(NOT) A BEAUTIFUL MARRIAGE: BAGIAN 1 AKHIR

05.48

(NOT)  A BEAUTIFUL MARRIAGE
Oleh Betty Irwanti

Akhir
#Bagian1

Pukul 01.15 di ruang makan rumah mbak Sari.

Mbak Sari sepertinya serius bertanya pada Mas Ali.
"Pah, tadi bagaimana acara muatnya. Sukses, kan Pah?"

"Alhamdulillah berhasil Mah, Papah bisa dapat untuk 20% dari hasil muatan kita,"

"Alhamdulillah, syukur ya Pah, rezeki dari Allah begitu besar. Jangan lupa sedekah ya Pa,"

"Iya, Mah. Besok kamu yang yang memberikan sedekah ke masjid dekat rumah boleh. Itu, kan sedang ada pembangunan serambi masjid. Bisa untuk bantu-bantu panitianya beli semen," lanjut mas Ali.

"Boleh deh, Pa kalau gitu," jawab mbak Sari.

"Gimana Karin, Mah. Seharian ini dia cerita apa aja?"

"Belum cerita apapun, Pah. Tadi Ibu kesini, Karin maoah menangis. Katanya dia banyak salah sama kita. Sudah nikah tanpa sepengetahuan kita," jelas mbak Sari.

Mas Ali menghentikan kegiatannya sejenak.

"Iya, nih Pah. Papah tidak tahu bagaimana jalan pikiran anak itu. Kok bisa nggak jelas gitu mas Ali mulai ketus.

“Mamah juga sama berpikirnya seperti Papah. Tapi kan aku perempuan Pah, masa harus bersikap sama kayak Papah. Aku harus mengerti posisi sesama perempuan,"

Mbak Sari terhenti sejenak, lalu melanjutkan perkataannya lagi.
"Dia sedang dalam masalah saat ini. Kita jangan ikutan membuat dia tambah pusing dengan reaksi yang buruk. Kasihan, Pah,"

"Ya, sudahlah Pah. Kita tunggu Karin cerita saja dulu. Jangan berburuk sangka. Tidak baik. Apalagi Karin kan adikmu Pak, kalau bukan Bapak yang jaga nama baiknya terus siapa lagi?" jelas Mbak Sari.

"Ya sudah, baiknya sekarang Papah mandi lalu istirahat. Kan capek habis perjalanan jauh. Besok, Mamah juga harus bangun pagi kan,"

Mas Ali pun menurut. Dia pergi membersihkan tubuhnya, lalu makan dan menunaikan kewajibannya pada Sang Maha Pencipta. Dia bermunajat, mendoakan segala yang terbaik untuk keluarganya. Dia juga berdoa untuk adiknya dan anak adiknya. Karin dan Rudi.

Hari ini baginya berjalan penuh tanya tentang adiknya. Kapan waktu dia ingin bertanya langsung, demi kejelasan semuanya. Sepanjang perjalanan muat tadi sebenarnya, dia terus saja memikirkannya. Untuk sebuah pertanyaan besar. Siapa laki-laki yang tega menyakiti adiknya?

komunitasonedayonepost
#ODOP_6
#day36

#328kata
#CleverWriting
Rumah Clever, Cilacap, 6 Oktober 2018: 05.28.
Ibu Jesi.

***

Lifestyle Blogger

Artikel Terkait

Previous
Next Post »