Tasyakuran PGRI Ranting Binangun Tahun 2018

13.30

Tasyakuran Hari Guru Nasional ke-73
PGRI Ranting Binangun Tahun 2018

Oleh Betty Irwanti

*

Sebentar lagi, guru di seluruh Indonesia akan memperingati Hari Guru Nasional (HGN) yang ke-73. Usia yang sudah sangat cukup untuk menunjukkan eksistensinya.

Guru-guru di seluruh Indonesia wajib tergabung dalam organisasi bernama PGRI (Persatuan Guru Republik Indonesia). Oleh sebab itu HGN juga biasa disebut dengan HUT PGRI.

Tahun ini PGRI Ranting Binangun menyelenggarakan acara special untuk menyambut hari yang sakral untuk para guru ini, sebagai wujud rasa syukur setelah berhasil meraih juara 1 pada acara POR PGRI untuk cabang bola putera dan berhasil mempertahankan gelar juara kedua untuk cabang bola voli puteri.

Acara sakral ini bertajuk Tahlilan, Pengajian dan Tumpengan Bersama Para Guru di Lingkungan PGRI Ranting Binangun. Acara ini berlangsung pada hari ini dengan pembagi waktu yaitu Sekretaris PGRI Ranting Binangun itu sendiri.

Diawali dengan rangkaian acara pembukaan sekitar pukul 10.30 WIB kemudian dilanjutkan dengan sambutan-sambutan. Sambutan pertama oleh Ketua Gugus Pajajaran, yang memberitahukan info tentang rencana pelaksanaan Pesta Siaga Kwarran Bantarsari tahun depan akan diselenggarakan di Gugus Pajajaran Binangun. Berdasarkan musyawarah para kepala sekolah sudahlah terjadi keputusan bahwa tuan rumahnya adalah SDN Binangun 01 Kecamatan Bantarsari. Mari bersiap, pelaksanaannya tanggal 15 Januari 2019.

Sambutan yang kedua adalah sambutan Ketua PGRI Ranting Binangun yang intinya adalah ucapan selamat kepada semua atas prestasi pada POR kemarin dan ucapan selamat Hari Guru Nasional Tahun 2018, semoga guru Indonesia terus maju dan sejahtera.

Acara intinya adalah tahlilan, pengajian dan do'a bersama yang dipimpin langsung oleh Bapak Kiyai Muchtar Wasito. Tahlilan berlangsung hikmad, pengajian berlangsung sarat hikmah dan manfaat serta do'anya semoga diijabah oleh Allah SWT, aamiin.

Akhirnya rangkaian acara harus ditutup dan diakhiri dengan ramah tamah serta pemotongan tumpeng. Disinilah keseruan demi keseruan terjadi. Mulai dari tumpengnya yang menawan hati sampai-sampai dikira editan saat diposting di media sosial tadi, tapi sungguh ini asli.

Acaranya sangat seru, makan yang lahap diringi canda tawa di sana-sini. Sungguh, sebuah momen yang langka. Kiranya baik, bisakah ini menjadi agenda rutin tahunan bagi PGRI?

Jawabnya tentu bisa, karena kebersamaan itu mahal harganya.

Hidup Guru!
Hidup PGRI!
Hidup Indonesia!

**

OneDayOnePost
#EstrilookCommunity
#November2018
#Day23

@RumahCleverCilacap, 24 November 2018: 03.24.
Ibu Jesi.

Foto: dokumentasi pribadi

#359kata

Lifestyle Blogger

Artikel Terkait

Previous
Next Post »

2 komentar

Write komentar