Petani Cilacap Teyeng

22.55
Lapak Petani
Oleh Betty Irwanti

*


Bapak saya petani. Mamak saya petani. Jadi, saya adalah anak petani. Petani dari sebuah desa di salah satu kabupaten pesisir selatan Pulau Jawa nan luas ini.

Menjadi petani, jelas tidak mudah. Apalagi jika berada di daerah yang mengandalkan tadah hujan. Bisa menanam padi saat musim hujan, atau mengambil air dari sungai terdekat jika air sawah mengering tapi padi sudah terlanjur ditanam. Begitulah payahnya menjadi petani dari zaman ke zaman.

Payahnya lagi, saat musim tanam hampir berakhir alias siap panen kadang hama menyerang atau cuaca kurang mendukung. Banyak diantara mereka yang gagal panen, ataupun harus panen dini karena takut tidak bisa panen sama sekali. Jika sudah begini, bagaimanakah nasib para petani, seperti Bapak dan Mamak saya?

Entahlah, hampir 30 tahun lebih menjadi anak petani rasanya cukup untuk saya memahami jerih payahnya Bapak dan Mamak selama ini. Menjadikan saya selalu berkaca diri, bahwa saya bukanlah siapa-siapa. Saya hanyalah rakyat biasa. Saya hanyalah anak petani biasa. Jadi, jangan pernah junjung saya terlalu tinggi atau memandang saya terlalu rendah. Karena hidup itu hanya sawang sinawang.

Lalu, apa maksud saya menulis ini? Setelah sekian lama saya membiarkan blog saya kosong melompong. Tak lain adalah karena saya tertarik dengan poster yang saya pakai di postingan saya ini.

"Ayo kunjungilah Lapak Petani. Melalui Lapak Petani Kita Sukseskan Bangga Mbangun Desa Menuju Petani Sejahtera."

"Panene Dhewek, Adol Dewek. Rega Murah, Ati Bungah. (Panen Sendiri, Jual Sendiri. Harga Murah, Hati Bahagia)"

Poster itu memberitahukan info #PetaniCilacapTeyeng, Petani Cilacap mampu menyediakan hasil panenan petani berupa: sayuran segar, buah-buahan segar, telur dan ayam dan daging ayam serta beras. Event ini digelar besok, Jumat-Sabtu tanggal 25-26 Januari 2019, di depan Kantor Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Cilacap, Jalan Rinjani dekat GOR Wijaya Kusuma.

"Tekani, Tukuni (Datang dan Beli)"

Do not miss it! Bagi saya ini info kece yang layak dibagikan. Karena beginilah seharusnya petani dimudahkan dalam menjual hasil panen. Beginilah seharusnya pembeli bisa dengan mudah mencari pilihan kebutuhan dasar berupa bahan makanan dengan harga murah (baca, terjangkau).

Tapi, ya tidak kemurahan juga. Seperti harga buah naga yang katanya sekarang lagi miring semiring-miringnya. Sampai ada berita yang mengabarkan bahwa ada petani yang kecewa sampai gemlethek (Bahasa Indonesianya, geregetan) dan kalap membuang panenan buah naganya ke sungai. Katanya biar banjir buah naga. (ini berita hoax bukan ya?)

Maafkan jika tulisan saya tidak nyambung dari atas sampai bawah. Intinya saya sedang pemanasan, meski sekarang ini sudah malam. Oke, sekian dulu.

Maafkan ya, ini postingan bukan iklan. Jadi, dilarang menafsirkannya macam-macam. Apalagi yang nulis ini hanyalah anak petani biasa yang tidak pernah kemana-mana. Naik pesawat saja belum pernah adanya. (Eh. Heheh

Oke, lagi. Selamat malam. Selamat membaca. Sukses untuk Lapak Petani #PetaniCilacapTeyeng

Bangga jadi Pribumi Cilacap City
Bangga jadi anak Petani

**

@Rumah Clever Cilacap, 24 Januari 2019: 22.51
Hbd-5 (Ibu Jesi)
Nyi Bejo Pribumi Luhur
Member Banyak Komunitas Menulis
My Star is My Spirit

***




Lifestyle Blogger

Artikel Terkait

Previous
Next Post »

1 komentar:

Write komentar
25 Januari 2019 05.39 delete

Di Cilacap sawahnya luas kah mbak?

Reply
avatar