Rumah Clever

09.34

Ramadhan Writing Challenge
#RCO 
#Day8
#OneDayOnePost
#Rumah


Ba’da Subuh tadi pagi, Ayah Jose baru pulang salat jamaah di masjid. Beliau sudah bersiap dengan seragam hitam-hitam beraksen hijau. Meski setiap Ramadhan jam kerjanya dimajukan setengah jam tapi beliau tetap berangkat seperti biasa. Pukul 05.00 itu sudah kesiangan katanya.


Ibu Jesi beranjak dari tempatnya duduk dan menaruh mushaf Al Qur’an ke atas kulkas. Mencium tangan suaminya kemudian melepas mukenah yang di pakainya.


“Bu, dompet Ayah mana?”
“Itu, di dalam lemari kaca,”
Ayah Jose menemukan dompet lalu membukanya. Memberikan dua lembar uang kerta berwarna biru kepada sang istri tercinta.
“Taruh di kaca saja yah, biar nggak kebawa Ibu ke sekolah. Biasanya kan juga ditaruh di situ.”
“Oh, oke.”


Ayah Jose memakai jaket sambil berjalan ke ara dapur, Ibu Jesi mengeluarkan sepeda motor Supra X 125 berwarna hitam merah lalu menyerahkan helm hitam kepada suminya.

“Yah, besok Rabu sekolahmu jadi bazar?”
“Iya. Aku dapat dua kupo tebus murah. Nggak tahu bisa kebeli apa nggak nanti?”
“Masih ada uang kan?”
Ayah Jose bergeming.
“Ya beli aja Yah, sayang kalau nggak dibeli. Nolak rezeki.”
“Boleh deh. Yang penting siap-siap irit. Anggaran sudah menipis...”
Ibu Jesi tertawa.
“Itu kemarin kata Pak Kurnia, THR turun tanggal 24 ya. Bener apa nggak sih?”
“Nggak tahu. Semoga saja benar. Utang kita masih banyak kan...”
Ibu Jesi melongo, nyegir kuda.
“Iya, yah. Aku tahu.”
Ayah Jose menyalakan sepeda motor, Ibu Jesi mencium tangan suaminya. Ayah Jose mencium kening, pipi kiri, pipi kanan dan (sensor).
“Hati-hati ya Yah. Ibu dan Jesi mendo’akan selalu. Rumah Clever selalu menunggu kedatangan Ayah.”
Ayah Jose tersenyum.
“Iya sayang, Assalamu’alaikum...”
“Wa’alaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh”
Ibu Jesi menutup pintu dapur lalu menyelesaikan urusan cucian, menyapu rumah, menjemur pakaian.


“Ayah... Ayah...”
Ibu Jesi berlari, itu suara khas Bebi Jesi setiap bangun dari tidur. Yang dicari bukan ibunya, tapi ayahnya.
“Ayah kerja sayang...”
“Aja... Ayah di rumah, sama Jesi.”
“Jesi mau nenen?”
“He eh.”
Ibu Jesi mendekat, membelai rambut puteri kecilnya.
Mbah Uti mendekat, “Jesi sudah bangun?”
“Aja...”
“Jesi mau naik odong-odong?”
“Aja...”
Mbah Uti ke luar dari kamar. Kakak Fatih masuk.
“Jesi, Kakak mau sekolah dulu ya?”
“Aja...”
Kakak Fatih berlari ke luar kamar.
“Jesi pinjam gadget Kakak!”
“Nanti kalau Kakak sudah pulang ya...”
“Aja...”
Bebi Jesi merajuk. Mbah Uti mendekat.
“Antar Kakak yuk Jes, nanti beli jajan di pasar.”
“Beli yang hijau-hijau ya Mbah, jangan beli ikan terus. Nggak habis kan sayang.”
“Beli apa sih Bu? Kangkung?”
“Ya boleh. Oyong apa apa. Bosen juga lauk amisan terus, jadi gatal kan? Lagi kepengin yang seger.”
Bebi Jesi bangun digendong Mbah Uti.
“Mana uangnya?”
“Di tempat biasa Mbah.”


Ibu Jesi bersiap untuk berangkat sekolah. Saat mengayuh sepeda, rasanya berat sekali, ada yang aneh.
“Kalau habis dipinjam orang itu lah pasti jadi nggak enak dipakai lho sepedanya. Gancet ini remnya. Gimana mbenerinnya lagi.”
Sesampainya di sekolah, baru ada pak penjaga sekolah. Ibu Jesi langsung membuka gadgetnya. Mencari info sebab sejak sore dia off. Gadgetnya di cas dan sudah tidak sempat lagi membuka.
Bebi Jesi merajuk lagi saat adzan Isya berkumandang tadi malam, kali ini tidak dengan alasan mengantuk dan ingin tidur. Tapi ayah dan ibunya harus di rumah. Bebi oh Bebi.
“Ayah, Jesi mau ke kamar.”
“Lho, kok ke kamar? Kan mau tarawih?”
“Nggak boleh...”
“Lho, kok nggak boleh?’
Bebi Jesi bergeming sambil nenen ibunya.
Mbah Uti masuk kamar, “Tadi waktu dengar adzan dia langsung minta pulang lho Bu,”
Ibu Jesi menengok sambil membelai rambut puteri kecilnya.
“Tadi Jesi habis dari rumah Mbak Maya, ya? Ibu Maya juga.”
“Iya, malah langsung bangun waktu nenen Ibu. Katanya, Jesi lagi tidur malah ditinggal. Nggak ditungguin” jawab Mbah Uti.
“Malah langsung lari-lari kan ya?” tambah Ayah Jose.
Seisi kamar tertawa.
“Aja...”
Mbah Uti ke luar kamar, “Ya sudah di rumah saja. Ibu sama ayah tarawih di rumah ya...”
Ayah Jose dan Ibu Jesi berpandangan. Jesi masih bergeming.


“Jes, kenapa Jesi nggak mau tarawih?” tanya Ayah.
Bebi Jesi diam.
“Jes, kenapa Jesi nggak mau tarawih?” tanya Ibu.
Bebi Jesi bangkit, lalu jungkir balik di atas kasur. “Jesi mau pinjam gadget ayah.”
“Jesi temenin ayah aja yuk, beli obat!”
“Obat? Obat apa yah?”
“Kayaknya ayah mau flu. Nggak enak banget rasanya.”
“Mau beli apa?”
“Mau beli koyo juga?”
“Koyo?”
“Iya,”
“Beli yang kayak iklan di TV aja tuh.”
“Sudah nggak tahan nunggu besok.”
Ayah oh Ayah, GWS ya...


©©©


Sesampai di sekolah sekitar pukul 07.00, Ibu Jesi langsung masuk ke kantor. Menunggu beberapa rekan sambil menulis beberapa chat dan draft undangan yang seharusnya sudah di posting di WAG PGRI Ranting sejak semalam.


Selesai draft dia pun mempostingnya di WAG dan status WA-nya. Kemudian laptop ia nyalakan. Untuk membuat undangan cetaknya. Ia akan mencetak menunggu Pak Kurnia, sebab instalan printer belum terkoneksi, harus copas drivernya dulu menggunakan flashdisk. Atau menunggu informasi di mana simpanan CD driver printernya. Ibu Jesi masih harus sabar menunggu.
Sambil menunggu Pak Kurnia, ia membuka file lamanya tentang Rumah Clever. Ia menemukan file pertanggal 17 Januari 2018 pukul 08.21.


SSSSSSSSSSSS

Bismillahirrohmanirrohiim

Perkenalkan, saya Betty Irwanti. Guru Kelas 6 di SD Negeri Binangun 01 Kecamatan Bantarsari Kabupaten Cilacap.

Suami saya bernama Joko Septiono, beliau sehari-hari bekerja di SD Islam Al Azhar 16 Cilacap.

Kami berdua sejak lama memang sudah pernah membuka kelas di rumah, untuk anak yang ingin tambahan kelas maupun belajar Bahasa Inggris. Sementara saya hamil dan melahirkan, kelas sedang cuti. Kemudian sejak akhir Oktober lalu, kelas mulai berjalan kembali. Dan kesibukan benar-benar memuncak saat libur semester tepat di akhir tahun kemarin.

Berawal dari aktifitas akhir tahun 2017 lalu, saat anak-anak kelas 6 tambahan kelas dan banyak anak lain yang latihan pesta siaga di rumah saya. Saya dan suami beride untuk membuat Rumah Clever.

Kenapa Rumah Clever?

Karena kami ingin anak-anak yang belajar di tempat kami menjadi anak yang clever (pinter): pandai, cerdas, religious, mandiri dan berbudi.

Terlebih karena Clever adalah anak kami yang baru berusia genap satu tahun, tepat hari ini (Rabu, 17 Januari 2018)

Semoga niat baik kami disambut baik oleh semua dan menjadi amal baik bagi kita semua. Tersebab kelas yang saya adakan ada yang benar-benar free. Jelas ada juga yang tidak free, ini semata demi ketersediaan logistic yang memang butuh dana serta supaya kami bisa mengembangkan kegiatan dengan leluasa sebab terus terang fasilitas masih minim adanya.

Kami menerima saran, kritik, atau apapun yang membangun Rumah Clever ini. Tak lupa kami selalu mohon do’a dan dukungannya dari semua.

Rumah Clever resmi kami launching pada hari ini.

Ttd (Betty&Joko)
Founder & Owner Rumah Clever

Rumah Clever akan membuka kelas baru mulai awal Pebruari

Bagi yang berminat untuk mengikuti kelas apa saja, bisa mendaftar via WA di 082285823300 atau 085647843966.

Yang penasaran dengan segala kegiatan di Rumah Clever, nantinya akan ada fanspage khusus Rumah Clever. Tentu saja harus bersabar ya, karena kami juga baru saja belajar memulainya dari awal.

Motto Rumah Clever adalah Belajar. Berbagi. Bersama.
Belajar Sepanjang Hayat. Berbagi  Ilmu Manfaat. Bersama Meraih Hikmat.

Mari kita belajar selama hayat masih dikandung badan. Membagi segala pengetahuan agar kelak tetap ada generasi berilmu yang membawa manfaat bagi ummat. Karena ilmu yang dibagi tidak akan habis, justru semakin terisi. Bersama meraih kehidupan penuh hikmah (hikmat) dalam rangka menggapai kebahagiaan dunia dan akhirat.

Aamiin.

Noted Class:

©      Internal Class, khusus untuk anak kelas 6 SDN Binangun 01
©      English Class, dibuka untuk anak usia SD-SMP
©      External Class, dibuka untuk anak usia SD
©      Weekend Class1, kelas menggambar dan mewarnai
©      Weekend Class 2, kelas menulis
©      Weekend Class 3, kelas berhitung
©      Weekend Class 4, kelas bakat

 SSSSSSSSSSSS




Kapan ya Rumah Clever bisa aktif lagi?
Ibu Jesi sendiri belum tahu.
Sekarang Ibu Jesi mau download driver printer dulu ya, ternyata laptop tidak bisa membaca CD.
Selamat beraktivitas ya semua.
Semoga selalu sehat dan bahagia. Aamiin.
Oh, iya lupa.
Ibu Jesi nitip file undangan juga ya, maafkan jadi memperpanjang halaman bacaan. Tidak ada maksud pamer atau apapun.

@CleverClass, Cilacap, 14 Mei 2019: 09.04
Betty Irwanti Joko 
Ibu Jesi
Nyi Bejo Pribumiluhur
#1306kata

 SSSSSSSSSSSS

PGRI RANTING BINANGUN
KECAMATAN BANTARSARI
KABUPATEN CILACAP

Binangun, 14 Mei 2019
Nomor: 005/.../PGRIBIN/V/2019
Lampiran: -                                                                                
Hal: Undangan                                         

Kepada
Yth.      Bapak/Ibu Saudara/I
Seluruh anggota PGRI se desa Binangun
Di – Binangun

                        Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Marhaban ya Ramadhan. Marhaban ya sahros siyam. Selamat menunaikan ibadah puasa wajib tahun ini. Semoga keberkahan dan kebaikan senantiasa melingkupi kehidupan kita sekalian. Aamiin.
Dengan ini kami mengundang Bapak/ Ibu, Saudara/i seluruh anggota PGRI Ranting Binangun untuk hadir besok pada : 

Hari/tanggal:  Kamis, 16 Mei 2019
Waktu:  Pukul 09.00 WIB s/d selesai
Tempat:  SD Negeri Binangun 01 Kecamatan Bantarsari
Perihal:  Rapat Persiapan Silaturahmi PGRI Tahun 2019
Pakaian:  Menyesuaikan seragam dinas hari itu
Catatan:  Harap hadir tepat waktu
Keterangan:  Undangan cetak segera menyusul

Demikian undangan ini kami buat agar menjadi periksa adanya. Atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh



Mengetahui                                                                 Binangun, 14 Mei 2019
Ketua PGRI Ranting Binangun                                  Sekretaris



N PURNOMO SIDIK, S.Pd.                                    BETTY IRWANTI, S.Pd.SD





Lifestyle Blogger

Artikel Terkait

Previous
Next Post »