Cara Jitu Disayang Mertua Ala Clever's Mom

12.38
#Day14
#SatuBulanMenulisBuku
#CleverMom
#EstrilookCommunity

#Day44
#OneDayOnePost 
#KomunitasODOP
#PjOprecOdop7
#GrupTokyo
#DosbingNAC


CARA JITU DISAYANG MERTUA

Apa itu mertua?
Mertua adalah orang tua dari suami atau istri kita. Mereka biasa kusebut dengan Mamak dan Bapak juga, selayaknya panggilan untuk kedua orang tuaku sendiri. Mereka yang kupanggilkan eyang, untuk puteri kecilku tercinta. Panggilan itu sebagai pembeda karena kedua orang tuaku, kupanggilkan Mbah Kakung dan Mbah Uti. 

Kenapa harus dibedakan? 
Agar Kakak Jesi tahu, sebutan lain untuk orang tua dari kedua orangtuanya. Sebab kedua orang tuaku berasal dari daerah sini saja, yang biasa disebut dengan Mbah, jika punya cucu. Sedangkan kedua mertua, berasal dari daerah seberang. Yang biasa dengan panggilan Eyang, jika sudah mempunyai cucu.

Apa bedanya dengan orang tua?
Tidak ada beda antara mertua dan orang tua. Karena keduanya sangat berjasa bagi perjalanan hidup kita. Terutama bagiku, mereka adalah orang yang berjasa telah membesarkan suamiku, Ayah Jose. 

Ibu mertua tetap yang utama bagi suamiku. Tidak ada pengecualian. Sebab ibumu, ibumu, ibumu baru ayahmu. Itu jika kamu laki-laki. Jika kamu perempuan yang sudah menikah, nomor satu bagimu kemudian adalah suamimu. Selama suamimu orang yang beriman, bertakwa dan beramal saleh selalu dalam kebaikan maka ikutilah. Jangan pernah ragu untuk tunduk padanya.

Seperti itu juga yang coba kuterapkan sebagai mindset pribadi dalam setiap langkahku. Boleh jadi aku berkarya sejauh apapun yang aku mampu, tapi aku tetap seorang istri yang harus mematuhi perintah suami. Boleh jadi siangku pergi kemanapun aku mau, tapi malamku harus ada bersamanya dan bersama puteri kecilku.

Aku dan suami sedang berusaha menjadi orang tua yang baik bagi puteri kecil. Kami berusaha belajar banyak dari kedua orang tua dan mertua. Betapa mereka telah berhasil membesarkan anak-anak mereka sampai sejauh ini. Dan aku patut berterima kasih pada Sang Illahi Rabbi, seumur hayat dikandung badan, sampai saat ini, kedua orang tua dan mertua masih sehat menyertai. Semoga kami terus bisa mendampingi mereka sampai akhir nanti.

Kedua orang tua dan mertua adalah sebuah alasan yang kuat bagiku untuk mengajukan syarat pada suamiku, dulu, sebelum kami menikah. Bahwa aku tidak ingin jauh dari mereka, karena mereka adalah salah satu bagian penting dari kehidupanku dan kehidupannya.

Apakah kamu tidak pernah berpikir, saat orang tua dan mertua sudah membesarkan anak-anak sejak lahir, setelah mereka menikah kemudian mereka pergi begitu saja? Ah, rasanya tega itu belum sempurna menyelimuti hatiku. Hingga sampai detik ini, suamiku masih menjalani hari meski jarak jauh itu harus setiap hari dilewati. Demi dua kata sakral, Birrul Walidain yang telah mengakar di hati kami.

Cara agar disayang orang tua?
Mematuhi perintah dan menjauhi larangannya, serupa seruan Nabi agar memuliakan mereka. Karena ridho Allah ada pada ridho kedua orang tua.

Bagimu yang memilih jalan untuk mengikuti suami atau istrimu ke manapun dia pergi, jangan pernah lupakan orang tuamu barang semenit. Bayangkanlah mereka hanya berdua tinggal di sebuah rumah yang menjadi tempatmu dilahirkan puluhan tahun lalu. Saat mereka rindu, kemana lagi mereka akan menghubungi kalau bukan menghubungimu.

Teleponlah mereka setiap hari, meski hanya untuk sekedar menanyakan, apakah mereka sehat? Apakah mereka sudah makan? Atau seperti apapun keadaan mereka saat itu. Bisa jadi bagimu itu pertanyaan sepele, tapi bagi mereka. Perhatian dari anak yang berada jauh di mata itu sangat bisa menjadi obat atas kerinduan. Jangan sampai penyesalan itu datang, ketika kamu mendengar mereka sakit parah dan kamu sudah diharuskan pulang. Apa yang akan kamu lakukan?

Sekedar perhatian saja sudah sangat membuat mereka bahagia, percayalah. Apalagi jika kamu tergolong orang yang mampu maka, berikanlah bagian atas rezeki yang kamu terima.

Cara agar disayang mertua?
Menyayangi mereka seperti kita menyayangi anaknya. Karena mereka juga telah berjasa bagi kehidupan suami atau istri kita. Mereka yang telah membesarkan sedari kecil. Muliakan mereka seperti kita memuliakan orang tua kita sendiri.

Bagiku, Bapak dan Mama Mertua adalah orang tua juga. Apalagi akulah yang telah membuat anak laki-laki satu-satunya yang mereka miliki, pergi dari rumah keluarga demi sebuah permintaan tinggal bersama istri. 

Bagiku, Bapak dan Mama Mertua sangat istimewa kedudukannya di hidupku ini sebab mereka telah menjadi bagian dari jiwa dan ragaku sendiri. Karenanya aku selalu mendoakan mereka seperti aku mendoakan kedua orang tuaku sendiri.

Bapak dan Mama Mertua adalah patner luar biasa dalam mengawalku beradaptasi dengan peran baru sebagai istri dan menantu. Oleh karena itu aku wajib berperilaku positif terhadap mereka. Aku selalu berusaha bersikap baik dan menyenangkan hati beliau berdua supaya mereka tahu bahwa anaknya tidak salah memilih pasangan.

Bapak dan Mama Mertua pun telah menyayangiku seperti anak sendiri. Meski begitu aku tetap memperlakukan mereka dengan hormat, sebagai orang yang lebih tua dan memiliki pengalaman hidup yang lebih bijak dariku tentunya. Beliau berdua telah merasakan berbagai kesulitan dalam hidup yang membuatnya lebih kuat sehingga aku bisa belajar banyak darinya.

Suatu waktu pernah kutanyakan pada ibu mertua bagaimana masa kecilnya, pengalamannya menjalani pernikahan, mengasuh anak, serta pengalaman hidup lainnya.

“Allahummaj’alni mahbubatan fi qulubil mu’miniin“. Artinya; “Ya Allah, jadikan diri ini dikasihi (disenangi) dalam hati mereka orang-orang beriman”.

Mengenal keluarga dari orang yang aku nikahi pastinya membutuhkan waktu, mertua juga butuh waktu untuk terbiasa bahwa kini aku adalah bagian dari keluarganya. Dan aku adalah termasuk orang yang beruntung, karena kehadiranku disambut dengan tangan terbuka dan pelukan hangat.

Tanyakan saja pada suamiku, apa yang dilakukan selama 6 tahun belakangan, sehingga ia telah sempurna menjadi menantu yang disayang oleh mertua.

Beliau telah sempurna menjadikan mertua bukan sebagai orang asing, tapi sebagai tempat curhat terdekatnya setelah orangtua kandung. Bila ada masalah yang sulit aku dan suami hadapi, kami upayakan komunikasikan dengan mereka. Pastilah beliau mau membantu kami, meski kadang tidak secara materi, tapi semua itu sangat berarti. 

Sesi curhat antara menantu dan mertua membuat hubungan kami lebih dekat. Tujuan untuk menjadi menantu yang disayang mertua pun lebih mudah digapai. Alhamdulillah.

Because 
Love is not about finding the right person, but creating a right relationship. It is not how much love you have in the beginning, how much love you build until the end.

Karena cinta bukan tentang menemukan seseorang yang tepat, tapi bagaimana membangun hubungan yang benar. Bukan soal bagaimana kamu mencintai pada awalnya, tapi bagaimana kamu membangun cinta sampai akhir nanti.

Love is not to finding a perfect person, but creating an imperfect person perfectly.

Cinta bukan soal menemukan seseorang yang sempurna, tapi membangun seseorang yang tidak sempurna agar menjadi sempurna nantinya.

Karena aku dan kamu sudah menjadi kita maka keluarganu juga telah menjadi keluarga kita.

Bagaimana denganmu teman-teman? 

Diolah sesuai dengan kenyataan dan referensi berasal dari id.theasianparent.com

Lifestyle Blogger

Artikel Terkait

Previous
Next Post »

4 komentar

Write komentar
31 Oktober 2019 15.13 delete

Semakin seru kakak, ceritanya inspirasi sekali
#semangat

Reply
avatar
pamorsinta
AUTHOR
31 Oktober 2019 19.34 delete

Banyak menantu yang butuh membaca tulisan ini nih agar disayang mertua...☺☺☺

Reply
avatar
catatanatiqoh
AUTHOR
1 November 2019 22.45 delete

wah asyiik nih bisa dipraktekan hehehe

Reply
avatar