Apakah Benar Anak yang Cerdas Berawal dari Kehamilan yang Cerdas?

20.17


Selamat datang Desember,  Selamat datang akhir tahun 2019. Bulan ini aku masih fokus pada #CleverParenting. Dua pekan lalu sudah kubahas tentang anak yang cerdas berasal dari orangtua yang cerdas pula dan tentang anak yang cerdas berawal dari pernikahan yang cerdas juga. Minggu ini insyaallah akan kubahas tentang, anak yang cerdas berawal dari kehamilan yang cerdas. Apakah menurut Yahnda Bunda itu benar?

Benar tidak benar, sependapat atau tidak, pernikahan menjadi cikal bakal hadirnya anak dalam kehidupan Yahnda Bunda. Setelah menikah dan kemudian hamil, artinya ada calon anak cerdas di sana, di rahim Bunda. Betul?

Lalu, Bunda mana yang tidak ingin anak yang lahir kemudian menjadi anak yang cerdas? Kalau aku pasti ingin, makanya aku benar-benar fokus pada kehamilan.

Bagaimana fokusku waktu itu? Fokusku adalah menjadikan kehamilanku adalah kehamilan yang cerdas. Kehamilan yang cerdas itu yang seperti apakah?

Kehamilan yang cerdas bisa dijabarkan dalam beberapa point, diantaranya:

1. Kehamilan Direncanakan

Setelah menikah kemudian hamil, itulah yang diidamkan oleh banyak keluarga kecil baru. Ketika hari demi hari kehamilan itu belum datang, ianya menjadi hal yang sangat dirindukan.

Kehamilan yang cerdas menjadi sangat perlu untuk direncanakan. Lalu, kapan Yahnda Bunda boleh melakukan kunjungan ke dokter kandungan kemudian?

Dari pengalamanku, datang ke dokter kandungan untuk merencanakan kehamilan akan dilayani setelah pernikahan berumur satu tahun lebih. Jika belum memasuki usia itu, dokter kandungan biasanya akan menyarankan untuk bersabar.

2. Kehamilan Penuh Nutrisi

Sebelum kehamilan cerdas itu terjadi, Yahnda Bunda sudah harus bersiap diri. Ketika dokter kandungan sudah menjadi teman yang nyaman dalam konsultasi dan program kehamilan kemudian langkah selanjutnya adalah general check up untuk kedua pasangan.

Jika ada kendala pada salah satu pihak, dokter kandungan pasti akan menyarankan langkah terbaiknya. Apakah cukup dengan langkah ringan atau perlu penanganan lebih lanjut. Kalau aku dulu sampai harus di kuret dan di HSG, setelah sempat meminum obat penyubur selama satu tahun dan terindikasi kista indung telur.

Setelah dirasa cukup dengan semua itu, dokter akan menyarankan juga untuk mulai mengkonsumsi makanan yang penuh nutrisi, untuk kedua belah pihak. Karena kehamilan yang cerdas berawal dari nutrisi yang cerdas pula. Tidak hanya salah satu pihak saja. Lah wong bikin anaknya juga berdua kan ya,  Eh hehehee. Masa giliran usaha, hanya sepihak saja. Adilnya dimana?

3. Kehamilan Sehat

Setelah nutrisi cerdas sudah terpenuhi dan kehamilan yang ditunggu menghampiri, maka bersyukurlah kepada Sang Pemberi. Rezeki itu datang serupa kehamilanmu yang sudah lama kamu nantikan. Percayalah, aku bahkan harus menunggu sampai 33 bulan lamanya baru dipercaya untuk hamil kemudian.

Lalu, apa yang aku dan suami lakukan? Kami berusaha mencukupi semua nutrisi jasmani dan rohani. Minum multivitamin khusus ibu hamil setiap hari kulakukan dengan senang hati. Meski selama proses ngidam, aku harus opname di rumah sakit dua kali.

Nutrisi agar kehamilan sehat itu menjadi kehamilan yang cerdas juga harus diimbangi dengan nutrisi untuk rohani ibu dan calon bayi. Dengan apa? Dengan sering-sering mengaji,  membaca dan mendengarkan kitab suci. InsyaAllah kehamilan Bunda akan diridhoi-Nya.

4. Kehamilan Siap Siaga

Jika Bunda yang sedang hamil sudah sehat, bayi yang dikandung juga sehat wal'afiat tak kurang suatu apapun. Sekarang, giliran tugas Yahnda untuk mengawal kehamilan yang cerdas dengan selalu siap siaga, seperti apapun keadaannya.

Siap untuk menemani dan membersamai setiap momen saat ibu hamil harus berkunjung ke dokter kandungan atau ke bidan. Ini sungguh saat-saat yang membahagiakan bukan?

Siaga untuk melayani ibu hamil dan calon bayi sepanjang waktu, meski tidak sepanjang detik harus berada di sisi. Minimal ada perhatian yang ditujukkan khusus agar ibu hamil tidak merasa sendiri.

Karena ibu hamil tidak bisa sendiri dalam mendidik anak sejak dalam masa kehamilan harus ada ayah dan keluarga yang menyertai.

Apakah Yahnda Bundha sepakat denganku juga?

Saran dan kritik Yahnda Bunda aku tunggu ya....

Lifestyle Blogger

Artikel Terkait

Previous
Next Post »