Tantangan 2 Level 3 Read Challenge ODOP

17.03

Sejarah Nasional Indonesia I
Penulis Marwati Djoened Poesponegoro dan Nugroho Notosusanto
Penerbit Balai Pustaka tahun 1993 (cetakan kedelapan)
ISBN 979-407-407-1

Sejak buku Sejarah Nasional Indonesia terbit pertama kali pada tahun 1975 dan selanjutnya pada tahun 1977 (sampul hijau) dan pada tahun 1981-1983 (sampul biru), kehadirannya sudah mantap dalam kehidupan bangsa Indonesia. Bahkan dalam sebutan masyarakat mendapat nama-julukan “Buku Standar”
Buku Standar ini mempunyai ketebalan 495 halaman dan aku membutuhkan waktu tiga hari untuk bisa selesai membacanya, bahkan sampai tidak bisa tidur karena saking antusiasnya. Jika kemudian ada pertanyaan “Apakah aku pernah membaca sejarah yang sama namun ada beberapa isi yang berbeda atau bahkan bertentangan?”
Jawabanku tidak. Buku sejarah ini isinya sama dengan buku sejarah yang pernah aku baca semasa sekolah, dulu. Meski materi sejarah itu lupa-lupa ingat dalam memoriku (;
Buku Standar ini berisi penjelasan lengkap tentang Jaman Prasejarah di Indonesia. Mulai dari lingkungan alam, manusia dan budaya prasejarah. Masa berburu dan mengumpulkan makanan tingkat sederhana. Masa berburu dan mengumpulkan makanan tingkat lanjut, Masa bercocok tanam, Masa perundagian sampai sisa-sisa kehidupan prasejarah masa kini.
Buku ini seperti mengingatkan kembali materi mata pelajaran sejarah yang pernah kusimak belasan tahun lalu. Sebab sejauh memori yang menemani ingatan, ternyata aku sudah lupa pada masa prasejarah, yang kuingat hanya sejarah masa perjuangan kemerdekaan karena materinya ada di mata pelajaran kelas 5 sekolah dasar yang pernah lama membersamai hari.
Sepertinya materi sejarah itu salah satu mata pelajaran yang menarik untuk dipelajari sepanjang zaman. Meski waktu sekolah dulu, saya terkesan enggan memahami muatan. Membaca buku ini membuatku kembali mengingat ungkapan presiden pertama RI, Ir. Soekarno yaitu “Jas Merah”: Jangan sekali-kali melupakan sejarah. Karena dengan mempelajari sejarah, kita dapat mengerti masakini bangsa dan negara melalui pemahaman masa lampaunya.
Buku standar ini hingga kini masih unik, karena ditulis oleh orang Indonesia. Dengan segala kekurangannya, buku ini dapat menyampaikan suatu view from within, pandangan orang Indonesia sendiri mengenai kisah bangsanya.
Sudah cukup banyak ditulis tentang sejarah nasional kita, baik oleh sejarah bangsa kita maupun oleh orang-orang asing. Masing-masing mengenakan pandangan dan tafsirannya terhadap pertumbuhan bangsa kita. Di tengah pelbagai uraian itu diperlukan karangan sejarah babon, yang dapat menjadi dasar dan rujukan penulisan sejarah nasional. Karena buku ini mengandung sejarah nasional Indonesia yang baku, yang ditulis dan disunting oleh ahli-ahli sejarah bangsa kita.
Buku standar ini memiliki rangkaian berseri sampai jilid keenam. Buku ini jilid pertama. Jilid kedua tentang Jaman Kuna (awal M – 1500 M). Jilid ketiga tentang Jaman Pertumbuhan dan Perkembangan Kerajaan-kerajaan Islam di Indonesia (± 1500 – 1800). Jilid keempat tentang Abad Kesembilanbelas (± 1800 – 1900). Jilid kelima tentang Jaman Kebangkitan Nasional dan Masa Akhir Hindia Belanda (± 1900 – 1942). Jilid keenam tentang Jaman Jepang dan Jaman Republik Indonesia (± 1942 – 1984).
Apakah aku bisa membaca semua jilidnya hingga selesai? Wallahua’lambissawab. Karena masih ada tugas negara yang luar biasa penting dari semua tugas penting yang ada. (hmm).

Semoga kita semua selalu sehat dan semangat.
Semangat pagi.
Selamat menulis.
Selamat weekend.

#RCO
#ReadChallengeODOP
#OneDayOnePost
#Tantangan2Level3
#Cerita

@CleverClass,Cilacap, 23 Pebruari 2019: 09.51.
Betty Irwanti Joko
Ibu Jesi
Nyi Bejo Pribumiluhur


Lifestyle Blogger

Artikel Terkait

Previous
Next Post »