Apa Saja Tanda-tanda Orangtua yang Cerdas?

11.48

#Day3
#KelasNonFiksi
#OdopBatch7

Bismillah
Alhamdulillah

Selamat siang.
Semangat pagi.

Pagi ini gerimis turun di sekitar tempat tinggalku. Meski hanya sebentar tapi, hadirnya mampu membawa kesejukan yang melegakan. Meski (lagi), hidungku sedang tak sempurna menghirup aroma apapun. Apakah itu artinya?

Apapun itu artinya, hari ini aku tetap harus bersemangat, bersiap, bersama dengan anak-anak. Meski sejak malam, anakku sendiri tidak nyenyak dalam tidur, puji syukur pagi-pagi ia selalu bisa menyesuaikan diri. Terima kasih Nak, kamu adalah patner terbaik ibumu, selain ayahmu. Iya, ayahmu. Kita biasa menyebut beliau Ayah Jose.

Siapa Ayah Jose?
Beliau adalah sosok ayah cerdas menurutku. Kenapa? Karena dia selalu bisa menjadi ayah yang baik untuk puteri kecil tercinta. Orangnya sangat penyabar, selalu punya solusi saat anaknya sedang mengalami sesuatu.  Dia adalah patner yang cerdas, untukku dalam proses menjadi orangtua yang cerdas kelak, insyaallah.

Siapa Ayah Jose?
Dialah sumber utama tulisanku dan tulisan di blogku yang sedang kuarahkan dengan niche blog: #CleverParenting.

Beberapa hari yang lalu, saat berdiskusi tentang #CleverParenting, aku langsung mengajukan beberapa pertanyaan awal, sebagai draft untuk kelanjutan pembahasan. Anggap saja ini wawancaraku dengan narasumber parenting, secara langsung.

Berikut kutipannya:

"Ayah, menurutmu ibu harus nulis apa ya di blog?"
Tulis saja apa yang kamu suka dan apa yang kamu kuasai. Beberapa kali kamu sudah nulis fiksi, coba deh ke luar dari zona nyaman. Mencoba yang non fiksi.

"Menurutmu apa yang bagus untuk kutulis?"
Tulis saja tema tentang anak. Kita kan punya Baby Clever, Baby Gema, Kakak Fatih, Sasi, Wardan, Niti, Nada, Shifa dan banyak anak-anakmu di sekolah. Kita kan juga punya lini #CleverParenting, coba saja fokus perihal tersebut.

Aku mengangguk-angguk. Menyatakan sepakat dengannya.

"#CleverParenting itu parenting yang cerdas dan mencerdaskan kan ya."
Iya, Ibu. Orang umumnya biasa memakai Smart Parenting atau Smart Kids begitu. Tapi kita punya sesuatu yang berbeda, meski sebenarnya clever itu ya sama dengan smart. Kamu kan tahu sendiri, aku selalu ingin jadi orang yang berbeda. Lebih baik dan lebih baik setiap harinya.

Kamu masih ingat kan kenapa ada nama Clever itu? Itu nama kelompok belajar di kelasku waktu itu, ada Clever, Diligent, Smart, Bright, entah kenapa feelku jatuh cinta pada kata Clever.

Oke baiklah, aku sudah memahami itu. Ganti pertanyaan yang lain.

"Oke. Bicara soal #CleverParenting, dengan motto cerdas mencerdaskan, yang pertama kali akan kita bahas. Apa?"

Sejenak aku dan Ayah Jose saling tatap. Pikiran kami langsung seluncuran, mencari sesuatu hal yang akan menjadi topik diskusi kemudian. Sekitar sepuluh menit, kami larut dalam diam.

Kuambil gawai yang sedari tadi ada di lemari dekat pintu kamar. Ayah Jose, penasaran sepertinya.

"Apa yang mau kamu lakukan, Ibu?"
Membuka Canva di gawaimu, lalu membuat poster untuk postingan minggu ini. Aku sudah dapat ide. Akan kubuat topik, Clever Parent for Clever Kids. Ada 6 tema besar di sana. Setiap tema akan jadi bahasan per minggu.

Ayah Jose geleng-geleng. Entah apa yang ada di pikirannya.

"Yah, yah, Ibu mau tanya boleh?"

Ayah Jose mengangguk.

"Anak cerdas berasal dari orangtua yang cerdas pula. Benarkah?"

Ayah Jose tersenyum.

Tidak selalu. Banyak contoh. Orangtuanya cerdas tapi anaknya tidak. Semua sebenarnya tergantung lingkungan. Jika anak berada di lingkungan yang mencerdaskan maka anak pun akan tumbuh menjadi anak yang cerdas. Jika anak berada di lingkungan yang baik, insyaallah anak akan tumbuh dengan baik. Jadilah orangtua yang cerdas dengan mendampingi tumbuh kembang anak, bahkan sejak dia belum lahir ke dunia ini. Ketika sudah anak yang ada di tengah keluarga, kita harus benar-benar membersamainya, meski kita termasuk orangtua yang sibuk.

Aku sampai geleng-geleng kepala mendengarkan jawaban Ayah Jose. Beliau ini kok sudah seperti Psikolog, ya. Ilmu Parentingnya sedalam itu. Pantas saja puteri kecil sangat mengidolakan. Beliau sempurna sebagai sosok orangtua yang cerdas pada masa milenial seperti sekarang ini.

Oke baiklah. Apakah hanya sampai di situ? Jawabannya tentu tidak. Karena pasti akan ada banyak kesempatan untuk mengajukan pertanyaan padanya lagi. Setelah itu, kami fokus puteri kecil. Karena dia sudah memanggil-manggil.

Malam hari, pada hari yang sama, setelah puteri kecil dan suami terlelap dalam gelap, kubuka gawaiku. Aku menemukan jawaban dari salah satu sahabat.

Jawaban atas pertanyaan yang kilat kukirimkan saat sesi bertanya pada suami, tadi. Pertanyaan yang sama kuajukan ke grup Emak-emak Arisan (Alumni SMP Negeri 1 Kawunganten), ada satu orang yang menjawab serius menjawab, via jalur pribadi. Dia adalah Yenni Ika Puspita Dewi, fulltimer PKK Kecamatan Kawunganten Kabupaten Cilacap.

"Anak cerdas berasal dari orangtua yang cerdas pula, itu tidak sepenuhnya benar. Banyak anak cerdas yang berasal dari orangtua yang biasa saja. Banyak juga orangtua yang cerdas tapi anaknya biasa-biasa saja. Orang tua yang cerdas tidak tentu menurun ke anaknya."

"Orangtua yang cerdas adalah orangtua yang tidak memaksakan kehendak. Membiarkan anak tumbuh dan berkembang sesuai dengan karakter dasar yang dipunya, sambil mengawasi dengan stimulasi karakter baik yang lainnya."

"Orangtua yang cerdas adalah orangtua yang menerapkan pola asuh penuh cinta dan kasih sayang. Orangtua yan terus memantau anak beraktifitas dan berekreasi sesuai dengan kreatifitasnya."

"Orangtua yang cerdas adalah orangtua yang memberikan gizi pada anak dengan maksimal, sejak dalam kandungan. Gizi yang bagus pada 1000 hari pertama itu sangat penting, demi buah hati tercinta."

Yess. Malam itu kututup dengan sempurna. Sesempurna jawaban dari teman sahabatku tercinta. Bisa jadi di lain waktu, dia akan kutanya lagi.

Apakah Yahnda Bunda sepakat denganku?
Apakah Yahnda Bunda sepakat dengannya?

Lifestyle Blogger

Artikel Terkait

Previous
Next Post »

8 komentar

Write komentar
Arhana
AUTHOR
20 November 2019 16.42 delete

Wahhhhhh baru baca tulisan Ndan Betty nih...

Dan saya suka saya suka...

Reply
avatar
Yoharisna
AUTHOR
20 November 2019 21.37 delete

Saya pun suka..keren mbak^^

Reply
avatar
21 November 2019 06.23 delete

Mantap nih kalau diskusi sama suami hal beginian

Reply
avatar
Lia Anelia
AUTHOR
21 November 2019 08.36 delete

Wah menunggu postingan selanjutnya... 😍

Reply
avatar
Mak 'Nces
AUTHOR
21 November 2019 19.54 delete

Semoga rina bisa menjadi orang tua yang cerdas 🤗🥺

Reply
avatar
Annur Mardiah
AUTHOR
21 November 2019 21.23 delete

Masyaa Allah, semoga Jesi tumbuh jadi anak yang Shalihah dan cerdas ya Mbaaa, maafkan aku Salah fokus ke foto pertama, hihi.

Reply
avatar
21 November 2019 22.12 delete

Wah..diskusinya berbobot ini mah..mantap..!!

Reply
avatar
Retno JUmirah
AUTHOR
22 November 2019 03.32 delete

ilmu parenting lengkap kayaknya blog mom betty, orang tua saya biasa saja dimata orang lain tapi dimata saya orang tua saya perpustakaan hidup yang ilmunya selalu bisa digali hee

Reply
avatar