CHSGK6V2: ON OPERATOR

04.45

CATATAN HARIAN SEORANG GURU KELAS 6 VOLUME 2

#CHSGK6V2
#cleverteacherforcleverstudents
#onOperator

Guru zaman now, harus multitalenta. Guru dituntut untuk terus meningkatkan kwalitasnya. Guru zaman sekarang juga diharuskan melek teknologi, bagaimana tidak? Anak murid di zaman ini sudah mengenal teknologi jauh sebelum mereka menginjakkan kaki di sekolah dasar. Mungkin saat mereka masih kanak-kanak mereka sudah akrab dengan dunia gadget dan internet. Atau bahkan jauh lebih dini mereka sudah diperkenalkan.

Bahkan untuk fitur-fitur yang kekinian, tak jarang diantara mereka yang tahu. Media sosial juga mereka mempunyai akun sendiri. Ah, rasanya menjadi tidak heran jika akun WA group dengan nama sekolah salah satu diantara mereka yang membuat sendiri. Guru yang mereka ketahui nomor ponselnya, mereka tambahkan tanpa permisi. Yang saya lakukan kemudian hanya memantau, memberikan komentar jika dirasa perlu, memberikan saran jika obrolan sudah mulai tidak karuan, atau tetap diam karena sulit merasa lucu dengan apa yang mereka bicarakan.

Tidak hanya anak murid yang rata-rata sudah bermedsos ria. Guru zaman sekarang juga saya yakin mempunyai akun media sosial sendiri, entah itu WA, Facebook, Twitter, Instagram atau Blog sendiri. Bahkan sudah menjamur grup-grup WA yang membuat memori ponsel menjadi sering kepenuhan. Sekarang itu lazim terjadi. Guru dituntut untuk bermedsos ria, karena berita apapun sekarang sudah sangat familiar disampaikan hanya lewat gadget dan internet saja.

Apakah hanya soal berita-berita saja? Jawabannya tentu tidak. Karena perintah atas segala tugas dan pekerjaan yang harus diselesaikan, sekarang ini lebih memfungsikan WA. File yang dikirim, diposting di grup WA. Lalu masing-masing anggota menyelesaikan apa yang menjadi tugasnya lalu mengirim kembali lewat jalur yang ada. Ini sudah sangat kekinian.

*

Guru zaman now, harus multitalenta. Apalagi untuk guru yang berumur masih muda. Saat rekan guru dalam satu sekolah sebagian besar berusia senja, bagaimana lagi. Semua tugas menjadi tanggung jawab yang muda. Saat rekan yang sepuh, masih merangkak mempelajari perkembangan teknologi yang ada. Guru muda seringnya sudah familiar dengan itu semua. Guru mudalah yang bertugas menjadi operator pengerjaan segala tugas yang ada.

Saya sempat merasakan menjadi operator sekolah beberapa lama, karena operator lama memilih resign dan merantau ke ibukota. Akhirnya mau tidak mau saya terima tugas dengan segala kemumetan di dalamnya. Mengerjakan kendali Data Pokok Pendidikan (Dapodik) dan segalanya. Pundak rasanya tak kuasa, sebab tak hanya itu saja. Operator Sistem Managemen Barang Daerah (SIMDA) menjadi tanggung jawab saya. Sungguh, berat. Karena saya harus membaginya dengan konsekuensi saya menjadi guru kelas 6 yang sebentar lagi harus menyiapkan anak ujian. Membagi perhatian dengan anak yang sedang asyik-asyiknya belajar berjalan. Ini terjadi sekitar awal tahun 2018.

Saat sedang tidak ada yang harus dikerjakan, pastilah hati tenang. Tapi, ketika file tugas harus segera dikumpulkan dan saya otomatis hanya bisa mengerjakan di waktu malam hari karena siang fokus kelas dan sore sampai menjelang malam fokus anak di rumah. Maka, bersyukurlah yang berstatus guru tapi tidak merangkap operator sekolahan. Bersyukurlah yang di sekolahan gurunya lengkap, jadi tidak harus merangkap tugas operator sekolahan.

**

Beryukur kemudian, di awal tahun ajaran ini. Allah jawab semua do'a dariku dan semua rekan. Per 1 Agustus 2018 ada tenaga baru yang secara ikhlas, mutasi ke sekolahan. Dialah yang menjadi operator sekolah kemudian. Alhamdulillah, ya Allah. Beban di pundak rasanya sedikit berkurang, meskipun saya tetap menjadi operator SIMDA pengurus barang. Ini tidak masalah, karena sebelumnya memang sudah saya yang melaksanakan. Yang berat di bulan-bulan sebelumnya bagi saya adalah saat harus menyelesaikan tugas operator tapi di sisi lain anak murid kelas 6 harus sangat perlu bimbingan. Sempat membuat dilema pada waktu itu.

Selamat datang operator sekolah yang baru. Meski dia bukanlah orang yang baru saya kenal. Dia adalah istri dari salah satu rekan guru di sekolah. Sebelum tugas di sekolah saya, dia mengabdikan diri sebagai tenaga operator di sekolah menengah pertama yang lokasinya masih satu desa. Dan istimewanya, dia adalah anak dari kerabat dekat mertua saya. Jadi, saya dan dia masih ada hubungan saudara. Ya, begitulah kira-kira.

Jadi, bahagia bagi saya sederhana. Datanganya dia sebagai operator sekolah yang baru membuatku lega. Lega karena saya tak harus terforsir memikirkan tugas yang benar-benar memerlukan fokus dan waktu, apalagi jika diburu-buru. Ah, belum lagi jika harus digenapi dengan tagihan ini dan itu. Sungguh, itu adalah derita. Sungguh aku tak kuasa.

Hanya Allah lah, Yang Maha Kuasa atas segalanya.

***

#komunitasonedayonepost
#ODOP_6
#day26

#691kata
#CleverStory
Rumah Clever, Cilacap, 26 September 2018: 14.36
Ibu Jesi.

****

Lifestyle Blogger

Artikel Terkait

Previous
Next Post »