Bisnis atau Usaha yang Ingin Diwujudkan oleh Ibu Jesi

10.56


#Day24
#OneDayOnePost
#EstrilookCommunity

#Day24
#OneDayOnePost
#KomunitasODOP
#PjOprecOdop7
#GrupTokyo
#DosbingNAC

BISNIS ATAU USAHA YANG INGIN DIWUJUDKAN

Ibu Jesi sejak tanggal 17 Januari 2018 resmi menggelar acara Grand Launching Rumah Clever. Rumah Belajar yang punya motto: Berbagi. Belajar. Bersama. 
Belajar Sepanjang Hayat.  Berbagi  Ilmu Manfaat.  Bersama Meraih Hikmat.

Dari ide Rumah Clever tersebut kemudian munculah ide untuk membuat wadah untuk berkreatifitas yang kemudian diberi nama Clever World. Clever World menjadi tagline yang kemudian dikhususkan untuk nama blog Ibu Jesi.



Ada banyak lini di dalam Clever World setelah hampir dua tahun ini berjalan. Lini tersebut dibuat secara bertahap seperti dalam label setiap tulisan dalam blog ini. Ada Clever Book, Clever Class, Clever Family, Clever Team, Clever Food, Clever Notes, Clever Shop, Clever Story, Clever Wedding, Home Paper by Joko dan Clever Writing. Lable-label tersebut akan terus berkembang seiring dengan berkembangnya Clever World.


Beberapa label ingin Ibu Jesi kembangkan sebagai bisnis atau usaha sebenarnya. Meski keinginn itu masih sekedar cita-cita yang belum kapan terealisasi tapi apa salahnya memulai semua itu dengan bermimpi. Mimpi untuk sukses suatu hari nanti. 

Mimpi itu ingin Ibu Jesi uraikan satu persatu:


1. Clever Shop


Clever Shop adalah lini utama untuk distribusi Clever Book. Pada tulisan Ibu Jesi sebelumnya sudah dituliskan apa dan bagaiman Clever Shop itu. Yang menjadi cita-cita ketika Clever Shop bisa tidak hanya berjuang di ranah online, Ibu Jesi ingin membuka Clever Shop yang menjual barang secara offline.

Apa itu artinya? Artinya Ibu Jesi ingin punya toko, semacam bookstore, bisa jadi akan muncul nama Clever Bookstore. Bisa juga muncul nama Clever Shop semodel toko swalayan yang menjual berbagai macam kebutuhan dari A sampai Z.

Tidak hanya itu, Ibu Jesi juga bermimpi ingin suatu saat Clever Shop bisa punya aplikasi khusus semacam Shopee, Tokopedia atau aplikasi belanja sejenis yang kini meraja.



2. Clever Class

Clever Class adalah lini utama Rumah Clever. Rumah Clever pernah membuka kelas khusus pada tahun 2017. Clever Class  juga untuk kelas Ibu Jesi bersama anak-anak murid di sekolah. Bersama Rumah Clever dan Clever Class mari sama- sama kita belajar selama hayat masih dikandung badan. Membagi segala pengetahuan agar kelak tetap ada generasi berilmu yang membawa manfaat bagi ummat. Karena ilmu yang dibagi tidak akan habis, justru semakin terisi. Bersama meraih kehidupan penuh hikmah (hikmat) dalam rangka menggapai kebahagiaan dunia dan akhirat. Aamiin.

Clever Class pada awal berdirinya membuka:  Internal Class, khusus untuk anak kelas 6 SDN Binangun 01 Kecamatan Bantarsari. Ada  English Class, dibuka untuk anak usia SD-SMP. Ada  External Class, dibuka untuk anak usia SD.  Weekend Class1, kelas menggambar dan mewarnai. Weekend Class 2, kelas menulis.  Weekend Class 3, kelas berhitung Weekend Class 4, kelas bakat.

Ibu Jesi ingin membuka Clever Class Online nantinya. Clever Class yang membahas dunia tulis menulis atau dunia apapun yang kaitannya dengan belajar mengajar. Meski ia baru saja menjadi penulis pemula tapi setidaknya ia punya banyak teman yang sudah mahir dalam dunia kepenulisan. Apa salahnya berkolaborasi dalam berkarya. Atau bisa jadi suatu saat bersama Ayah Jose, niat ini bisa menjadi nyata.




3. Clever Food Court

Bukan tanpa alasan kemudian Ibu Jesi ingin membuka Food Court. Ada dua anggota The Clever Family yang mahir memasak untuk masakan sederhana sampai masakan yang kompleks. Dari masakan masakan Indonesia sampai masakan luar negeri. Bahkan mereka mengkhususkan diri serupa chef profesional International Food.

Masakan yang selama ini baru Ibu Jesi lihat secara virtual karena setiap hari lewat WA Grup The Clever Family  pasti ada saja menu yang dibuat. Hari ini saja ada menu martabak spesial yang dibuat oleh Mamih Jesi yang ada di Hongkong sana.

Food Court dengan tagline; Cleverlicious, bisa jadi akan jadi kolaborasi solid antara sang menantu dan sang mertua yang sekarang ini sedang berbahagia dengan kelahiran Baby G. Bisa jadi kelak Baby G juga akan menjadi chef ternama.


4. Clever Wedding Organizer

Bukan tanpa alasan juga Ibu Jesi ingin membuat usaha WO alias Wedding Organizer. Dulu, rentang waktu akhir tahun 2012 sampai Agustus 2013, Ibu Jesi menyiapkan pernikahannya sendiri. Mulai dari memilih mahar, seserahan bahkan sampai menghias dan membuatnya sendiri. Dari situlah muncul ide membuat Home Paper by Joko.

Dua tahun yang lalu juga kolaborasi apik antara Ibu dan Ayah Jesi, berhasil menyajikan seserahan dan mahar yang sempurna untuk Clever Wedding Project 1, yaitu pernikahan yang kini telah dikaruniai Baby G sebagai penerus generasi.

Tahukah kamu teman-teman? Ibu dan Ayah Jesi juga sudah sejak beberapa waktu yang lalu, mempersiapkan Clever Wedding Project 2 dari A-Z untuk pernikahan adik bungsu Ibu Jesi. Meski sementara ini juga ada kesibukan untuk pernikahan adik sepupu tercinta yang tinggal satu bulan dari sekarang ini.



5. Clever Design

Tahukah kamu teman-teman? Semua gambar-gambar dan foto cantik di blog ini adalah hasil karya tangan Ibu Jesi sendiri. Dibantu diskusi cantik dengan ahli colorist yang pernah 3 tahun bekerja di Bali, design-design cantik itu sempurna tercipta kemudian.

Menggunakan fitur aplikasi yang sudah ada, Ibu Jesi dengan apik membuat rangkain yang dipadukan dengan gambar dan tulisan yang berwarna. Ah, bakat ini serupa kejelian pada hal-hal detail yang unik meski Ibu Jesi tidak mempunyai bakat menggambar sama sekali. Sungguh. Ia hanya orang yang selalu bersemangat untuk terus belajar dan belajar. Ia hanya orang yang selalu antusias untuk belajar hal-hal baru yang menurutnya menyenangkan.

Clever Design adalah caranya menulis lewat gambar dan keindahan. Ibu Jesi mewajibkan diri untuk membuat konten dengan latar belakang. Ia merasa kurang sreg pada tulisan yang tidak menyertakan gambar. Kelak, semoga Clever Design bisa berkembang dan suatu saat Ibu Jesi berimpi suatu saat bisa membuat cover buku sendiri.


6. Clever Media

3 dari 11 member The Clever Family adalah seorang tukang gambar. Bahkan mereka sudah bisa disebut drafter professional. Satu orang diantara mereka adalah seorang progammer. Seorang teknisi blog yang luar biasa. Tidak diragukan lagi kemampuannya. Ibu Jesi bahkan meminta bantuannya saat mengganti alamat fasebejo.blogspot.com menjadi alamat bettyirwantijoko.com.

Dialah teknisi blog ini. Dia yang bisa duduk selama berjam-jam jika sudah di depan laptop. Dia juga yang sudah bisa meraup ratusan dolar dari kegiatan ini. Bisa jadi Clever Media akan menjadi wadahnya berkarya dan mendampingi anggota keluarga untuk berkarya.

Tidak menutup kemungkinan juga jika dia akan membuka opening job berkaitan dengan dunia media yang semakin hari akan semakin berkembang pastinya. Solusi ini sangat membantu Ibu Jesi yang awam sekali dunia teknisi beginit. Ibu Jesi baru belajar menuli saja. Belum belajar ke hal-hal njlimet dan rumit macam begini. Clever Media juga bisa jadi solusi bagi teman-teman yang ingin meminta bantuan kaitannya dengan media apapun.




7. Clever Farmer Line

Lahir dari pasangan orang tua yang keduanya adalah petani, Ibu Jesi ingin sekali belajar menjadi petani. Bukan hal yang tidak mungkin suatu saat ia akan belajar langsung pada Mbah Kakung dan Mbah Uti yang selain pernah menjadi petani sukses pada masanya, beliau adalah seorang ahli tanam yang luar biasa,

Ibu Jesi mewarisi bakat dari Mbah Kakung yang pada masanya pula pernah menjadi penjual padi paling sukses. Dia belajar bagiamana seharusnya menjadi seorang preneur sejati. Kecerdasan yang dimiliki Mbah Kakung yang sempurna dimiliki sejak kecil kemudian diturunkan pada anak-anak dan cucunya. Kemampuan bergaul yang dimiliki oleh Mbah Kakung juga sempurna menurun pada Ibu Jesi.  

Lihat saja Mbah Yuyutnya Jesi. Usianya yang sudah lanjut, beliau masih berkenan untuk bercocok tanam di lahan pekarangan sebelah timur Rumah Clever. Beliau adalah guru terbaik untuk belajar menanam apapun. Melalui Clver Farmer Line Ibu Jesi ingin ilmu yang berasal dari silsilah petani itu tidak hilang begitu saja. Ilmu itu akan menurun dan siapa tahu akan ada yang menjadi petani besar nan sukses seperti Mbah Kakung dulu, sekitar tahun 1980-2000 an.

Mari wujudkan satu persatu bisnis atau usaha ini meski rasanya masih seperti mimpi. 

Ketakutan membunuh lebih banyak daripada kegagalan yang mungkin akan terjadi.

Semoga 7 mimpi di atas tak hanya akan menjadi mimpi yang terlalu tinggi karena hanya dibiarkan begitu saja menjadi mimpi. 

Tidak ada mimpi yang terlalu tinggi, yang ada usaha yang terlalu rendah.


Keep Calm and Strong ya!




Lifestyle Blogger

Artikel Terkait

Previous
Next Post »