Antara Balita dan Gadget

10.46

#Day11
#SatuBulanMenulisBuku
#CleverMom
#EstrilookCommunity

#Day41
#OneDayOnePost
#KomunitasODOP
#PjOprecOdop7
#GrupTokyo
#DosbingNAC

ANTARA BALITA DAN GADGET


Balita adalah anak usia di bawah lima tahun. Ada juga istilah, balita, yang kemudian biasa didefinisikan sebagai anak di bawah tiga tahun. Batita dan balita sedang dalam periode emas perkembangan dan pertumbuhannya (golden age).

Menurut wikipedia.id, Usia di Bawah Lima Tahun atau sering disingkat sebagai Balita merupakan salah satu periode usia manusia setelah bayi dengan rentang usia dimulai dari dua sampai dengan lima tahun, atau biasa digunakan perhitungan bulan yaitu usia 24-60 bulan. Periode usia ini disebut juga sebagai usia prasekolah.

Dilansir dari anmum.com, usai tiga tahun pertama kehidupan si Kecil adalah periode di mana terjadi pertumbuhan dan perkembangan yang pesat. Saat si Kecil lahir, berat otaknya kira-kira hanya 25% dari berat otak orang dewasa. Tetapi, hingga usia 3 tahun, otak si Kecil akan berkembang secara pesat dan memproduksi milyaran sel otak dan koneksi antar sel-sel otak, melalui sinapsis otak.

Sungguh aku sendiri tidak paham dengan perkembangan kognitif Kakak Jesi. Dia belaar lebih cepat dari apa yang kupikirkan selama ini. Sungguh ternyata memang benar, sangat menakjubkan betapa pertumbuhan dan perkembangan otak anak di usia hingga 3 tahun. Pada tahap ini, otak anak tingkat perkembangannya lebih cepat daripada tahap lain kehidupan si Puteri Kecil.

Kakak Jesi mengalami semua fase tumbuh kembang dengan sempurna. Dia mampu merangkak dengan lebih cepat dan baik di usia 7 bulan. Dia mampu mengangkat badan sendiri dan berdiri sambil pegangan pada furnitur, dan duduk lagi dengan usaha sendiri, pada usia 15 bulan. Sejak saat itu dia suka memindahkan barang dari satu tempat ke tempat lainnya, duduk sendiri di kursi yang sesuai dengan ukuran merek.

Bahkan di usia setahun dia sudah mampu menyuapi diri sendiri dengan sendok dan gelas, meskipun berantakan. Sudah mau minum susu dari gelasnya. Mampu menyusun dua sampai empat balok-balok dan saat ini dia bahkan sudah mahir membuka beberapa bagian dari baju.

Jangan tanya sejak kapan Kakak Jesi sudah mampu mengikuti instruksi yang sederhana. Bahkan di usia setahun lebih dua bulan, dia sudah bisa menyimak ketika orang berbicara kepadanya dan ikut menjawab dengan nada bicara yang sangat jelas.

Kini, dia sudah sangat lincah berlari, bersepeda dengan bantuan dua roda dan lebih baik meski terjatuh beberapa kali. Dia sudah mampu berjalan ke belakang. Mampu menaiki tangga tanpa bantuan, satu demi satu pijakan. Mampu minum dari gelas, menggunakan sedotan dan menyuapi diri sendiri dengan sendok. Mampu mencuci tangan sendiri. Mampu menyusun empat atau enam balok-balok. Mampu memegang gelas, membuka kancing dan membuka resleting baju. Mampu bekerjasama pada saat bermain bersama. Mampu bermain sendiri lebih lama. Mampu mengidentifikasi dan memberitahu bagian tubuh mana yang sakit.

Kakak Jesi sudah mampu meminta izin saat ingin melakukan apapun, bahkan jika dia akan meminta pertolongan dari orang-orang di Rumah Clever, dia akan selalu menyebut kata ‘Tolong’. Tak segan pula dia mengucapkan terima kasih jika dia minta diambilkan sesuatu. Juga kata maaf jika dia merasa baru saja melakukan kesalahan.

Anak punya ciri khas sendiri-sendiri. Bagaimana dengan anakmu, Clever Moms semua?

Jangan khawatir jika tumbuh kembang anak Clever Moms berlangsung lebih cepat atau lebih lambat dari kriteria yang tercantum di atas. Setiap anak bertumbuh dan berkembang secara berbeda-beda.

Ada beberapa hal yang dapat Clever Moms dan pasangan lakukan untuk membantu merangsang pertumbuhan anak. Terlepas dari memberikan lingkungan yang penuh perhatian dan kasih sayang, sangat penting untuk memastikan anak Clever Moms mendapatkan nutrisi yang penting, dan juga cukup tidur dan istirahat.

Clever Moms bisa sering-sering mencari referensi via internet. But, hati-hati ya saat Clever Moms memegang gadget? Bisa jadi anak balita yang ada di sebelah akan kepo kemudian memintanya.

Apakah boleh memberikan gadget pada anak balita?

Seiring perkembangan teknologi yang begitu pesat, tentu tidak heran lagi jika melihat balita mahir bermain gadget, seperti komputer, laptop, smartphone, atau tablet. Sebenarnya, tidak masalah jika Clever Moms ingin mengenalkan gadget pada Si Kecil supaya ia tidak gagap teknologi. Namun, tentunya Anda harus melakukannya dengan bijak agar ia tidak ketagihan dan menjadi tidak peduli pada lingkungan. Ketagihan bermain gadget dapat mengganggu perkembangan dan prestasi Si Kecil lho, Clever Moms.

Pengenalan gadget pada balita masih menjadi perdebatan. Sebagian ahli tidak mendukung pengenalan gadget pada anak di usia terlalu dini karena akan menghambat perkembangannya. Sementara, ahli lainnya berpendapat, semakin cepat anak mengenal gadget, maka semakin siap ia menghadapi pelajaran di sekolah yang saat ini banyak menggunakan teknologi.

Perlu diketahui, mengenalkan gadget di usia dini tentu akan memberikan dampak positif dan negatif. Apa saja?

Dampak Positif
  • Mengenakan tombol keyboard atau menggerakkan mouse pada laptop akan mempercepat perkembangan motorik dan melatih mengkoordinasikan tangan serta mata anak.
  • Gadget memiliki unsur kejutan yang akan merangsang rasa ingin tahu anak. Contohnya, ia akan terus-menerus menekan tombol yang dapat mengeluarkan bunyi, karena ingin mencari tahu sumber suaranya. Ingat! Pilihlah permainan yang mengandung nilai edukasi ya, Moms.


Dampak Negatif
  • Asyik bermain sendiri akan membuat anak memiliki rasa empati dan kemampuan bersosialisasi yang rendah. Padahal, kemampuan tersebut sangat penting untuk perkembangan psikisnya hingga dewasa nanti.
  • Stimulan pada gadget memberi efek besar pada balita karena sensornya masih sangat peka terhadap warna, suara, cahaya, dan aksi yang diulang-ulang. Dalam jangka panjang, ia akan menjadi ketergantungan dan sulit berkonsentrasi.
  • Si Kecil akan kurang beraktivitas, sehingga dapat mengganggu perkembangan fisiknya.


Jadi, bolehkah memberikan gadget pada anak balita?

Kakak Jesi sendiri sudah sangat mengenal gadget. Pertama kali sewaktu dia masuk rumah sakit, dan gadget adalah cara terbaik untuk menenangkannya kala rewel melanda.Sepulang dari rumah sakit ternyata, Kakak  Jesi terus meminta dan meminta. Aku dan suami sepakat untuk memberikan, meski masih membatasi waktu penggunaanya.

Lambat laun dia menjadi tahu, ayahnya punya gadget, ibunya, Kakak Fatih, Mbah Kakung, Omnya, Tantenya, semua punya. Jangan tanya seberapa mahirnya dia sekarang. Bahkan untuk fitur-fitur yang aku sendiri jarang membuka, dia bahkan bisa membukanya entah bagaimana awalnya. Apakah ada efek buruknya?

Jelas ada, beberapa waktu yang lalu, Kakak Jesi sempat keranjingan main gadget kepunyaan Mbah Kakung. Ada fitur menjelajah video di sana. Sebenarnya niat awal hanya untuk sarana bagi dia belajar. Belajar lewat video yang ditontonnya. Sempat juga aku download banya video. Tapi ternyata aku salah.

Kakak Jesi jadi sering meminta gadget saat dia akan beranjak tidur. Dia sudah mengantuk, tapi dia terjaga karena gadget kemudian. Ini berlangsung sekitar tiga hari. Aku dan suami mulai resah. Bahkan mencari cara untuk menghindari efek buruk penggunaan gadget, yang sudah melalaikan jam tidur dan istirahatnya.

Merujuk pada pedoman seperti di bawah ini:

  • Tetapkan batasan waktu

Jika anak masih usia prasekolah, waktu yang dianjurkan adalah 15-30 menit per hari. Lebih dari itu, kemampuan berkonsentrasinya akan mudah terganggu.

  • Tidak ada gadget di kamar tidur

Jangan meletakkan perangkat elektronik atau gadget apa pun di kamar tidur anak, agar Anda dapat selalu mengawasi permainan yang ia pilih dan waktu bermainnya.

  • Dampingi anak

Saat anak bermain gadget, sebaiknya Clever Moms selalu mendampinginya, sehingga ia selalu dalam pengawasan saat bermain gadget. Clever Moms juga perlu memberi penjelasan mana yang baik dan tidak dalam konten-konten yang ia lihat di gadget.

  • Pahami permainan

Ingat! Tidak semua permainan cocok untuk anak. Banyak permainan yang mengandung unsur negatif, seperti kekerasan atau kata-kata kasar. Pahami dulu jenis permainan sebelum mengizinkan anak bermain.

  • Beri contoh

Saat Clever Moms melarang anak bermain gadget terlalu lama, Clever Moms juga harus melakukan hal yang sama. Sebaiknya, jika sedang di rumah, matikan semua gadget dan ajak anak melakukan permainan fisik, seperti bermain bola di taman atau menari.

Alhamdulillah, aku dan suami sukses melakukan semua rujukan itu. Kami memulai dengan cara sederhana pada awalnya, setiap pulang kerja kami memberitahu bahwa gadget ketinggalan, besok diambil. Atau gadget dipinjam teman kerja, di bawa ke luar kota. Hingga saat ini dia sudah melupakan gadget kepunyaan Mbah Kakung dan kepunyaan Kakak, yang sempat membuat dia terlena.

So,
Selamat mengenalkan gadget pada Si Kecil secara bijak ya, Clever Moms!
Semoga berhasil!

Lifestyle Blogger

Artikel Terkait

Previous
Next Post »

2 komentar

Write komentar
Restanti
AUTHOR
18 Oktober 2019 16.24 delete

Toleku, 17 bulan tahu gadget yang bisa dipinjam atau tidak. Punya Bapak, boleh dipinjam, makanya kami usahakan memperlihatkan hanya sesekali. Selain punya Bapak, Tole tidak tertarik 😂

Reply
avatar