Prosa Liris: Hujan di Hatiku

Hujan di Hatiku
Oleh Betty Irwanti

Hujan kadang turun sewaktu-waktu, bahkan hanya di lokal tertentu. Andai saja kau tahu, hujan itu baru saja jatuh di hatiku.

Mungkin Tuhan sudah tahu, hatiku penuh sendu. Limbung menguasai kepalaku sama seperti tubuhku.

Hujan jatuh di hatiku, membasahi setiap relung sukma nun jauh. Apakah kau tahu sebenarnya itu yang menguasai hariku kali ini?

Tanpa komando tanpa permisi, basah membanjiri mataku. Apakah hanya aku yang masih saja suka begini? Ingin marah, ingin menawar tapi apalah kuasaku.

Basah mataku samar terlihat, kututup sunggingan senyum dan jawaban yang merangkak pasti. Basah mataku takkan terlihat, karena Tuhan mengirimkan hujan untuk menghapus sembab agar menjadi tak jelas nampak.

Bukan, bukan karena aku tak bisa menahan. Mungkin memang harus terjadi, sebab semua sudah tercatat. Nun jauh di sana. Di tempat yang dijaga ketat oleh-Nya.

Hujan jatuh di hatiku, hujan juga turun membasahi langkahku. Meski begitu tetap jua kukuatkan hatiku.

Aku bukan lagi anak baru yang masuk kerja kemarin sore. Aku sudah belasan tahun berkutat dengan tugas ini. Mestinya, semua sudah kupahami. Demi sebuah kesetiaan pada negara, keluarga dan diri hamba.

Mungkin hati sedang tidak bisa kukuasai.

Hujan di hatiku sudah biasa. Sebiasa aku mengurainya menjadi pelangi agar tak hanya basah menyertai, tapi ia akan mengering dengan hadirnya mentari pagi.

Bukankah pelangi biasa datang selepas hujan sebentar lalu pergi?

Hujan di hatiku bisa jadi hanya terjadi padaku. Sama seperti hujan yang kadang turun di lokal tertentu.

Buktinya, hari ini. Hujan yang sama saat kulewati medan kerja dengan sendunya hati. Separuh kulewati dengan berbasah diri, seperempat lagi hanya rintik belaka, bahkan seperempat sisanya masih kering seperti saat hujan belum tiba.

Ah, mungkin hujan hanya jatuh lokal di hatiku saja.

Mungkin kini bisa jadi kau sedang tertawa.

*

Gambar: Clever Design by Canva

#TantanganProsaLiris
#KelasFiksiOdop6
#OneDayOnePost
#EstrilookCommunity
#November2018
#Day27

@RumahClever, Cilacap, 27 November 2018: 06.30.
Ibu Jesi.
Nyi Bejo Pribumiluhur.

**

Betty Clever
Betty Clever Lifestyle Blogger

11 komentar untuk "Prosa Liris: Hujan di Hatiku"

  1. Makasih Mbak Wiwid
    Makasih Mbak Nurul

    BalasHapus
  2. Mbak Bet jahat deh. Jadi ngingetin aku sama dia 😢😢😢

    BalasHapus
  3. Ah mbak Betty gercep sekaliii... Dan kereeen... 😍
    Aku masih "mager", belum keidean mau nulis apa... 😭

    BalasHapus
  4. mantap ya..q nulis sebisanya, ga tahu bener pa salah

    BalasHapus
  5. Mba Fatih, gda maksud.
    Mba Lia, ayuk eksekusi segera.
    Mba Ami, coba aja dulu ngga papa

    BalasHapus
  6. Hujan di hatiku
    Gerimis air mataku
    Mendung retinaku
    Sedih

    BalasHapus
  7. Baguss anged nih mbak betty😍

    BalasHapus