Aku dan Kenangan Paling Berkesan

05.56

AKU DAN KENANGAN PALING BERKESAN

Aku adalah ibu dari seorang anak bernama Cleverona Bintang Aljazira. Anak yang sangat kunantikan kehadirannya sejak aku dan suamiku menikah dulu, 20 Agustus 2013. Alhamdulillah tepat hari ini kami berhari jadi pernikahan yang kelima. Semoga kami selalu bisa menjadi keluarga yang sakinah, mawadah, warahmah dan barakah. Aamiin.

Sepanjang 60 bulan perjalanan kisah kami, banyak sekali kenangan yang mengesankan. Terutama berkaitan dengan ikhtiar kami untuk mendapatkan buah hati. Saat proses demi proses harus kami lalui dengan penuh keyakinan dan keputusasaan yang silih berganti, dari situlah perjalanan dimulai.

Bersabar menunggu setahun, itu waktu yang disarankan dokter kandungan untuk memulai program hamil. Jika kurang dari setahun, masih ada saran untuk bersabar. Menunggu dengan terus mengintenskan hubungan dan memperbanyak do'a.

Setelah satu tahun menunggu tak juga ada tanda-tanda, aku dan suami bersiap. Berkunjung dari satu dokter kandungan ke dokter lainnya. Menaati setiap nasihat, dari sebulan dua bulan sampai di tahun selanjutnya.

Ada suatu waktu saat aku harus melakukan proses pemeriksaan medis bernama HSG. Serupa USG hanya saja alat kelaminku harus dimasuki suatu alat pemotret untuk mengetahui kondisi dan posisi rahim, apakah baik atau sebaliknya. Semua berlangsung tanpa pemberian obat bius. Hanya pemberian suntikan untuk menyiapkan rahim agar tidak kaget.

Setelah suntikan selesai, yang kurasakan adalah perutku mulas luar biasa. Ini harus kutahan sampai dokter radiologi menyatakan semua perekaman selesai. Saat itu dokter radiologinya laki-laki. Sama sekali tak kupedulikan. Niatku, aku menjalani semua proses untuk mendapatkan bintang kehidupanku.

HSG menjadi pengalaman yang paling berkesan bagiku, sebab aku melakukan proses itu tidak lama setelah rahimku dikuretase karena ada sedikit gumpalan darah menstruasi yang menyumbat saluran.

HSG membuatku menghentikan semua program, karena setelah itu aku mengalami perasaan down luar biasa. Sampai akhirnya Allah SWT memberikan anugerah buah hati padaku lewat jalan lain, bukan saat proses medis.

Pengalaman berkesan ini aku abadikan dalam buku terbaru yang baru saja terbit. Alhamdulillah.

Antologi #MenantiBuahHati yang ditulis bersama oleh tim#eLHidaca

*

komunitasonedayonepost
#ODOP_6
#day37

#314kata
#CleverWriting
Rumah Clever, Cilacap, 20 Agustus 2018
Ibu Jesi.

#Repost from FB: Betty Irwanti Joko

Lifestyle Blogger

Artikel Terkait

Previous
Next Post »