Bersabarlah, Hidup itu Ujian!

17.17


#Day23
#OneDayOnePost
#EstrilookCommunity

#Day23
#OneDayOnePost
#KomunitasODOP
#PjOprecOdop7
#GrupTokyo
#DosbingNAC

TIPS BERSABAR SAAT DIUJI ATAU MENDAPATKAN COBAAN

Percayalah hidup itu ujian. Ujian itu bisa datang tiba-tiba. Ujian juga kadang datang tanpa diundang. Pergi tanpa diantar. (Lho, kok kayak Jaelangkung).

Bukan. Ini ujian. Bukan Jaelangkung. Ujian itu seringkali juga disebut dengan cobaan. Sebenarnya ada ujian itu berbeda dengan cobaan. Apa iya? Ya jelas. Ujian bisa dialami siapa saja, dari anak sekolah pun mengalami ujian. Coba, apa pernah kamu mendengar Cobaan Tengah Semester atau Cobaan Semester? Yang ada Ujian Tengah Semester dan Ujian Semester kan? Hmmhmmm

Percayalah, saat ujian datang, itu artinya kita sedang diuji. Bisa jadi kita mendapatkan cobaan kala itu. Yang paling penting saat ujian datang adalah sabar, sabar dan sabar. Ada 7 cara yang bisa membuat Ibu Jesi lebih bersabar menghadapinya.

1. Bersyukur

Hari ini bisa saja aku mengeluh karena cuaca hujan, atau bersyukur karena rerumputan tersirami secara gratis. Hari ini bisa saja aku merengek karena harus pergi kerja atau bisa saja bergembira karena memiliki sesuatu untuk dikerjakan.

Hari ini bisa saja aku merengek karena temanku sedikit atau bisa bersemangat untuk menemukan teman baru. Hari ini aku bisa saja menggerutu karena kondisi kesehatanku atau merasa senang karena sampai saat ini aku masih hidup.

Hari ini aku harus menangis karena bunga mawar memiliki duri, atau aku bisa bersyukur bahwa diri ini telah memiliki bunga mawar itu. Hari ini bisa saja aku merajuk karena kekasihku mengabaikanku atau kembali menghubungi meski egois kadang menghalangi semua itu terjadi. Tugasku adalah menentukan hari apa yang akan kujalani. Bagaimana denganmu?

2. Tabah dan tawakal

Jadikanlah sabar dan salat sebagai penolong agar kita selalu menjadi makhluk-Nya yang beruntung. Tabah itu berlaku bagi orang-orang yang sudah bisa melegakan semuanya. Mengikhlaskan kejadian apapun agar tak menjadi beban, melainkan ujian dan cobaan yang datangnya hanya dari Allah.

Orang yang tabah, bukan berarti orang itu tak pernah menangis. Menangis boleh. Agar hati kita tak menjadi sekeras batu. Agar kebekuan dalam hati kita mencair dengan tangisan yang pecah. Bahkan saat tangis kita hanya bisa disimpan di dada, berhati-hatilah mungkin suatu saat bisa meledak dan akan berbahaya bagi kesehatan jiwa dan raga.

Kembalikan semua pada Sang Maha Pencipta. Agar seberapa rumit pun urusan kita, percaya dan yakin bahwa itu sudah ditakar, insyaallah kita bisa melewati dengan baik. Allah tidak akan membebankan sesuatu di luar kemampuan kita. Percayalah!

3. Nyaman dengan ketidaknyamanan

Ini hal sulit. Misalnya saat kita diuji dengan cobaan, kita harus ridho atas apa yang terjadi dengan kita. Atau ketika diuji dengan banyak kesibukan, DL menumpuk, maka kita harus menikmatinya. Agar semua bisa kita selesaikan meski dengan cara pelan-pelan.

Mungkin saat kita sakit, kita harus bisa menerima bahwa kita ini sakit. Dengan cara ini semangat untuk sembuh bisa sempurna membulat. Jika saat sakit saja kita mengeluh, terus-terusan bersumpah serapah, kemungkinan kepala justru akan semakin sakit karena kita hanya jalan di tempat. Tidak segera melakukan tindakan nyata.

Nyaman saat kita disakiti oleh orang lain, dengan ketidaknyamanan tersebut kita bisa introspeksi diri sebenarnya apa yang kurang dengan diri ini. Mungkin bisa jadi dalam pergaulan hidup kita kurang membuat nyaman orang lain.

4. Menunggu masalah reda dengan sendirinya

Masalah yang datang bisa besar atau kecil. Bisa jadi masalah itu kecil, tapi dibesar-besarkan. Hasilnya masalah terlihat ruwet meski sebenarnya sederhana saja bisa diselesaikan dengan baik-baik.

Jangan membesar-besarkan masalah yang sebenarnya kecil. Jangan juga menyepelekan masalah yang besar dengan menunda untuk menyelesaikannya. Segera komunikasikan dengan baik. Selesaikan masalah saat itu juga agar hari demi hari tidak semakin membukit.

Jika segalanya sudah kita lakukan tapi masalah masih saja menyertai, menunggu masalah reda dengan sendirinya bisa jadi solusi. Segera menyepi. No comment sajalah, kalau kata artis Desi Ratna Sari.

5. Tarik napas dalam-dalam

Saat masalah mulai menyesakkan dada. Saat problema mulai meraja. Kita butuh udara dengan kadar oksigen lebih dari biasanya.

Tariklah napas dalam-dalam melalui rongga hidung, kemudian hempaskan pelan-pelan. Alangkah baiknya jika dibarengi dengan dzikir dan do'a yang frekuensi diperbanyak. Ini agar kita selalu mengingat kekuasaan Sang Maha.

Bahwa semua yang terjadi dengan kita adalah atas kehendak-Nya.

6. Cobalah memaafkan

Maafkanlah jika masalah itu datang sebab seseorang. Orang yang memaafkan jauh lebih baik dari pada membiarkan sakit hati menguasai hati dan pikiran.

Jika ternyata kita yang bersalah, maka minta maaflah. Itu tidak akan membuatmu menjadi hina. Justru dengan meminta maaf hatimu akan menjadi lega.

Percayalah, Allah menyukai orang yang meminta maaf terlebih dahulu. Entah dia bersalah atau tidak. Maaf memaafkan menjadi hal penting agar kelak tidak ada dendam yang bersemayam.

7. Jangan membalas dendam

Jika masalah itu datang karena seseorang maka, maafkanlah, jangan membalas dendam. Orang yang di dalam hatinya dikuasai rasa dendam hidupnya pasti tidak tenang. Ia akan terus mencari cara untuk membalas, dengan cara apapun dan di saat kapan pun.

Berpikirlah dengan jernih, akan ada masalah baru jika kita membalaskan dendam. Bukankah lebih baik kita menyudahi dengan damai tanpa perlu mengungkit kembali? Tutup rapat semua pintu, agar dendam sekalipun takut masuk ke dalam hatimu.

Sungguh, orang yang mulai adalah orang yang tak pernah terbesit untuk berprasangka buruk terhadap yang lainnya, apalagi mendendam. Sifat dan sikap itu sudah di buang jauh-jauh agar hidup kita tenang dan bisa dengan segera menyelesaikan setiap masalah, ujian dan cobaan dalam hidup kita.

Percayalah, hidup itu ujian. Ujian datang untuk membuat kita naik kelas.
Jadi, tetap tenang dan tabah ya!

Keep Calm and Strong!

Lifestyle Blogger

Artikel Terkait

Previous
Next Post »