CUCU SANG KIYAI PART 1

05.20

Cucu sang Kiyai
Betty Irwanti
#part1

Aku masih menatapnya dalam diam, tak percaya dengan apa yang kulihat. Sosok di depanku ini, sangat menawan. Dia memakai baju berwarna terang dengan celana panjang hitam. Jam tangan di tangan sebelah kanan, juga syal oranye di leher menambah kesan rupawan. Dia menggendong tas besar di punggungnya dan tas kecil ada di tangan kirinya.

Ini pertemuan pertama kali setelah tiga tahun tak berjumpa dengannya. Aku menjemputnya di kota, dengan jarak 41 km dari rumahku di desa sana. Ya, Rab. Entah dengan kekuatan apa hingga aku bisa sampai di tempat yang sejauh ini. Aku sendiri. Aku sendiri menjemputnya dengan hati berbunga meski harus berjibaku dengan sepeda motorku selama hampir satu jam perjalanan. Tapi hatiku tetap riang. Jiwaku sungguh teramat senang.

Bertemu lelaki impian. Menjemput harapan yang telah lama dinantikan.

Lama aku memandangnya, dia menyapaku duluan. Aku masih duduk di motorku yang masih belum kuparkirkan.

"Assalamu'alaikum, Dek." aku yang kaget, sontak menoleh.
"Wa'laikumsalam, Mas." dia mengulurkan tangan mengajakku bersalaman.
"Jadi, kita langsung pulang saja, kan. Sudah malam, hampir pukul 21.00!"
Aku hanya mengangguk. Kemudian kembali bersiap dengan motorku. Dia membonceng di belakang. Tas besar yang digendongnya, kuletakkan di depan. Tas kecil yang dipegangnya, dia taruh di belakang, sebagai sekat antara aku dan dia. Ah, meski begitu tetap saja rasanya sangat deg-degan. Degup jantungku merambat cepat.

Dialah lelaki impianku, yang kutunggu dalam jarak selama hampir tujuh tahun.

Perjalanan terasa lambat, kami diam tanpa berbicara apapun sepanjang jalan. Sampai di suatu pertigaan setelah setengah perjalanan, dia menghentikanku.

"Tunggu dulu, Dek. Kita istirahat ya. Aku lapar, belum makan dari pagi."
Aku memperlambat laju sepeda motorku, "Iya, Mas. Kita cari warung makan terdekat yang masih buka."

Aku berbelok ke arah kanan menuju Rumah Makan yang masih banyak pengunjung. Ada dua buah bis terparkir di halaman. Sepertinya baru pulang juga dari acara liburan bersama.

Aku pesan makanan, dia ke toilet belakang. Sekalian mau salat katanya. Setelah dia kembali aku pun melakukan hal yang sama. Sedari tadi aku menahan grogi, ingin sekali buang air kecil tapi kutahan.

Sepuluh menit kemudian kembali, hidangan sudah tersaji. Aku berusaha menikmati, meski napsu makan belum sepenuhnya kembali. Lidahku kelu, semua terasa hambar. Perut mendadak tak mau diisi. Menatap dia di hadapanku saja itu sudah cukup. Bahkan lebih dari cukup.

Kami pun melanjutkan perjalanan setelah menyelesaikan urusan makan, sembari ngobrol ringan membahas ini dan itu. Semakin malam jejak semakin menapak, malam pun terus menuju puncaknya. Jam tanganku menunjuk angka 23.30 saat kami sampai di rumahnya. Semua menyambut dengan gembira. Beberapa menit membersamai, aku undur diri. Kembali ke peraduan menyongsong segala harapan.


...

#komunitasonedayonepost
#ODOP_6
#day1

Rumah Clever, Cilacap, 3 September 2018: 05.18
Ibu Jesi.

Lifestyle Blogger

Artikel Terkait

Previous
Next Post »

3 komentar

Write komentar
3 September 2018 09.15 delete

Menunggu kelanjutan ceritanya

Reply
avatar
Airhein
AUTHOR
4 September 2018 23.01 delete

Ditunggu kelanjutannya mbaa

Reply
avatar