Tentang Ayah Jesi

00.01 2
Joko Septiono. Itulah nama lengkapnya. Seorang pegawai tetap sekolah swasta Islam pilihan pertama di kota Cilacap Bercahaya tercinta. Namanya sering disingkat menjadi Jose. Cikal bakal nama panggilan untuk anaknya, Jesi. Sehingga ia biasa dipanggil dengan sapaan Ayah Jesi.

Selain sebagai seorang karyawan, Ayah Jesi (panggilannya) ini juga merupakan seorang penulis yang baru aktif dan berusaha memulai produktifitasnya dengan mengikuti event-event di media sosial khususnya FB.

Cenderung pendiam, berwawasan luas dan dewasa. Begitulah gambaran karakter seorang Ayah Jesi. Lelaki kelahiran Cilacap, 14 September 1982 ini adalah keturunan kiai. lbunya bernama Hotimah berasal dari Kabupaten Banyumas, begitu pula ayahnya. Ayahnya bernama Nur Sahid yang mempunyai nama kecil, Nur Tulus. 

Ayahnya adalah anak pertama dari seorang imam masjid yang bernama Kiai Ahmad Baedi yang biasa dipanggil dengan sebutan Eyang Baedi. Ia berharap di kehamilan kedua istrinya saat ini, anak yang kelak lahir akan berjenis kelamin laki-laki. Dimaksudkan agar garis keturuan kiai ini tetap berlanjut. Sebab dari yang sudah ada, mayoritas cucu buyut sang kiai adalah perempuan semua. Ia punya harapan yang berbeda. Semoga saja Tuhan mengijabahnya. 

Ayah Jesi adalah bungsu dari tiga bersaudara. Kedua kakaknya perempuan, Masing-masing sudah mempunyai dua anak perempuan dan tiga anak laki-laki. Dari pasangan Rum Fatonah dan Supadi, lahirlah Zifara Najwa Aulya dan Kalena Farzana Ayunindya. Dari pasangan Nur Rohmah dan Turiman, lahirlah Rizki Cahyaditia, Aditya Bayu Pangestu dan Panji Pramudya.

Walaupun berasal dari keluarga kiai, seorang yang banyak disukai anak murid di sekolahnya itu tidak serta merta menjadi seorang yang religius. Waktu remaja, ia lebih memilih hidup merantau dan jauh dari kedua orang tuanya. Senang bergelut dengan kehidupan yang serba mandiri. Bahkan, dirinya pernah tiga tahun tidak mengajukan cuti kerja sama sekali, dan tidak mudik ke kampung halaman.

Seiring dengan hal tersebut, seorang pegawai yang tergolong rajin dalam bekerja ini mengaku tidak luput dari perjuangan sejak remaja. Sejak duduk di bangku SMP, ia harus menempuh perjalanan dengan sepedanya setiap hari agar bisa sampai di sekolah. Bagaimana ia bisa datang lebih awal dibanding temannya yang lain? Bahkan kisah terus berlanjut sampai ia duduk dibangku SMKN2 Cilacap Jurusan Instalasi Listrik.

Sejak awal kelas I SMP, Ayah Jesi berhasil meraih beasiswa penuh untuk pendidikan yang ditempuhnya. Ia aktif mengikuti kegiatan apapun di sekolahnya, mulai kelas I SMK rajin membantu pekerjaan saudara ayahnya yang seorang penjahit. Ini dilakukannya sebagai ungkapan rasa terima kasih karena sudah diizinkan tinggal bersama sebab waktu itu tidak mungkin melaju dari rumah. Saat itu, ia semakin tekun dan hidup secara mandiri.

Perjuangan terus berlanjut begitu menamatkan SMK. Beberapa tahun berlalu sebagai anak perantauan di Jakarta. Kemudian pergi lebih jauh ke Negeri Jiran Malaysia. Beberapa bulan berada di kampung halaman kemudian dia terlibat kegiatan alumni almamater sekolahnya di SD Negeri Binangun 04 Kecamatan Bantarsari pada tahun 2006. Rupanya acara ini membuatnya berkenalan dengan seorang gadis yang kelak dinikahinya.

Beberapa bulan setelah kepulangannya, kakeknya yang seorang kiai meninggal dunia. Rupanya ini sangat berpengaruh terhadap kehidupannya, butuh waktu lama agar ia bisa bangkit kembali lalu meneruskan hidupnya. Bagaimana tidak, kakeknya adalah orang yang sangat ia kagumi dan cintai lebih dari apapun. Kakeknya adalah seorang begitu ia idolakan dalam hidupnya.

Suatu ketika seseorang menghubungkannya kembali dengan bosnya semasa bekerja di Jakarta. Ia dipanggil kembali bekerja. Agar Ayah Jesi bisa meningkatkan kompetensinya, sang bos memasukkannya ke lembaga pendidikan khusus untuk mempelajari dunia COLORIST, dunia yang sangat asing baginya. Di akhir sesi kursus ada penilaian akhir yang kemudian membawanya menjadi pegawai tetap sebuah bengkel mobil terkenal di kota Denpasar dan sekitarnya. Hal ini menjadikannya harus LDR dengan gadis pujaan hatinya. Hubungan mereka pun mengalami jatuh bangun karena jarak yang memisahkan mereka.

Sebab ada yang tidak suka padanya, akhirnya ia harus rela mengundurkan diri daripada harus berkutat dengan hal yang tidak membuatnya nyaman. Hidup adalah pilihan. Pilihan terbaik bagi dirinya adalah resign dan harus segera move on. Proses ini berlalu beberapa lama, sampai kemudian ia memutuskan kembali merantau ke Malaysia demi melupakan semuanya.

Pasti ada hikmah dibalik kisah. Tidak lama ia kembali pada rutinitas kerja di negeri tetangga. Gadis yang ia cintai kembali hadir mengisi hari, bahkan kali ini jalinannya jauh lebih baik dari apa yang terjadi selama ini. Gadisnya sudah jauh lebih dewasa dan ia semakin menyayanginya.

Ayah Jesi akhirnya memutuskan untuk menikah. Dia menikah dengan gadis pujaan hatinya, Betty Irwanti. Hingga saat ini, beliau baru dikaruniai satu anak yang bernama Cleverona Bintang Aljazira (Jesi). Sebentar lagi ia akan menimang anak kedua yang saat ini masih berusia 6 bulan dalam kandungan istri tercintanya. 

Awalnya secara finansial, kehidupannya begitu berat. Ayah Jose harus rela meninggalkan masa kerja yang masih setengah tahun lamanya demi memenuhi permintaan istri tercinta. Mereka tinggal di rumah mertua yang notabene sangat mengharapkan ia segera bisa bekerja. Beruntung istrinya sudah mapan sejak lama dan ia tak menuntut apapun, tulus ikhlas tanpa banyak meminta. Ia berusaha sabar agar bisa melalui semuanya dan menjadi berkah.

Kini, Ayah Jose telah enam tahun bekerja sebagai pegawai tetap di SD Islam Al Azhar 16 Cilacap. Selama itu pula, ia masih tinggal bersama mertuanya demi sebuah niat "Birrul Walidain" yang semoga terus menjadi berkah bagi kehidupannya. Ia setiap hari melaju dari jarak 41 km mengendarai sepeda motornya. Setiap hari harus dimulainya sejak pukul 03.30 pagi agar bekal sarapan bisa dibawanya. Dia bersyukur hidup bersama istri dan mertua yang begitu menyayangi dan mempedulikannya.

Istri yang berhasil menularkan virus menulis padanya sehingga sejauh ini sudah dua buku antologi berhasil diterbitkannya. Target selanjutnya adalah buku solo yang kelak akan semakin mengukuhkannya menjadi penulis yang diakui, bukan penulis yang diremehkan dan dipandang sebelah mata. 


***

#Biografi ini adalah penyempurnaan dari biografi yang ada di bagian lain blog ini. Bisa dibaca di link Biografi Ayah Jesi yang pertama

Tentang Ibu Jesi

23.49 2
Betty Irwanti, Penulis kelahiran Cilacap, 29 Januari 1987 ini menyukai menulis sejak SMA. Ia membuat catatan-catatan dalam buku harian yang sampai kini masih disimpan rapi di lemari kamarnya.

Setelah lama sekali vakum menulis karena satu dan lain hal, takdir mempertemukannya dengan seorang sahabat yang mengajaknya menuliskan cerita tentang kisah menanti buah hati yang lama diidamkan. Jadilah saat hamil besar anak pertama (Cleverona Bintang Aljazira: Jesi) di Bulan Desember 2016 ia kembali menekuni dunia menulis hingga saat ini. Itu juga adalah caranya mengisi kegiatan saat jabang bayi mengajaknya begadang.

Dari keasyikannya itu kemudian ia berkelana dari satu kelas ke kelas menulis lainnya, dari satu komunitas ke komunitas menulis yang ada di dunia maya maupun nyata. Ia adalah member banyak komunitas menulis, termasuk Komunitas One Day One Post (ODOP) yang kini sedang dalam masa Open Recruitment Batch 7. Bahkan ia berhasil menularkan semangat menulis pada suaminya (Joko Septiono: Jose) yang kini telah resmi menjadi member komunitas yang sama.

Di dalam komunitas ini ia tergabung dalam jajaran Dosen Pembimbing Nulis Aja Community Batch 4 dan Batch 6 yang kini sedang berlangsung.

Penulis yang juga Guru SD ini sedang  berfokus pada kehamilan anak keduanya yang sudah memasuki usia 6 bulan dengan perhitungan HPL di Bulan Desember 2020. Fokus pada NAC Batch 6 adalah caranya mengisi kegiatan di masa trimester ketiga yang sudah pasti akan penuh dengan jam malam.

 
Buku Solo yang sudah ia tulis:

1. Isa Bella a Novel by Betty Irwanti (Sanggar Caraka: 2019)

2. STARING – Selesaikan Tantangan Raih Kemenangan (Embrio Publisher: 2019)

Foto: Penulis Isa Bella dan Staring Bersama Ustadz Dalang Ulin Nuha

3. Iam Prana – Komik Berlatar Belakang Sejarah Cilacap (Dirjen Sejarah Kemendikbud – Sangkanparan: Cilacap Heritage Fellowship Program: 2019) 


Foto: Penulis Komik Iam Prana dan Peserta CHFP Saat Peluncuran Karya Bersama Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Cilacap


4. TERUJI - Terampil Menulis Ala Ibu Jesi (Guepedia: 2020)


Buku Antologi yang sudah ia tulis:

1. My Little Detective (Unicorn Publisher: 2018)

2. 25 Dongeng Dunia Peri (Wonderland Publisher: 2018)

3. Love in Conflict (Unicorn Publisher: 2018)

4. Tahukah Kamu (Wonderland Publisher: 2018)

5. The Destiny (Unicorn Publisher: 2018)

6. Ya Rabbi Izinkan Kami Memiliki Buah Hati (Tinta Medina: 2018)

7. Hidden Treassure (Unicorn Publisher: 2018)

8. Keajaiban Sedekah (MJ Publishing: 2018)

9. Anatomi Tubuh Manusia (Wonderland Publisher: 2018)

10. Mom Preneur (Pejuang Literasi & Wonderland Publisher: 2018)

11. E-book: 55 Tokoh Dunia yang Terkenal dan Berpengaruh Sepanjang Zaman (Scritto: 2018)

12. Tutti Frutti New Mommies (Pejuang Literasi & Wonderland Publisher: 2019)

13. Chamomile Tea for Awesome Teachers (Wonderland Publisher: 2019)

14. Story of my Wedding (Pejuang Literasi: SIP Publishing 2019)

15. 55 Tokoh Dunia yang Terkenal dan Berpengaruh Sepanjang Zaman (Scritto: 2019)

16. The Stories: Tantangan Menulis Basagita (Elfa Mediatama: 2019)

17. Menyulam Aksara: Cinta Pertama Pada Menulis (Minang Jhovie Publisher 2019)

18. Kepompong Yang Menjadi Kupu (Nubar Area Sumatera: Rumedia: 2019)

19. Terampil Menulis Ala Wonder Mom (Estrilook Community: Bitread: 2019)

20. Klasik (Kumpulan Kisah Kelas Fiksi (Komunitas ODOP: Embrio: 2019)

21. Antologi Ujian Sudah Dekat (Komunitas Pejuang Literasi, SIP Publisher: 2019)

22. Antologi Fikmin Rindu (Dandelion Authors: 2019)

23. Antologi Cerita Rakyat Nusantara (Komunitas Wonderland Family: Checklist : 2019)

24. Antologi Memoar Mengisahkan Perjalanan (KMO Indonesia: 2020)

25. Antologi Komik Religi Mahfudzat (Dandelion Authors: 2020)

26. Antologi DGI (Dari Guru Indonesia: dalam proses)

27. Antologi PSDC (Penulisan Sastra Daerah Cilacap: dalam proses)