Clever's Mom Hero

03.48



#Day4
#SatuBulanMenulisBuku
#CleverMom
#EstrilookCommunity

#Day34
#OneDayOnePost
#KomunitasODOP
#PjOprecOdop7
#GrupTokyo
#DosbingNAC

PAHLAWAN DI HIDUPMU

Jose is my hero. Siapa Jose? Jose adalah Joko Septiono, alias Ayah Jesi. Siapa Jesi? Jesi adalah puteri kecilku tercinta. Dialah sebab alasan mengapa Clever's Mom itu menjadi ada kemudian.

Jangan pernah sebut sepele, ah, namanya suami ya jelas menjadi hero untuk istri dan anaknya. Seharusnya begitu. Namun, pernahkah Clever People atau Clever Moms mendengar, banyak juga hero yang dimaksud seorang istri bukanlah suaminya sendiri. Na'udzubillah hi mindzalik...

Apakah my hero hanya suamiku saja? Jelas bukan. Jawabannya ada 7 hero atau pahlawan dalam hidup Clever's Mom. Siapakah mereka?



1. Jose

Siapa yang belum tahu sosoknya? Coba baca lagi opening di atas. Dialah Jose, anak bungsu dari tiga bersaudara yang merupakan anak laki-laki satu-satunya.

Menjadi anak yang paling muda, tak serta merta menjadikan ia manja. Sejak sekolah ia selalu berjuang, hingga dapat sejarah hidupnya, beasiswa selalu didapat sampai jenjang akhir dan tamat.

Jose memang bukan anak kuliahan, tapi pengalaman hidup membuatnya banyak belajar kemudian. Dari sanalah perjuangan yang sebenarnya dimulai. Sampai-sampai ia tak pernah sempat mengenal cinta masa kini.

Di umur yang sudah lebih dari 30 tahun, ia baru menikah. Jose sempurna menjelma menjadi pahlawan bagi istrinya dengan segala pengorbanan yang ia persembahan. Bahkan sampai detik ini. Ia terlalu sempurna untuk membuatku marah. Hingga tak pernah kutemukan kesalahannya, bahkan untuk sebesar zarah.

Dialah Jose. He is my hero. Setiap detik yang kurasa, hanya debaran cinta padamu, karena-Nya. Engkau yang datang padaku, karena Allah semata.

2. Jesi

Adakah juga yang belum mengenal Jesi? Jesi binti Jose. Adalah anak pertamaku, puteri kecilku. Dia juga pahlawanku.

Kenapa anak sendiri aku anggap pahlawan?  Karena ia berhasil menjadi obat dalam segala hal. Saat semua orang di sekeliling sempat putus asa, ia hadir sebagai jawaban atas do'a-do'a yang seluruh keluarga besar panjatkan.

Sungguh, ia juga sempurna sebagai anak. Apalagi yang belum ada dari dia. Puteri kecil dengan segala kecerdasan yang dipunya. Persis seperti namanya.

Dia yang sudah bisa diajak berbicara, menjadi pelipur lara kedua orangtuanya kala gundah meraja. Dia yang sudah bisa diajak berkelana, saat lelah mulai terbaca.

Dialah pahlawanku. Pahlawan kecil yang harus kudampingi sampai kapanpun juga. Bahkan jika kelak adiknya lahir ke dunia ini, meski aku dan suami sendiri belum tahu kapan suatu hari.

3. Mbah Kakung

Beliau bernama lengkap Muhtolib Markusen Ahmad Sukemi. Lelakiku, pahlawanku yang saat ini sudah berumur lima puluh tujuh tahun. Lelaki yang sangat menginspirasi, sampai-sampai pernah aku punya cita-cita kelak punya pasangan seperti dirinya.

Cita-cita tak hanya menjadi mimpi semata, sosok seperti dirinya benar-benar hadir dan mengiringi setiap langkah ini. Sosok sepertinya juga telah menjelma menjadi pahlawan utama dalam hidup ini.

Ah, jangan bilang aku ini manusia lebai nan berlebihan. Menganggap ayah sendiri sebagai pahlawan apakah itu berlebihan? Menurutku jelas tidak.

Tiga puluh dua tahun usia di kandung badan, beliau masih sempurna sebagai pahlawan. Ia yang tak pernah lelah dalam bekerja, meski pekerjaan tetap itu sudah tak melekat dalam dirinya. Namun, beliau setia bergerak membawa manfaat bagi seluruh keluarga.

My father is my real hero.

4. Mbah Uti

Jangan juga sebut aku berlebihan, sebab menganggap ibuku seorang pahlawan. Rasanya itu wajar terjadi pada setiap diri pribadi seorang anak, termasuk Clever People semuanya.

Mbah Uti mempunyai nama asli, Dariyem Darsudi. Lahir sebagai anak pertama dari enam bersaudara, menjadikan beliau menjadi manusia yang benar-benar dewasa. Mandiri sejak muda tak serta merta membuat beliau tak peduli dengan keadaan di sekitarnya.

Beliau serupa malaikat, yang selalu siap membantu siapapun yang butuh pertolongan. Ia serupa malaikat, yang selalu mampu berkasih sayang dengan manusia manapun di belahan bumi. Tak peduli siapapun dan dari manapun.

Buktinya, Rumah Clever tak pernah sepi. Selalu ada kebahagiaan dan keberkahan yang menyelimuti. Apalagi kalau bukan karena, ada banyak pahlawan di rumah ini.

5. Kakak Fatih

Dialah pahlawanku. Yang menemaniku bahkan sejak aku belum mengenal manusia yang bernama Jose. Dia hadir dalam keluarga, sebagai malaikat tanpa sayap yang selalu setia menemani, bahkan hingga kini.

Awalnya memang dia bukan siapa-siapa. Hingga Tuhan menakdirkan dia datang dengan cara yang istimewa. Mengisi detik demi detik, menjelma menjadi sosok yang sepenuhnya kusayangi sebagai teman dalam suka maupun duka.

Kakak Fatih Sesar Pamungkas. Anak berumur sepuluh tahun yang kini sudah berumur sepuluh tahun. Sejak usia satu bulan dia sudah tinggal denganku dan keluarga.

Kelak suatu saat, sampai kapanpun dia akan menjadi pahlawanku. Yang menemaniku dengan setia dalam suka maupun duka sampai akhir waktu tiba. Kami semua menyayanginya seperti kami menyayangi diri kami sendiri.

Begitulah tetangga rasa saudara.

6. Mamih

Mamih yang kini sudah berganti panggilan sebagai Omih, Omar Mamih, mempunyai nama lengkap Siti Chotimah Markusen Ahmad Sukemi. Punya nama alias, Karina. Semata itu karena tuntutan tugasnya di manca negara sana.

Beliau serupa ibu kedua bagiku. Orang yang hampir mengerti semua kisah, bahkan sejak sebelum aku dilahirkan ke dunia ini. Bahkan namaku pun, beliau yang memberikan saat aku lahir ke dunia ini.

Hidupnya yang beliau suguhkan demi kebahagiaan keluarga, membuat beliau selalu ikhlas menjalani apapun takdir hidup ini. Suatu saat Do'aku adalah untuk kebahagiaan jiwa dan raganya. Karena sudah saatnya cinta itu datang menyapa. Jangan pernah tepis jika memang rasa itu telah hadir secara sempurna.

Meski kelak beliau sudah bahagia dengan keluarganya yang benar-benar telah sempurna dengan kehadiran cucu mungil nan mempesona, tapi percayalah. Beliau tetap ibu keduaku, sampai kapanpun juga.

7. Dr Sutiyono

Ketika aku sempurna putus asa karena sudah hampir tiga tahun menikah tapi buah hati itu tak kunjung hadir dengan tanda-tanda, beliau hadir sebagai dewa penolong, sebagai penguat di kala kerapuhan itu datang menghampiri.

Beliau adalah dokter kandungan sepuh, tertua di area kabupaten Cilacap dan sekitarnya. Bahkan sejak aku kecil, bisa jadi mungkin beliau sudah buka praktik secara sederhana.

Kini beliau sudah punya rumah sakit besar, milik pribadi di Cilacap kota. Rumah sakit bersalin yang kini menjelma menjadi rumah sakit umum. Ya. Sungguh. Aku merasa menemukan jiwa di sana. Setelah seluruh dokter kudatangi dengan diagnosa yang sama, beliau hadir dengan solusi yang berbeda.

Fokus pada satu titik, seperti kata Via Vallen. Itu juga kata Dr Sutiyono yang ramah ini. Maka engkau akan mencapai tujuan. Dan aku telah membuktikannya.

He is real hero, for allmost woman.

How abortus you, Clever Moms?

Lifestyle Blogger

Artikel Terkait

Previous
Next Post »

2 komentar

Write komentar
6 Oktober 2019 14.18 delete

Bube, I'm coming back 🚴‍♀️🥰

Reply
avatar
Aysafitri114
AUTHOR
7 Oktober 2019 11.26 delete

Keluargaku adalah pahlawanku 😁

Reply
avatar