Tantangan Terakhir RCO Batch 5

10.18 1
Kesan dan Pesan Ikut Reading Challenge Odop Batch 5

RCO Batch 5 hampir berakhir. Kebersamaan yang telah dimulai sejak tanggal 4 Februari 2019 akan menyisakan hari-hari penuh kerinduan. Kerinduan pada atmosfir perburuan menyelesaikan tantangan membaca tak berjeda selama 45 hari.

Menurut jadwal yang sudah diatur PJ level terakhir diberi batas waktu sampai 15 Maret 2019. Dan tulisan ini saya tuliskan sebagai tugas akhir agar saya lulus dan bisa diwisuda kemudian. Aamiin.

RCO episode ini terdiri dari 5 level. Peserta membaca buku sesuai dengan tema yang telah ditentukan pada tiap-tiap level. Jumlah halaman per hari ditentukan oleh PJ. Peserta hanya boleh absen maksimal 3 kali dalam satu level. Jika lewat 3 kali, maka tidak bisa lanjut ke level berikutnya. Laporan yang sudah mengisi form dimulai pukul 05.01 - 05.00 (di hari berikutnya) melalui google form yang linknya akan dishare setiap pagi. Peserta juga diharapkan untuk mengatur chat agar tertib, karena ada kiriman rekap harian dari PJ, dan wajib mengerjakan setiap tantangan pada setiap levelnya.

Sejak awal PJ telah memberikan info tema buku yang harus disiapkan. Buku-buku tersebut antara lain bertema biografi (Non Fiksi), Fiksi peraih nobel sastra (Fiksi), Sejarah (Non Fiksi), dan Buku Bahasa Asing (Non Fiksi / Fiksi).

Ketentuan penilaiannya adalah jika peserta melakukan laporan baca dengan disiplin maka diberikan POIN 1 dan jika peserta mengerjakan tantangan maka diberilah POIN 3.

Di level 1 buku yang dibaca masih bertema bebas. Ada kewajiban posting di medsos pribadi dan membuat tulisan di blog.

Di level 2 buku yang dibaca bertema biografi tokoh. Tebal buku minimal 100 halaman,btidak harus berupa buku cetak, dan minimal membaca 25 halaman per hari. Tantangan di level 1 adalah Upload buku yang sedang dibaca ke sosmed masing-masing dengan tagar #ReadingChallengeOdop, membuat biografi singkat di blog masing-masing tentang tokoh tersebut, membuat cerpen bertema bebas dengan tokoh dan watak sesuai pada tokoh dalam buku biografi yang dibaca. Di level ini saya membaca ebook Ki Hajar Dewantara terbitan bersama Museum Kebangkitan Nasional Indonesia.

Di level 3 buku sejarah menjadi tema buku yang wajib dibaca. Tebal buku minimal 120 halaman, tidak harus berupa buku cetak, dan minimal membaca 30 halaman per hari. Tantangan di level kedua adalah upload foto buku ke sosmed, membuat tulisan yang menjawab pertanyaan 'Apakah kamu pernah membaca sejarah yang sama namun ada beberapa isi yang berbeda atau bahkan bertentangan?' Tulis di blog dengan jumlah kata bebas dan membuat puisi berdasarkan sejarah yang dibaca pada buku tersebut. Tulis di sosmed. Di level ini saya membaca buku Sejarah Nasional Indonesia 1 terbitan Balai Pustaka.

Percaya nggak sih, kalau level 4 ini yang paling menantang? Karena buku yang harus dibaca adalah buku berbahasa asing (bukan bahasa lokal).Tebal minimal 50 halaman. Minimal membaca 15 halaman per hari. Buku tidak berisi terjemahan. Tantangan yang harus dikerjakan di level 4 adalah upload buku yang dibaca ke sosmed masing-masing. Jangan lupa pakai hastag #ReadingChallengeOdop #TantanganLevel4. Membuat biografi singkat tentang pengarang buku. Tulis di blog masing-masing. Dan membuat resensi buku. Tulis di blog masing-masing. Buku di level ini yang saya baca adalah Lost Voices from Titanic terbitan Arrow Books.

Dan kamu harus percaya, kalau level 5 ini yang paling mellow. Kenapa mellow, karena level lima adalah level terakhir. Sebagai penanda RCO Batch 5 segera berakhir. Buku yang harus selesai dibaca adalah Buku Fiksi Peraih Nobel Sastra dengan tebal bebas. Dan harus dibaca minimal membaca 25 halaman per hari. Buku yang sedang saya baca dan harus segera saya selesaikan adalah My Name is Red terbitan Serambi terjemahan dari Benim Adim Kirmizi.

Tantangan yang harus dikerjakan di level akhir ini adalah upload foto buku yang dibaca ke sosmed masing-masing. Jangan lupa pakai hastag
#ReadingChallengeOdop #TantanganLevel5, membuat tulisan singkat di blog, kenapa memilih buku itu? Kenapa buku itu pantas meraih penghargaan tersebut? Dan harapan untuk RCO ke depan.

Dan saya menulis ini sebagai tugas akhir di level akhir RCO Batch 5. Kesan saya mengikuti kelas ini sungguh luar biasa. Kelas membaca ini sangat memacu saya untuk banyak membaca buku berkualitas. Kelas membaca ini sangat membuat saya mengeluarkan banyak pengorbanan demi terselesaikannya semua tantangan. Karena saya termasuk tipe penyuka tantangan. Tantangan itu ujian. Membaca itu juga ujian. Sama seperti hidup.

Percayalah hidup itu ujian. Ujian menyelesaikan tantangan di RCO itu sungguh membuat saya sering kelaparan. Sering jumpalitan. Sering membuat saya lembur setiap malam. Sering membuat saya off dari gadget setiap malam.

Percayalah membaca itu sangat mengasyikkan. Bahkan sepanjang perjalanan RCO Batch 5 ini saya berhasil membaca lebih dari target yang diwajibkan. Buku yang berhasil saya baca setelah buku wajib terselesaikan antara lain Buku Biografi Sandiaga Uno, Detik-Detik USBN SD, Big Drilling Sukses Ujian SD, Tentang Kita, Chamomile for Awesome Teacher,

Tapi ujian adalah sarana bagi saya untuk belajar dan belajar. Ikut kelas ini membuat saya belajar bahwa membaca dan menulis adalah salah satu hal yang tidak bisa dipisahkan. Bacalah meski hanya satu ayat. Tulislah meski hanya satu kata. Dan sampaikanlah hal yang bermanfaat meski itu hanya satu kalimat.

Percayalah,  membaca dan menulis itu ibadah. Teruslah maju RCO di batch yang akan datang dan teruslah ada sebagai sarana kita untuk mengasah kemampuan.

Izinkan saya mengucapkan permohonan maaf kepada semua teman yang ikut RCO Batch 5. Jika banyak salah kata dan tingkah laku tak sopan.

Teruntuk PJ Lutfi dan Sovia yang baik hati, semoga Allah senantiasa melimpahkan kesehatan dan kebahagiaan. Aamiin.

***

Clever Class, Cilacap, 15 Maret 2019: 09.15.
Betty Irwanti Joko
Ibu Jesi
Nyi Bejo Pribumiluhur

Tantangan 2 Level 5 Reading Challenge ODOP

11.57 2

ALASAN MEMILIH BUKU MY NAME IS RED DAN BERBAGAI SEBAB MENGAPA ORHAN PAMUK MERAIH BERBAGAI PENGHARGAAN


Percayalah, hidup itu ujian.

Ujian di Read Challenge ODOP dimulai sejak pertama ada info dari PJ tentang buku apa yang harus dibaca. Aku langsung googling dan hunting buku ke sana kemari. Online maupun offline. Online via eLHidaca team. Online, Mulai dari memasang aplikasi Perpusnas di ponsel suami. Offline, via member Clever Shop by Clever Family.

Jika kemudian ada pertanyaan kenapa aku memilih buku My Name is Red untuk kubaca? Jawabanku  tak lain dan tak bukan adalah tidak ada alasan khusus kenapa aku memilih buku My Name is Red sebagai buku yang kubaca.

Aku hanya meng-copypaste hasil googlingku ke adikku kemudian dia cari ke penjuru kota Jakarta. Hasilnya, didapatkanlah buku My Name is Red dan buku Biografi seorang tokoh muda yang luar biasa. Buku Biografi itu sudah aku selesaikan di level RCO sebelumnya, dan kini giliran buku fiksi peraih nobel sastra ini yang sedang aku baca. Targetku, tidak sampai weekend ini sudah harus selesai kubaca. Jadi mohon maaf jika malam hari aku lebih sering off karena fokus membaca.

Kenapa? Karena fokus utamaku sekarang adalah mempersiapkan anak murid yang kurang lebih sebulan lagi sudah akan menempuh ujian. Juga fokus pada naskah di kelas lain yang masih berada dalam naungan ODOP dibawah bimbingan para dosbing yang amazing.

Mohon do’anya ya teman-teman, semoga anak-anakku bisa menempuh ujian sekolah dengan baik, lancar dan sukses. Aamiin. Teriring do’a yang sama juga untuk teman-teman semua. Semoga kita semua bisa melalui ujian kehidupan dengan baik, lancar dan sukses. Aamiin.

Percayalah, hidup itu ujian.

Sama seperti yang disajikan dalam buku My Name is Red karya Orhan Pamuk ini. Semua kisah berisi ujian-ujian bagi para tokohnya. Bahkan ujian hidup sudah dimulai sejak kisah pertama dalam buku ini. Kisah pembunuhan misterius seorang seniman yang sedang mengerjakan ilustrasi buku tak biasa atas perintah Sultan. Buku yang berisi kisah abad kejayaan Islam di akhir abad keenam belas.

Ujian kedua adalah ketika seorang lelaki muram dengan masa lalu sekelam namanya ditugasi untuk mengungkap misteri pembunuan yang pada akhirnya menguak jejak benturan peradaban Timur (Turki-Islam) dan Barat (Eropa-Kristen). Tentang dua cara pandang dunia berbeda yang pada akhirnya memicu konflik tak berkesudahan, bahkan hingga saat ini.


Orang yang buta dan orang yang melihat tidaklah sama. (Fatir:19)
Dan kepunyaan Allahlah Timur dan Barat. (Al-Baqarah: 115)
(Halaman 5)


Percayalah, hidup itu ujian.

Buku ini adalah ujian bagi penulisnya, Orhan Pamuk. Sebab buku ini butuh proses yang sangat lama untuk bisa ia selesaikan. Buku ini ditulisnya selama enam tahun. Ia menegaskan pandangan tentang betapa perbedaan hendaknya tidak dijadikan alasan untuk bertikai dan saling membunuh.

“Dua cara yang berbeda dalam melihat dunia dan bercerita ini tentu saja berkaitan dengan kebudayaan kita, sejarah kita, dan apa yang kini secara luas disebut sebagai identitas. Dalam novel saya, mereka bahkan saling membunuh karena pertentangan Timur dan Barat ini. Namun, tentu saja, saya harap para pembaca menyadari bahwa saya tidak percaya pada konflik ini. Karya seni yang baik muncul dari beragam hal yang berasal dari aneka akar dan budaya, dan semoga novel ini mampu menggambarkannya.” (Orham Pamuk)

Buku ini berjudul asli Benim Adim Kirmizi yang sudah diterjemahkan ke bahasa Inggris sebagai My Name is Red yang kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia oleh Atta Verin, seorang wartawati dan penulis dengan judul Namaku Merah Kirmizi.
My Name is Red sudah diterjemahkan paling tidak ke dalam 25 bahasa dan memenangkan sejumlah hadiah sastra internasional terkemuka, antara lain Prix du Meilleur Livre Etranger 2002 (Prancis), Premio Grnzane Cavour 2002 (Italia) dan International IMPAC Dublin Literary Award 2003 (Irlandia).

Percayalah, hidup itu ujian.

Buku Benim Adim Kirmizi ia persembahkan untuk Ruya, anak perempuannya. Orham Pamuk pernah menikah dengan Aylin Turegen pada 1982 tetapi mereka bercerai sembilas tahun kemudian.

Karya-karya Pamuk umumnya bercirikan kegamangan atau hilangnya identitas yang sebagian ditimbulkan oleh benturan nilai-nilai Eropa dan Islam. Karya-karyanya kerap mengganggu dan menggelisahkan, dengan alur yang rumit dan memikat, serta penokohan yang kuat.

Terlepas dari segala kontroversi yang melingkupi penulisnya, bagi khalayak pembaca di Indonesia, novel My Name is Red tentu merupakan sebuah bacaan bermutu yang layak disimak. Melalui karya cemerlang yang diramu dengan intrik politik, dongeng klasik, dan kisah cinta bercabang yang getir ini, Orhan Pamuk membuktikan diri sebagai salah satu sastrawan terkemuka dunia masa kini.

“Yang puitik, yang ‘aneh’, yang tak harus seratus persen dipahami, memang hadir dalam prosa Pamuk yang bisa halus, bisa kocak, bisa cemerlang, dan bisa mengejutkan itu. Dalam My Name is Red, pelbagai karakter bicara dalam sebuah cerita pembunuhan. Pada abad ke- 16 termasuk si korban ‘Aku sebuah mayat’, si pembunuh tak bernama, dan seekor anjing. Dan dari gaya yang semula realistis kita langsung masuk ke kisah si Hitam yang melakukan apa saja dalam waktu sepekan: menyeberangi Bosphorus, cerai lewat pengadilan, kawin secara meriah, memandikan mayat, dan potong rambut ....” (Goenawan Muhammad)


***


Clever Class, 14 Maret 2019: 11.19
Betty Irwanti Joko
Ibu Jesi
Nyi Bejo Pribumiluhur


Diolah dari My Name is Red
Orhan Pamuk, 2001
725 halaman
ISBN 979-1112-40-1
Penerbit Serambi Ilmu Semesta, 2006



Tantangan Ketiga Level 4 Read Challenge ODOP

11.36 0

RESENSI BUKU
LOST VOICE FROM TITANIC
The Definitive Oral Story


Nick Barrat
Arrow Books London 2009
330 halaman
ISBN 978-1-84809-151-1


Lost Voice from Titanic adalah buku catatan sejarah tentang banyak fakta mengenai kapal terbesar yang pernah ada di jagad raya, yaitu Titanic. Buku ini berisi latar belakang dibuatnya Titanic dan gambaran lengkap mengenai segala hal tentang konstruksinya dari yang sederhana sampai yang rumit.

Buku ini juga berisi gambaran keindahan kapal Titanic (ada 26 foto), penumpang-penumpangnya yang merupakan orang pilihan yang diceritakan lewat bukti-bukti surat yang dikumpulkan oleh penulis lewat penelusurannya secara online maupun offline.

This collection of testimonies will transport you back in time to the night in question, and vividly reveal what it was like to be on board the Titanic as it struk the iceberg and then made its final desecnt to the ocean floor. (page 89)

Kumpulan bukti-bukti surat atau testimoni-testimoni  ini akan mengantar Anda kembali ke masa lalu ke malam yang menjadi sejarah kelam dan dengan jelas mengungkapkan bagaimana rasanya berada di atas kapal Titanic saat ia menanbrak gunung es dan kemudian karam tak bersisa hingga ke dasar laut. (halaman 89)

Surat-surat yang tertulis dimulai dengan setting tanggal 10-13 April 1912. Dan betapa sangat mengerikannya malam itu saat Titanic tenggelam di malam bertanggal 14-15 April 1912. Malam yang menjadi legenda hingga masa sekarang. Bahkan film layar lebarnya pun abadi sepanjang masa meski cerita di dalamnya sedikit diimbuhi unsur fakta yang difiksikan.

Testimoni-testimoni yang ada di buku ini tidak hanya menampilkan sebelum dan saat kejadian. Setelah Titanic tenggelam ada juga banyak cerita teramat menyedihkan dari keluara penumpang kapal yang notabene berjumlah ribuan orang.

Of the 2207 souls on board the Titanic when it struck the iceberg, fewer than one third were rescued from the ocean. Yet along side the relief of the survivors came hope that loved ones might also be among the saved. the pain of realising that friens and family were not among the lucky ones taken on board the Carpatahia is succinctly described by Mrs Charlotte Collyer. She had left her husband on board the ship but clung to the possibilty that he had found a place in the lifeboats. (page 224)

Dari 2207 jiwa di atas kapal Titanic ketika menabrak gunung es, kurang dari sepertiga diselamatkan dari laut. Namun di samping itu, bantuan para korban selamat datang dengan harapan bahwa orang-orang terkasih mungkin juga termasuk di antara mereka yang diselamatkan. Kepedihan karena menyadari bahwa para saudara dan keluarga tidak termasuk di antara mereka yang beruntung dibawa naik ke Carpatahia dijelaskan dengan singkat oleh Ny. Charlotte Collyer. Dia termasuk yang selamat karena telah meninggalkan suaminya di atas kapal kemudian menyelamatkan diri dengan naik sekoci. (halaman 224)

Buku ini diakhiri dengan cerita-cerita dari para penumpang yang selamat. Bagaimana mereka melanjutkan hidup dan bagaimana mereka menjalani hidup tanpa orang-orang yang mereka cintai karena tenggelam bersama kapal Titanic.


Peresensi
Betty Irwanti, S.Pd.SD.
Guru Kelas VI SD Negeri Binangun 01
Kecamatan Bantarsari Kabupaten Cilacap

Tantangan 2 Level 4 Read Challenge ODOP

16.29 2

Biografi Singkat Nick Barratt
Penulis Buku Lost Voice From Titanic
The Definitive Oral Story

Nick Barrat lahir di Hammersmith, London pada tanggal 16 Mei 1970 dengan nama Nicholas David Barratt. Ia adalah seorang genealogi terkenal dari Inggris. Ia dididik di Hampton School, dan meraih gelar PhD dalam bidang sejarah dari King's College London. Sebelumnya juga menyelesaikan PhD dalam bidang keuangan negara dan sejarah fiskal juga dari King's College London. Dia kemudian bekerja di Kantor Catatan Publik, sekarang Arsip Nasional, dari 1996-2000 sebelum pergi bekerja sebagai peneliti spesialis di BBC.

Ia paling dikenal sebagai konsultan silsilah untuk seri 1 hingga 4 dari acara BBC: Who Do You Think You Are? Barratt adalah CEO dari Sticks Research Agency dan situs warisan pribadi Nation Memory Bank. Dia juga menghadirkan Live the Dream: As Seen on TV dengan Melissa Porter.

Pada April 2018 Barratt diangkat menjadi Direktur Perpustakaan Gedung Senat di Universitas London. Barratt telah membuat banyak penampilan TV, dan kreditnya termasuk House Detectives, Invasion, Omnibus dan Tujuh Keajaiban Dunia Industri yang dinominasikan oleh BAFTA. Sejak 2002, ia telah pindah ke penyajian, Misteri Sejarah, Sejarah Rumah Tersembunyi dan So You Think You Royal di televisi, dan Tracing Your Roots for Radio 4.

Karya yang diterbitkan oleh Nick Barrat diantaranya:
·         Menelusuri Sejarah Rumah Anda (Public Record Office, 2001)
·         House Starter Pack House (Public Record Office, 2002)
·         Jejak Sejarah (BBC, 2002)
·         Sejarah Perang Keluarga Anda (Belajar BBC, 2004)
·         Kamu pikir kamu siapa? : Lacak Pohon Keluarga Anda Kembali ke Tudor (bersama Anton Gill; HarperCollins, 2006)
·         Silsilah Online untuk Dummies (Wiley, 2006)
·         Detektif Keluarga (Ebury, 2006)
·         Kamu pikir kamu siapa? : Menemukan Pahlawan dan Penjahat di Keluarga Anda (bersama Dan Waddell; HarperCollins, 2006)
·         Suara Hilang dari Titanic: Sejarah Lisan Definitif (Pendahuluan, 2009)
·         Karya-karya lain termasuk banyak artikel akademik dan volume tentang sejarah abad pertengahan. Dia menulis kolom mingguan untuk The Daily Telegraph dan merupakan kontributor tetap untuk berbagai majalah sejarah keluarga.

Clever Class, Cilacap, 5 Maret 2019: 16.22
Ibu Jesi