan rumah jika hanya sela, selebihnya nyambi saja. Pernah saya beri ide untuk mencari rewang saja, tapi beliau tidak bersedia. Ya sudahlah, selama beliau bahagia saya menurut saja. Yang penting beliau sehat dan bahagia. Itu sudah cukup bagi saya. Tentang pekerjaan rumah dan sebagainya, inilah kewajiban semuanya termasuk Ayahku dan suamiku. Mereka berdua bukan orang yang bisa berpangku tangan jika rumah dilihat rumah sudah mulai berantakan.

***

Bersyukur, Allah memberikan pendamping hidup yang luar biasa. Suami yang senantiasa pengertian dalam berbagai keadaan, berkenan berbagi tugas tentang apapun meski beliau juga punya tugas dinas sendiri. Tugas yang sudah sekitar 4 tahunan ini dijalani.

Beliau terbiasa bangun pagi sejak pukul 03.30 pagi, demi segala persiapan bekal sarapan pagi. Beliau juga harus menempuh perjalanan 41 km dari rumah dengan perjalanan mengendarai sepeda motor setiap hari. Oleh sebab itu sebelum pukul 05.00 pagi beliau sudah harus menembus dinginnya udara pagi, belum lagi jika udara sangat dingin atau hujan yang sebentar lagi akan menghampiri.

Sebelum ada BJ (Bebi Jesi) saya biasa membersamai. Tapi ketika BJ lahir, beliau tidak pernah mengeluh jika saya tidak bisa mendampingi karena saya fokus menjaganya sepanjang malam. Sebisa mungkin saya tidak mengeluh juga jika saya harus menjaga BJ sendirian jika malam.

Tapi sepertinya tidak demikian. Beliau selalu care dan protective pada putri kecilnya, BJ. Beliau akan rela jika harus kehilangan jam istrahat malam demi membuat BJ happy. Untungnya ini tidak terjadi sepanjang malam. BJ termasuk anak yang baik dan bisa dikendalikan. Ini mungkin terjadi karena semua yang mengelilinginya adalah orang yang merawatnya dengan sepenuh hati. Suami saya adalah sumber energi saya dalam menghadapi hidup, tidak hanya saat di sekolah tapi juga ketika di rumah. Jose is my hero. Dengannya saya selalu merasa bahagia.

Semua yang suami dan ibu saya lakukan semua karena cinta. Cinta beliau berdua yang dilandasi cinta kepada-Nya. Saya juga ingin seperti mereka berdua. Mendampingi anak murid dengan segenap cinta. Cinta yang akan menumbuhkan bahagia.

Karena keluarga yang bahagia akan membuat anak bahagia. Karena anak yang bahagia, dia akan bahagia juga di sekolah. Anak yang bahagia di sekolah tentu saja akan membuat gurunya bahagia.

Be Happy Always.
Always Be Happy.

Always BJ

****
#komunitasonedayonepost
#ODOP_6
#day28
#814kata
#CleverClass

Clever Class, Cilacap, 29 September 2018: 08.38.
Ibu Jesi.

*****

Lifestyle Blogger

Artikel Terkait

Previous
Next Post »