Mbah Uti Meriang

10.09

Mbah Uti Meriang
Oleh Betty Irwanti

"Mbah Uti, nanti Jesi si gimana kalau Mbah lagi meriang begitu?" tanyaku di sela sarapan pagi.
"Ya, gak papa. Sama Mbah aja. Mana mau Jesi sama yang lain,"
Aku tetap melanjutkan makan, meski sebenarnya dalam hati sungguh tak tenang.

Kupercepat gerakan persiapan untuk berangkat ke sekolah. Mumpung Jesi sedang di bawa jalan pagi sama Mbah Kakung. Sepanjang perjalanan aku masih saja teringat Mbah Uti. Beliau sedang meriang, tidak enak badan. Batuk, sakit kepala dan sepanjang hari kemarin tiduran terus. Apakah kuat menjaga Jesi yang super aktif dan sedang senang-senangnya naik turun jendela di dekat tempat tidur?

Mbah Uti meriang, mungkin tertular Jesi. Jesi juga sebenarnya sedang meriang, sama seperti mbah utinya. Jesi tertular ayah dan ibunya. Serumah sedang meriang semua. Bisa jadi pengaruh cuaca, pergantian pancaroba.

Aku masih batuk-batuk, tenggorokanku juga masih gatal, meski begitu sudah tidak sakit kepala lagi. Ahamdulillah sudah mendingan.

Pikiran melayang-layang. Membayangkan ini dan itu sambil terus mengayunkan langkah kaki. Tak terasa sudah sampai di tempat tujuan.

Fokusku sudah harus berubah. Hanya kepada Allah-lah aku berpasrah.

*

Kulangkahkan kaki dengan tergesa, berharap dalam lima menit saja sampai rumah.

Dari kejauhan kulihat Jesi, Kakak Fatih dan Mbah Uti bersantai di teras rumah.

"Jes, Jes. Itu Ibu pulang Jess!" Kakak bersemangat menyambutku.
"Ibuu, Ibuu..." Jesi memanggil-manggil namaku.
Mbah Uti langsung menggendong cucu pertamanya dengan sigap, "Cuci tangan dulu, cuci kaki dan bersih-bersih!"
Aku menurut, membuka kran air di dekat tempat sandal lalu melakukan apa yang diinstruksikan Mbah Uti.

"Ibu... Ibu..." Jesi menangis. Aku jadi gugup.
"Iya, iya sayang. Ini Ibu."

Mbah Uti batuk-batuk saat mengulurkan Jesi, aku menggendongnya segera.

"Sudah minum obat belum, Mbah?"
Beliau hanya mengagguk. Aku tak begitu memperhatikan kemudian. Bersegera menuju kamar, untuk menidurkannya.

Kulihat samar-samar, Mbah Uti langsung menuju kamar juga, merebahkan badan dan memejamkan mata.

Semoga selalu sehat ya, Mbah Uti.

Mbah Uti My Hero.

**

#DomesticDrama
#MbahUtiMyHero
#KelasFiksiODOP6

#OneDayOnePost
#EstrilookCommunity
#November2018
#Day13

#316kata

Lifestyle Blogger

Artikel Terkait

Previous
Next Post »

12 komentar

Write komentar
Sang Mahadewa
AUTHOR
13 November 2018 14.09 delete

Kata Om Kasino, "Gile lu, Ndro!"
alias keren banget ... hehehe

Follback my blog:
https://dloverheruwidayanto.blogspot.co.id

Reply
avatar
13 November 2018 16.35 delete

Kisah nyata nih ya, mbak?

Reply
avatar
Zyl Furqani
AUTHOR
14 November 2018 14.46 delete

Singkat dan masih belum kuat dramanya Bu. Apa karena masih sedikit ya? Saya nulis sampai 3 halaman.😂

Reply
avatar
HAW
AUTHOR
14 November 2018 18.21 delete

Sehat sehat terus nggih mbah😊

Reply
avatar
14 November 2018 21.19 delete

Simpel dan keren
Bisa bercerita dari sesuatu yang terdekat

Reply
avatar
14 November 2018 22.09 delete

Semoga sehat selalu mbah uti..

Reply
avatar
15 November 2018 06.54 delete

Based on true story ya Mbak? 😊

Reply
avatar
amieopee
AUTHOR
15 November 2018 07.59 delete

ingat ibuku..nice mba tulisanya..

Reply
avatar
16 November 2018 19.53 delete

Dramanya nyata sekali Mbak. Keren.

Reply
avatar