Kangen Bukber

23.18

Ramadhan Writing Challenge
#RCO
#Day16
#OneDayOnePost
#Bukber

Kenapa harus ada bukber? Biar aku dan kamu bisa duduk bersama pada waktu dan tempat yang paling romantis. Kamu enggak tahu kalau aku diam-diam memerhatikanmu, karena di dekat kita ada teman-teman SMP kita.

Kenapa harus ada bukber? Supaya aku dan kamu bisa ketemu setelah berrtahun-tahun lamanya kita terpisahkan oleh jarak san waktu. Setahun yang lalu kita pernah hampir bertemu dalam acara bukber di rumah makan milik teman SMA, tapi atas kuasa-Nya urung jua agenda itu.

Kenapa harus ada bukber? Supaya aku dan kamu bisa saling memperkenalkan pasangan satu sama lain, agar pertemanan senantiasa berada dalam bentangan izin.

Kenapa harus ada bukber? Karena aku rindu padamu. Juga rindu padanya, teman-teman semasa SMA dulu. Pernahkah kamu bermimpi memakai seragam putih abu-abu lagi? Jawabanku jelas pernah. Karena entah mengapa rasanya rindu sekali dengan masa indah remaja masa milenium 2000-an.

Aku rindu saat bukber SMP beberapa tahun lalu, saat aku masih sendiri. Meski sepi karena memang tak banyak yang hadir tapi aku senang. Bahagia karena aku bisa kembali menjalin silaturrahmi kembali.

Kapan ada bukber SMA lagi? Kapan ada reuni lagi? Aku ingin sekali berkunjung ke sekolahku yang sekarang masih beralamat di Jalan Kalimantan Cilacap itu. Ya Rabbi, sungguh aku merindu.

Rindu itu sangat menggelayut, sampai kadang membuatku terhanyut. Andai bisa aku sekolah lagi, aku ingin bersekolah. Tapi apakah itu mungkin? Kalau suamiku bisa jadi mungkin. Sebab mukanya masih cute, memakai seragam putih abu pun sepertinya masih banyak yang mengira kalau beliau masih sekolah. Beliau selalu terlihat lebih muda dari umur yang sesungguhnya. Sedangkan aku?

Seperti waktu itu, saat berada di sebuah rumah sakit bersalin, saat program baby sekitar lima tahunan yang lalu.

"Assalamualaikum, selamat pagi Mas." tanya seorang petugas pendaftaran di loket depan.
"Wa'alaikumsalam, saya mau daftarkan istri saya."
"Ada KTP?"
Suamiku menyerahkan KTP-ku.
"Silakan tulis di formulirnya ya Mas. Ada data Mas juga, disitu."
Aku sibuk menulis formulir itu kemudian, dan ada yang salah sedikit di tahun lahir suami. Aku coret sedikit. Tapi tetap kuserahkan pada petugas tadi.
"Silakan tunggu ya, saya entri dulu. Nanti jika sudah siap kartunya, saya panggil"

Aku dan suami duduk di kursi ruang tunggu. Bersebelahan dengan beberapa pasangan yang memang datang untuk periksa juga. Sepertinya begitu.

Sepuluh menit kemudian namaku dipanggil. Aku menerima kartu periksa milikku, juga suamiku. Saat kubaca data di kartu, rasanya ada yang keliru.

"Mas, mas. Tahun lahirnya kok 1992?" tanyaku pada petugas pendaftaran yang baru saja menyerahkan kartu periksa padaku.
"Saya isi sesuai data yang Mbak isi."
"Iya, tadi saya isi 1982 kok?"
"Sebentar saya lihat lagi" jawabnya sambil mencari formulir yang tadi kuisi.
"Ini Mbak!"
"Ini salah angka Mas, makanya saya coret. Tolong dibetulkan ya!"
"Baik bu, tapi sementara pakai yang sudah jadi dulu."
"Nggak bisa langsung ganti Mas?"
"Prosedurnya begitu, data saya rubah tapi kartunya tetap."
Aku manggut-manggut sambil berjalan ke arah suamiku yang pasti sedari tadi sudah menunggu. Bisa jadi beliau bertanya, ada apa denganku.

Tapi ternyata, beliau tidak sempat bertanya karena namaku keburu dipanggil ke ruang perawat, untuk cek tensi dan lain-lain. Sesekali aku memandangi suamiku. Ah, memang. Tidak ada yang perlu dibetulkan. Data tahun lahirnya salah? Biarkan saja. Memang beliau masih pantas kok ukuran segitu. Lihat saja penampilannya, kaos warna biru terang dan jeans bermerek itu sangat pas. Membuatnya sepuluh tahun lebih muda dari umurnya yang sebenarnya.

"Yang, habis ini kita mau ke mana?" tanyaku spontan pada suamiku tercinta.
"Gimana kalau kita pulang sorean saja. Sambil nunggu buka."
"Tapi ini masih siang, yang,"
"Kita ke Masjid Agung dulu yuk! Ada acara kajian di sana."
"Kajian? Kajian apa? Tahu dari mana ada kajian?"
"Kajian tentang Qur'an. Kan nanti malam malam tujuh belas Ramadhan. Malam Nuzulul Qur'an. Aku tahu dari grup sekolahan dong."
Aku manggut-manggut. Oke baiklah. Cuss otw to Masjid Agung Darussalam Cilacap.

Kami berdua khusyuk menyimak kajian demi kajian. Tidak terasa sudah hampir datang waktunya salat 'ashar. Kami salat sekalian. Kemudian cuss, kami otw pulang ke rumah. Sudah ada Kakak dan Kedua orang tua yang menunggu kepulangan.

"Yang, jalan yang pelan saja ya. Aku kepengen mampir bukber."
"Bukber?"
"Bukber sama siapa?"
"Bukber sama ayang,"
"Lha, tiap hari juga bukber, di rumah."
"Aku kepengen bukber di luar, biar kelihatan spesial begitu."
"Halah, gaya. Kan kasihan Mamah sudah masak di rumah buat kita."
"Oh, jadi nggak mau nih ceritanya?"
Aku diam. Suamiku juga diam.
"Beli bakso aja, Mamah kan suka bakso."

Ya udah deh, bukbernya lain kali saja kalau begitu.

Aku ingin bukber. Tapi bukber yang istimewa. Se istimewa hari itu dan hari-hariku yang lainnya. Apalagi Ramadhan tahun ini begitu istimewa. Istimewanya apa? Ada suami yang tetap terlihat lebih muda sepuluh tahun dari umur aslinya dan ada Bebi Jesi yang semakin hari semakin terlihat luar biasa.

Ah, rasanya nuansa bukber itu setiap hari selalu ada di Rumah Clever. Bagaimana tidak? Suasana riang saat bedug Maghrib menggema dari masjid dekat rumah selalu menjadi pertanda gembira yang menjadikan semua anggota keluarga berkumpul di satu titik, di depan televisi, di dalam ruang keluarga untuk bercengkerama.

Ah, rasanya nuansa bukber itu selalu istimewa sebab ada menu-menu istimewa meski itu sederhana. Seperti hari ini ada sayur bening bayam dan sayur oyong tahu juga ada gorengan. Gorengan itu jadi menu wajib yang dicari tiap sore sambil ngabuburit bersama Bebi Jesi, Kakak Fatih, Ayah Jose dan Ibu Jesi.

Jadi, apa menu bukbermu bersama keluarga hari ini? Jika menurutmu menunya biasa saja, coba saja menu-menu di bawah ini. Lengkap untuk sajian sebulan penuh sejak hari pertama. Rekomendasi menu ini Ibu Jesi dapat dari WAG Grup TNB 22. Silakan di simak ya.

Rekomendasi Menu Ramadhan Tahun 2019, berikut ini:

*MENU BUKA PUASA 1 BULAN*

*HARI KE 1*

1. Jus Buah
2. Sup bakso sayuran
3. Perkedel kentang
4. Ayam goreng tepung
5. Sambal kecap
6. Kerupuk Udang

*HARI KE 2*

1. Es Teler
2. Sayur lodeh
3. Ayam Panggang Bumbu Kecap
4. Rempeyek teri atau ikan asin
5. Tempe/tahu goreng
6. Sambal bajak

*HARI KE 3*

1. Es Kelapa Muda
2. Rawong daging
3. Perkedel Kentang
4. Tempe Goreng
5. Sambal terasi
6. Kerupuk udang

*HARI KE 4*

1. Es Dawet sagu
2. Sayur asam Jakarta
3. Pepes ikan
4. Ikan goreng
5. Dadar jagung
6. Sambal terasi

*HARI KE 5*

1. Es Cincau
2. Capcay kuah
3. Ayam tepung saus lemon
4. Mie Goreng sayuran
5. Bola-bola tahu

*HARI KE 6*

1. Kolak pisang dan labu kuning
2. Soto ayam lengkap
3. Balado ceker pedas
4. Kerupuk udang
5. Sambal kemiri

*HARI KE 7*

1. Es Teh manis
2. Sayur kunci bayem dan jagung manis
3. Ikan goreng
4. Dadar jagung
5. Sambal goreng udang/kerang
6. Sambal terasi

*HARI KE 8*

1. Es Garbis serut
2. Sayur Lodeh nangka muda
3. Empal Gepuk
4. Rempeyek udang
5. Kerupuk

*HARI KE 9*

1. Es mutiara
2. Sup Makaroni
3. Krengseng Daging
4. Tempe Goreng Tepung
5. Kerupuk

*HARI KE 10*

1. Es Kopyor
2. Rendang Daging
3. Oseng Daun Singkong + teri
4. Tempe goreng
5. Sambal cabai Ijo

*HARI KE 11*

1. Setup Tape manis (Es Tape)
2. Cah Baso sayuran
3. Mie kuah baso
4. Udang Goreng Tepung
5. Tempe Goreng Tepung
6. Sambal bajak

*HARI KE 12*

1. Es timun suri
2. Sayur asem kangkung
3. Sate ampela pedas
4. Perkedel Jagung
5. Sambal terasi
6. Ikan asin goreng tepung

*HARI KE 13*

1. Es Cao gula gendheng
2. Bali ayam
3. Pecel sayuran
4. Perkedel Kentang
5. Telur dadar

*HARI KE 14*

1. Es jeruk manis
2. Ikan bakar pedas
3. Cap Cay Goreng
4. Tahu telur isi bihun
5. Cah Kacang panjang

*HARI KE 15*

1. Bubur kacang hijau
2. Sup ayam
3. Fillet ikan kakap
4. Perkedel kentang
5. Sambal kecap
6. Kerupuk udang

*HARI KE 16*

1. Kolak Pisang kolang-kaling
2. Sayur bobor bayam dan jagung sisir
3. Ayam Bumbu Rujak
4. Tempe Goreng Tepung
5. Sambal

*HARI KE 17*

1. Sop buah
2. Kare ayam + tahu
3. Orek tempe
4. Sambal bajak
5. Kerupuk

*HARI KE 18*

1. Es Buah rumput laut
2. Sambal goreng labu siam + tempe + udang, dan cecek
3. Bihun goreng sayuran
4. Rempeyek Kacang
5. Sambal terasi
6. Kerupuk

*HARI KE 19*

1. Es Pisang ijo
2. Paru Goreng
3. Sup oyong bakso
4. Rempeyek teri
5. Tahu telur
6. Sambal bawang

*HARI KE 20*

1. Es kelapa muda
2. Soto daging
3. Capjay goreng
4. Fillet ayam tepung
5. Sambal kemiri
6. Kerupuk udang

*HARI KE 21*

1. Es Dawet beras
2. Opor ayam
3. Sambal goreng ati kentang
4. Kerupuk udang
5. Perkedel kentang
6. Sambal bajak

*HARI KE 22*

1. Kolak pisang ubi
2. Cah kangkung udang
3. Ikan goreng
4. Tempe goreng tepung
5. Dadar sayuran
6. Sambal bawang

*HARI KE 23*

1. Es timun suri
2. Rawon tulang
3. Tempe goreng tepung
4. Dadar telur
5. Sambal terasi
6. Kerupuk udang

*HARI KE 24*

1. Bubur Sumsum campur
2. Sayur asem Jakarta
3. Empal daging
4. Empel-empel tempe
5. Kerupuk Udang
6. Sambal terasi

*HARI KE 25*

1. Kolak Pisang
2. Sayur bobor
3. Ayam goreng lengkuas
4. Perkedel Jagung
5. Tahu bacem
6. Sambal tomat

*HARI KE 26*

1. Es Cincau
2. Ayam kecap pedas
3. Tumis sawi
4. Sambal Goreng Kentang + Udang
5. Kerupuk Kulit

*HARI KE 27*

1. Es teller
2. Krengsengan daging telur puyuh
3. Oseng sayuran
4. Tahu goreng
5. Sambal bawang
6. Kerupuk

*HARI KE 28*

1. Es Campur
2. Sayur kunci bayam dan oyong
3. Ayam bumbu bali
4. Perkedel Jagung
5. Tempe goreng
6. Sambal bawang
7. Kerupuk

*HARI KE 29*

1. Dawet campur
2. Tumis brokoli udang
3. Ayam Bakar
4. Sambal pencit
5. Tempe goreng
6. Lalapan

*HARI KE 30*

1. Es Pisang Ijo
2. Mie goreng sayuran
3. Ayam kecap
4. Sambal goreng buncis dan telur puyuh
5. Telur dadar
6. Sambal bajak

Semoga bukbermu menyenangkan ya. Selamat mencoba.

Salam untuk semua. Selamat malam. Selamat istirahat.


🌸

@RumahClever, Cilacap, 21 Mei 2019: 23.13.
Mulai menulis pukul 22.22.
Betty Irwanti Joko
Ibu Jesi
Nyi Bejo Pribumiluhur

#1656kata

Lifestyle Blogger

Artikel Terkait

Previous
Next Post »