Apa itu Kecerdasan Majemuk?

12.58

#Day4
#KelasNonFiksi
#OdopBatch7

Bismillah
Alhamdulillah

Selamat hari Kamis, Semoga kita semua selalu bisa tersenyum manis. Meski tengah bulan isi dompet mulai tipis, kita tidak boleh pesimis. (Hehe, curcol always).

Meski tengah bulan begini, aku tetap optimis kok, buktinya aku selalu semangat apapun yang terjadi. (Ciee). Saking semangatnya, sampai-sampai naskah antologi yang DL-nya masih sebulan, sudah kuselesaikan. Sampai-sampai (lagi) sejak pagi aku tak sempat memegang gawai, seedikitpun. Melirikpun tidak, hmm. Pasang status di WA story-pun tidak.

Mungkin akan ada yang berpikir: Ini Ibu Jesi, tumben. Biasanya selalu update.

Mungkin postingan kali ini bisa menjadi updateku kemudian.

Sore kemarin, sepulang sekolah, Kakak Jesi merajuk. Dia memang suka begitu kalau ketemu ibunya sepulang lembur. Iya, kemarin memang lembur sampai sore, karena ada pekerjaan yang harus diselesaikan segera.

Aku baru saja menaruh tas kerjaku, belum mengganti baju kerja dengan baju biasa. Kakak Jesi sudah menyapaku dengan berbagai pertanyaan yang bertubi-tubi. Sampai kewalahan aku menjawabanya.

Pertanyaan-pertanyaan yang kujawab sekenanya, ternyata membuatnya menjadi merajuk. Ia merajuk, meminta diajak ke sekolah. Padahal kan aku baru saja pulang dari sekolah. Sekolah sudah tutup kan ya?

Pernahkah Yahnda Bunda mengalami hal serupa demikian?

Aku tergopoh-gopoh, berganti baju biasa, menggendong dengan jarit kemudian mengayuh sepeda lagi, menuju ke sekolah. Bayangkan saja, (eh, tidak usah ding. Biar aku saja. Yahnda Bunda jangan!)

Sesampai di sekolah, memang sekolahnya sudah tutup. Kakak Jesi minta ke PAUD yang berada di belakang sekolah, jadilah aku mengayuh sepeda lagi. Dengan mengambil jalan memutar, sampailah aku dan puteri kecil di sana.

Aku diam, aku lelah. Tapi, tidak demikian dengan puteri kecilku, dia sumringah. Ah, lagi-lagi dia sempurna menunjukkan kecerdasan, dengan caranya.

Aku pernah baca di internet, soal kecerdasan pada anak-anak.

Apa itu Kecerdasan?

Dikutip dari laman web kompasiana.com, Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia): ke.cer.das.an adalah  perihal cerdas, atau bisa juga disebut dengan intelegensi. Kecerdasan juga bisa diartikan sebagai kesempurnaan perkembangan akal budi (seperti kepandaian, ketajaman pikiran).

Dalam mengartikan kecerdasan, para ahli mempunyai pengertian yang beragam. Kecerdasan atau intelegensi dapat dipandang sebagai kemampuan memahami dunia, berpikir rasional, dan menggunakan sumber-sumber secara efektif pada saat dihadapkan dengan tantangan. 

Ada juga yang berpendapat bahwa pengertian kecerdasan adalah kemampuan general manusia untuk melakukan tindakan-tindakan yang mempunyai tujuan dan berpikir dengan cara rasional. Selain itu, kecerdasan dapat juga diartikan sebagai kemampuan pribadi untuk memahami, melakukan inovasi, dan memberikan solusi terhadap dalam berbagai situasi.

Manusia adalah makhluk yang diciptakan Tuhan yang paling unggul sebab diberikan kecerdasan yang merupakan anugerah sekaligus menjadi kelebihan dibandingkan makhluk Tuhan lainnya.

Oke, baiklah. 

Kembali ke soal Kakak Jesi, dengan segala kecerdasan yang dimilikinya. Puteri kecilku baru berumur dua tahun sepuluh bulan. Dia sudah bisa mengungkapkan apapun, dengan bahasa Indonesia yang sangat jelas sejak umur satu tahun. Bahkan di usia dua tahun, beberapa kata dalam bahasa Inggris, dia sudah bisa melafalkannya.

Sebagai orangtua yang ingin anaknya semakin cerdas, akupun kembali seluncuran di dunia maya. Pada suatu hari, kutemukan referensi tentang konsep kecerdasan majemuk. Yang paling menarik bagiku, ada di web morinagaplatinum.com.

Berikut sadurannya, kutarik kemari ya.

Apakah Bunda pernah mendengar konsep kecerdasan majemuk? Pakar pendidikan dari Amerika Serikat, Profesor Howard Gardner, adalah orang yang mengembangkan konsep ini. Ia memerlihatkan bahwa ternyata ada delapan kecerdasan majemuk yaitu; linguistik, logika matematika, musikal, kinestetik, visual spasial, interpersonal, intrapersonal, dan naturalis.

Perlu Bunda ingat dan garis bawahi jika tiap individu memiliki bakat berbeda. Ada yang berbakat di bidang eksakta seperti matematika, ada pula yang lebih menonjol di bidang olahraga. Hal ini bukan berarti yang jago matematika lebih superior ketimbang yang berbakat di bidang olahraga. Bimbingan dan asahan yang tepat akan memberikan hasil yang baik, apa pun bakat yang dimiliki Si Kecil. Untuk tahu bagaimana menangani Si Kecil, kita harus mengenali kecerdasan majemuk yang dimilikinya.

Sebagai orangtua, Bunda dan pasanganlah yang paling mengenal Si Kecil karena pasti sering menghabiskan waktu bersamanya. Untuk mengidentifikasi kecerdasan majemuk Si Kecil, perhatikan tindak tanduknya dengan seksama. 

Berikut delapan kecerdasan majemuk menurut Profesor Howard Gardner:

1. Kecerdasan Linguistik

Kecerdasan yang dimiliki oleh anak yang gemar membaca, menulis, dan berbicara. Umumnya anak lebih menonjol dalam bidang mengarang cerita, menulis puisi,, storytelling (mendongeng/bercerita), diskusi, atau berdebat.

2. Kecerdasan Logika Matematik

Si Kecil yang menonjol dalam bidang ini memiliki kemampuan lebih untuk memecahkan masalah. Hal tersebut bisa dilihat dari kegemaran anak bermain puzzle, menyusun angka atau kalimat, bereksperimen, mengajukan berbagai pertanyaan, dan mahir menganalisa keadaan atau orang lain.

3. Kecerdasan Visual Spasial

Si Kecil suka menggambar, membuat figur dengan lilin mainan, atau membuat bangunan dengan Lego atau balok? Berarti ia memiliki kecerdasan visual spasial. Selain itu, ia juga menonjol dalam bangun ruang, sehingga mahir membaca peta dan memvisualisasi benda serta bangunan.

4. Kecerdasan Intrapersonal

Si Kecil yang memiliki kecerdasan ini umumnya lebih tenang, dewasa, dan dapat mengatur diri dengan baik. Ia mampu mengintrospeksi diri sendiri, memahami makna dan tujuan hidup yang baik, memiliki emosi yang stabil dan kepercayaan diri yang baik. Ia dapat memotivasi diri untuk melakukan sesuatu tanpa disuruh oleh orangtua, memiliki kreativitas, serta kebijaksanaan.

5. Kecerdasan Interpersonal

Jika Si Kecil mudah akrab, mampu berkomunikasi efektif, dan memiliki kemampuan sosial baik maka ia termasuk individu yang dikaruniai kecerdasan interpersonal. Ia biasanya senang bekerja dalam kelompok.

6. Kecerdasan Kinestetik

Anak yang memiliki kecerdasan kinestetik umumnya atletis, mahir dalam berbagai olahraga dan aktivitas fisik; seperti menari, mengendarai sepeda, berenang, dan bermain bola. Ia pun umumnya memiliki keseimbangan tubuh yang baik. Si Kecil juga dapat mengekspresikan diri dengan baik melalui bahasa tubuh dan dapat mencontoh gerakan dengan cepat.

7. Kecerdasan Naturalis

Kecerdasan naturalis artinya Si Kecil sangat tertarik kepada alam, tumbuhan, hewan, dan lingkungan. Gemar bermain di luar, menikmati alam, senang berkebun, dan penyayang binatang.

8. Kecerdasan Musikal

Dari namanya tentu Bunda sudah bisa menebak, ya? Jika Si Kecil mahir mengenali nada, irama, dan bunyi juga pandai bernyanyi serta bermain alat musik berarti ia termasuk anak yang memiliki kecerdasan musikal.

Setelah membaca referensi tersebut, aku jadi berpikir. Kecerdasa yang dimiliki oleh Kakak Jesi itu kecerdasan apa saja ya?

Bagaimana, dengan Yahnda Bunda sendiri? Apakah sudah tahu kecerdasan majemuk Si kecil? Terus stimulasi bakatnya hingga ia bisa mencapai hasil yang maksimal. Dan jangan bandingkan ia dengan siapa pun karena jelas-jelas memiliki bakat berbeda. Ingat, masing-masing individu dikaruniai kecerdasan majemuk yang berbeda-beda.

We were born original, we don't grow as a copy. (Quotes Bahasa Inggris)

Wahai ibu, setiap ucapanmu adalah doa. Jaga lisan, hindari sumpah serapah. Jangan pernah membandingkan anak dengan anak orang lain. Mereka juga punya hati, punya malu dan harga diri. - Zeeya Amir.

Semoga bermanfaat ya...

Lifestyle Blogger

Artikel Terkait

Previous
Next Post »

11 komentar

Write komentar
maria8181
AUTHOR
21 November 2019 13.52 delete

Bagus mbak artikelnya, sepertinya mbak Betty banyak mengulas parenting yah.

Reply
avatar
Ayu_108
AUTHOR
21 November 2019 14.19 delete

saya belum jadi orang tua, tapi perlu tau ilmu untuk menjadi orang tua ya mba, ekekeke

Reply
avatar
Yoharisna
AUTHOR
21 November 2019 16.29 delete

Bagus mbak..jadi belajar tentang parenting..terima kasih mbak

Reply
avatar
21 November 2019 18.27 delete

Subhanallah dapet ilmu luarbiasa...

Reply
avatar
21 November 2019 21.53 delete

Artikel psikologi yang aku suka kakak,
#semangat

Reply
avatar
nyittt
AUTHOR
21 November 2019 22.40 delete

Wah, ilmu yg sangat bermanfaat sekali ini mba Betty, terimakasih sdh membagikan tulsiannya

Reply
avatar
Jihan
AUTHOR
22 November 2019 10.35 delete

Terimakasih informasinya mbaa ❤️

Reply
avatar
22 November 2019 18.24 delete

Salah satu artikel yang oernah diulas tirto.id. memang dasarnya setiap orang punya kecenderungan kepintaran yang berbeda

Reply
avatar
Yulia Zanuar
AUTHOR
22 November 2019 19.24 delete

Aku pernah baca buku yang aku lupa judul dan penulisnya hehe. Tentang kecerdasan manusia.

Kecerdasan yang akhir-akhir ini aku analisa dan diajarkan Guruku adalah kecersasan manusia yang dibentuk dari respon, respek, peduli dan tanggung jawab.

Reply
avatar
Mak 'Nces
AUTHOR
22 November 2019 23.04 delete

Seorang ibu memang benar-benar hati hati dalam berucap ya mbak

Reply
avatar
Retno JUmirah
AUTHOR
23 November 2019 06.47 delete

MasyAllah penting banget buat memahami berbagai karakteristik murid makasih infonya ka

Reply
avatar