FF: Ganti Nama

01.44

Ganti Nama
Oleh Betty Irwanti

Waktu kecil mimpiku sangatlah sederhana. Hujan turun sampai aku bisa mandi, mengambil air dengan gayung langsung dari sumur itu sudah sangat membahagiakan.

Sumur-sumur masih terbuka tanpa pembatas, atau jika ada pembatas itu hanya terbuat dari kayu atau anyaman bambu seadanya. Apakah sumur-sumur seperti itu sekarang masih ada?

Yang paling menyenangkan adalah saat aku mandi di sumur milik tetangga. Sumurnya sudah ada pembatasnya, terbuat dari gorong-gorong setinggi satu meter. Jarak yang pas untuk proporsi tubuh yang belum terlalu tinggi.

Aku bisa mengambil air dengan cara menimba dengan katrol kerekan berupa ember kecil yang diberi tali lalu dikaitkan ke roda berputar.

Betapa rindu saat-saat seperti itu.

Pernah ada kejadian seru bin menegangkan yang akhirnya membuat teman sekolahku diganti namanya oleh kedua orangtuanya.

Awalnya aku, dia dan kakaknya main hujan-hujanan riang di halaman rumah. Ada sekitar dua jam kami lari ke sana-kemari bersuka ria menikmati hujan yang begitu deras.

Saat hujan sudah mulai reda, kami bermaksud membersihkan diri dengan mandi bersama di sumur tetangga yang kuceritakan tadi. Tapi temanku tidak setuju.

Akhirnya, kami mandi di sumur milik tetangga yang lain lagi. Sumurnya belum ada pagar sama sekali, hanya lubang besar dengan pagar seadanya. Berhubung waktu itu hujan sangat deras, air sumur langsung penuh.

Kami mandi dengan langsung mengambil air sumur menggunakan gayung. Aku mandi sambil bernyanyi, temanku mandi sambil bersiul-siul sambil main siram-siraman sama kakaknya.

Saat asyiknya kami mandi, tiba-tiba ada katak melompat entah dari mana asalnya. Sontak kami kaget dan berlari. Sialnya, temanku itu justru malah salah arah dan "Byurrrr!" dia tercebur ke dalam sumur. Untung saja ada akar pohon kelapa yang bercabang kemana-mana hingga dia bisa berpegangan di sana. Separuh badannya tidak terlihat. Aku saling bertatapan dengan kakaknya.

Kami berteriak histeris minta tolong. Sepi, karena hujan deras semua orang memilih tinggal di dalam rumah. Aku berinisiatif menggedor pintu yang punya sumur, setelah beberapa lama orangnya keluar.

Kami dibantu sang empunya rumah berusaha mengangkat temanku yang tercebur. Untung saja dia tidak apa-apa, selamat dan sehat.

Kini, ia sudah berganti nama, dari Admini menjadi Sugiharti. Adakah hubungannya?

#FlashFiction
#GantiNama
#KelasFiksiODOP6

#OneDayOnePost
#EstrilookCommunity
#November2018
#Day29

@Clever Class, Cilacap, 28 November 2018: 10.51.
Ibu Jesi.
Nyi Bejo Pribumiluhur.

Sumber gambar: dokumentasi pribadi.

#361 kata

Lifestyle Blogger

Artikel Terkait

Previous
Next Post »

2 komentar

Write komentar
Lia Anelia
AUTHOR
1 Desember 2018 20.18 delete

Kirain mba Betty yang ganti nama... 😁

Reply
avatar