KPKR Kwarcab Cilacap Tahun 2021

14.35 0

 


Mengenal Apa Itu KPKR

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, teman-teman semua, selamat berjumpa lagi denganku yaa … Apa kabar? Kabar baik dan sibuk nih, malah sekarang sedang ikut KPKR? Apa itu KPKR? Yuk yuk kita kenalan dulu. 

Apa Itu KPKR?

KPKR adalah Kursus Pengelolaan Kwartir Ranting. Kwartir adalah satuan organisasi pengelolaan Gerakan Pramuka yang dipimpin secara kolektif pada setiap tingkatan wilayah. Kwartir Ranting atau biasa disebut dengan Kwarran mengkoordinasikan gugus depan dan pangkalan satuan karya pramuka di satu wilayah kecamatan atau distrik.

Di mana dan kapan KPKR berlangsung?

KPKR yang sedang Ibu Jesi ikuti adalah KPKR Fasilitasi Kegiatan Kwarda Jawa Tengah 2021 di Kwartir Cabang Cilacap. Dilaksanakan dari tanggal 18 Oktober 2021 sampai dengan 22 Oktober 2021 di dua wilayah. Wilayah Timur, fokus satu tempat yaitu di Aula SMP Negeri 1 Jeruklegi. Wilayah Barat, fokus satu tempat yaitu di Aula SMK Negeri 1 Karangpucung.

Empat hari Ibu Jesi harus berjuang menaklukkan diri dengan penuh semangat. Berangkat dari rumah sejak pukul 05.30 WIB dengan mengendarai kuda besi, dan baru sampai lokasi setelah menempuh perjalanan sekitar satu setengah jam kemudian. Full day study dengan ketentuan jam belajar selesai sekitar pukul 15.30 WIB, sampai di rumah sekitar pukul 17.00 WIB. Sungguh sebuah perjalanan luar biasa yang akan selalu menjadi catatan dan terukir indah menjadi kenangan.

Siapa saja yang bisa ikut KPKR?

KPKR bisa diikuti oleh sekretaris atau calon sekretaris Kwarran dan Andalan Kwarran atau mereka bisa disebut utusan Kwartir dalam satu wilayah Kwarcab Cilacap.

KPKR wilayah timur yang berpusat di Aula SMP Negeri 1 Jeruklegi diikuti oleh 20 orang yang terdiri dari 12 orang sekretaris dan 8 orang Anru Organisasi. KPKR wilayah barat yang berpusat di Aula SMK Negeri 1 Karangpucung diikuti oleh 20 orang juga, dan terdiri dari 12 orang sekretaris dan 8 orang Anru Organisasi.

Ibu Jesi sendiri ikut KPKR sebab menggantikan sekretaris yang sebenarnya karena beliau sedang menjadi proktor AKM di wilayah Korwil Bidik Bantarsari. Ibu Jesi telah menyerahkan berkas persyaratan peserta KPKR sejak hari pertama pelaksanaan.

KPKR berpola 32 jam pelajaran dengan tahapan kursus berupa orientasi  selama 6 jam pelajaran, kemudian tahap penguatan sebanyak 10 jam pelajaran. Dilanjutkan dengan tahap penerapan 9 jam pelajaran dan diakhiri dengan tahap pengukuhan selama 7 jam pelajaran.

Tahap orientasi berisi materi Upacara Pembukaan, Orientasi Kursus, Tes Awal, Dinamika Kelompok, dan Kontrak Belajar. Tahap penguatan berisi materi Fundamental Gerakan Pramuka, Strategi Pengelolaan Kwarran, Manajemen Kwarran, Komunikasi Efektif dan Sistem Administrasi Kwarran. Tahap penerapan berisi materi Simulasi Musyawarah Kawarran, Praktik Administrasi Kwarran dan Praktik Media Komunikasi. Tahap yang terakhir yaitu tahap pengukuhan berisi Materi Self Assessment Kwarran, Refleksi Kursus, Open Forum, Rencana Tindak Lanjut dan Evaluasi Pelaksanaan, Tes Akhir dan Upacara Penutupan.

Setelah mengikuti KPKR, peserta menjadi pengurus/ andalan Kwartir Ranting dengan konsepsi manajemen yang unggul berdasarkan PDK (Prinsip Dasar Kepramukaan) dan MK (Metode Kepramukaan), strategi manajerial, dan praktik nyata manajemen kwartir secara professional.

Ada banyak materi yang disampaikan dan dibagikan di WA Grup KPKR Wilayah Barat. Ada juga dua buku yang dibagikan sebagai materi utama kursus. Buku yang pertama bersampul warna biru hijau berjudul Buku Suplemen KPKR Tahun 2021: Mengelola Kwartir Ranting Gerakan Pramuka. Buku yang kedua bersampul warna coklat terang berjudul Petunjuk Penyelenggaraan Tentang Sistem Administrasi Kwartir Gerakan Pramuka, Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor 162.A Tahun 2011.

Ada yang menarik perhatian Ibu Jesi saat membaca buku bersampul warna biru hijau serupa quotes-quotes yang berasal dari Bapak Pandu Dunia, Lord Boden Powell.

“Kami tidak pernah gagal ketika kami mencoba untuk melakukan tugas kami, kami selalu gagal ketika kami lalai melakukannya: We never fail when we try to do our duty, we always fail when we neglect to do it.”

“Ketika tiba giliranmu untuk meninggalkan dunia ini. Kamu akan meninggal dengan hati bahagia karena ketika kamu masih hidup kamu tidak menyia-nyiakan waktumu, tetapi telah kamu pergunakan dengan sebaik-baiknya.”

“Seorang pramuka tidak pernah terkejut, dia tahu apa yang harus dilakukan ketika sesuatu yang tak terduga terjadi: Scout is never taken by surprise, he knows exactly what to do when anything unexpected happens.”

“Kepercayaan harus menjadi dasar untuk semua pelatihan moral kita: Trust should be the basis for all our moral training.”

Cukup menarik ya quotes-quotes itu, semenarik kegiatan KPKR yang berlangsung selama empat hari dari pagi sampai sore hari. Apa saja yang terjadi di KPKR kali ini?

Hari pertama ada registrasi peserta dari pukul 07.00 – 08.00 WIB. Segmen 1 dari pukul 08.00 – 10.00 WIB dengan materi Tes Awal dipandu oleh Kak Adrianus Anjani dan Kak Setya Giyanti. Orientasi Kursus dipandu oleh Kak Sugiyanto dan Kak Yon Sugiyanto. Dinamika Kelompok dipandu oleh Kak Eko Cipto. Segmen 2 dari pukul 10.00 – 12.00 WIB dengan materi Upacara Pembukaan KPKR yang dilakukan secara daring via zoom dari dua tempat. Kontrak Belajar dipandu oleh Kak Adrianus Anjani dan Kak Setya Giyanti. Segmen 3 dari pukul 13.00 – 15.00 dengan materi Strategi Pengelolaan Kwartir Ranting secara Efektif dan Dinamis juga Profil Kwartir Ranting dipandu oleh Nara Sumber Kwarda, Tri Puas dan Humas.

Hari Kedua ada Segmen 4 materinya adalah Fundamental Gerakan Pramuka pada pukul 08.00 – 10.00 WIB dipandu oleh Kak Adrianus Anjani dan Kak Agus Nugroho. Segmen 5 materinya adalah Manajemen Kwartir pada pukul 10.00 – 12.00 WIB dipandu oleh Kak Sugiyanto dan Kak Yon Sugiyanto. Segmen 6 materinya adalah Penyusunan Program Kerja dan Evaluasi Kwartir Ranting dipandu oleh Kak Eko Sucipto dan Kak Setya Giyanti.

Hari Ketiga ada Segmen 7 berisi materi Sistem Administrasi Kwartir mulai pukul 08.00 – 10.00 WIB. Segmen 8 berisi materi Komunikasi Efektif dan Optimalisasi TI di dalam Kehumasan Pramuka mulai pukul 10.00 – 12.00 WIB. Segmen 9 berisi materi Penilaian Kwartir Ranting mulai pukul 13.00 – 15.00 WIB.

Hari Keempat ada Segmen 9 pada pukul 08.00 – 10.00 dengan materi Praktik dan Simulasi Penilaian Kwartir Ranting. Segmen 10 pada pukul 10.00 – 12.00 WIB dengan materi Rencana Tindak Lanjut, Tes Akhir dan Open Forum. Diakhiri Segmen 11 yaitu Upacara Penutupan pada pukul 13.00 – 15.00 WIB.

Pada pergantian segmen yang terjadi pagi, ada jadwal istirahat dan setelah lewat tengah hari juga ada kesempatan untuk ISHOMA (Istirahat, Sholat dan Makan). Sungguh kegiatan KPKR sangat padat dengan jadwal yang merayap. Semoga sampai akhir kegiatan bisa terus sehat, semangat dan sukses dengan bahagia.

Satyaku kudarmakan

Dharmaku kubaktikan

Agar jaya Indonesia

Indonesia Tanah Airku

Kami Jadi Pandumu


Salam Pramuka

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, 


Salam dari 

Ibu Jesi (Cleverona Bintang Aljazira)

Ibu Jesa (Cleveroan Bintang Aljazari)

Istri Joko Septiono (Jose)

a.k.a Betty Irwanti Joko

Calon Andalan Pramuka Urusan Bina Muda Siaga Putri Kwarran Bantarsari

Guru Penggerak P3D UNUGHA Cilacap

01.31 0

 


Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Apa kabar? Setelah sekian puluh purnama tak berkabar di sini, BuJes merasa kangen sekali. Maka, izinkan BuJes membagikan cerita tentang kegiatan yang sedang dijalani.

Sebut saja saya BuJes, Ibunya Jesi dan Jesa, sedang mengikuti program Guru Penggerak P3D. Apakah itu?

Apa itu Guru Penggerak P3D?

Guru Penggerak adalah pemimpin pembelajaran yang mendorong tumbuh kembang murid dalam segala aspek kehidupan. Sedangkan P3D ialah kepanjangan dari Program Pengembangan Pemberdayaan Desa dari KEMENDIKBUD-RISTEKDIKTI (Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan-Riset dan Teknologi Perguruan Tinggi)

Guru Penggerak P3D adalah program pemberdayaan guru-guru untuk bergerak menjadi guru yang bisa semakin melek teknologi informasi dalam rangka untuk mengembangkan diri.

Siapa sajakah yang bisa bergabung dalam Guru Penggerak P3D?

Semua guru di lingkungan Desa Kesugihan dan sekitarnya bisa mengikuti P3D seperti informasi awal yang telah dibagikan.

BuJes sendiri tahu informasi ini awalnya dari salah satu dosen yang dikenal pada saat program CHFP beberapa tahun yang lalu.

Sempat ragu pada awalnya karena berada pada jarak yang cukup jauh dengan lokasi standby dosen pembimbing dan mahasiswa pendamping, tapi pada akhirnya BuJes tetap mendaftar.

Mengapa harus ada Guru Penggerak P3D?

Guru Penggerak P3D berorientasi pada Program Guru Penggerak dari Kemendikbud yang telah berjalan. Sehingga dapat dikatakan bahwa Guru Pengerak P3D ada sebab guru zaman sekarang harus bisa berperan untuk menggerakkan komunitas belajar untuk rekan guru di sekolah dan di wilayahnya.

Guru diharapkan bisa menjadi pengajar praktik bagi rekan guru lain terkait pengembangan pembelajaran di sekolah.

Tak hanya itu, guru juga diharapkan dapat mendorong peningkatan kepemimpinan murid di sekolah, membuka ruang diskusi positif dan ruang kolaborasi antara guru dan pemangku kepentingan di dalam dan luar sekolah untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.

Endingnya, guru harus bisa menjadi pemimpin pembelajaran yang mendorong well-being ekosistem pendidikan di sekolah.

Kapan kegiatan Guru Penggerak P3D berlangsung?

Kegiatan Guru Penggerak P3D berlangsung selama bulan Juli - bulan November 2021. Kurang lebih empat bulan, para guru akan menjalani pelatihan online sesuai jadwal yang telah dibagikan.

Pada tanggal 6 - 16 Juli, flyer pendaftaran dibagikan. Selang sehari setelah penutupan pendaftaran ada Sosialisasi Penjelasan Skema Pelatihan dan Materi Seleksi yang dilakukan lewat zoom meeting. 

Hingga pada tanggal 27 Juli, guru-guru yang mendaftar dipanggil untuk seleksi sesuai dengan waktu penjadwalan dibagi dalam tiga sesi demi menjaga semua tetap aman dengan tidak berkerumun. Protokol kesehatan tentu saja dilaksanakan dengan cara sangat ketat tentu.

Pada saat seleksi, bapak dan ibu guru harus membuat PPT Hyperlink sesuai dengan arahan di tutorial yang sudah diberikan sebelumnya.

Hal-hal yang tidak diperbolehkan dalam proses seleksi ini yaitu bekerjasama dengan peserta lain, menggunakan bantuan internet, dan, meminta bantuan terkait materi.

Adapun penilaian dalam seleksi diantaranya kelengkapan, kerapian dan, kreatifitas.

Selesai seleksi, beberapa hari kemudian, diumumkanlah siapa-siapa saja yang lolos. Dan BuJes termasuk salah satu dari 36 guru yang lulus dan menjadi peserta Guru Penggerak P3D.

Menurut Dosen Pembimbing P3D, pendaftar program ini ada 72 orang. Jadi, guru yang lulus itu berarti rezeki untuk guru yang mau tidak mau harus siap bersemangat sampai akhir.

Bersemangat demi materi-materi penting yang harus dikuasai. Apa saja materinya? Materinya sangat uwow menurut BuJes.

Ada materi Flyer dan Thumbnail. Materi Bandicam. Materi Organisasi Youtube. Materi Organisasi G - Meet. Materi Penggabungan YT dan GM.

Materi itu tentu saja ada tugasnya. Tugasnya adalah membuat flyer, membuat video Bandicam, membuat Thumbnail Youtube, membuat Channel YouTube, mengunggah Video ke Youtube, merekam G-Meet, mengunggah Video Rekaman G –Meet.

Materi selanjutnya ada mteri PPTH to Apps Android, Materi G-Site to Apps Android.

Tidak hanya itu, materi Organisasi Pelatihan Online juga diberikan. Diantaranya ada, Pembagian Jobdesk (Admin, Host, Pemateri), Pembuatan Flyer Promo Pelatihan Online, Promosi Pelatihan Online, Pembuatan Grup Pelatihan Online, Penyusunan Materi Pelatihan Online, Pembuatan Link Presensi, Pembuatan Undangan, Pembuatan Sertifikat dan Sharing Dokumen.

Bapak ibu guru yang telah mempelajari banyak materi dan sudah selesai mengerjakan tugas akan terbagi dalam beberapa tim. Tim-tim itu nantinya bisa langsung melakukan Persiapan Magang yang dijadwalkan pada 01 – 04 September 2021. Masing-masing tim membuat persiapan tutorial online

TIM SATU akan beraksi mulai tanggal 5 sampai dengan tanggal 18 September 2021 dengan fokus Pelatihan Pembuatan Flyer (A4, FB, IG, YT)

TIM DUA akan memulai tugasnya pada tanggal 19 sampai dengan tanggal 28 September - 2 Oktober 2021 dengan materi Pelatihan Video Pembelajaran Bandicam.

TIM TIGA akan bertugas pada tanggal 3 sampai dengan tanggal 16 Oktober 2021 dengan materi Pelatihan PPT to Android Apps.

TIM EMPAT siap melakukan aksi pada tanggal 17 – 30 Oktober 2021 dengan materi Pelatihan G-Site to Android Apps.

Dari aksi dan tugas empat tim yang terbentuk, maka akan dilakukan Penilaian Guru Terbaik pada hari Sabtu, 06 November 2021 untuk Pemilihan The Best 1, 2, 3, 4, 5, dan 6 Guru Penggerak P3D.

Tak hanya itu, ada juga Finishing Buku pada tanggal 8 – 13 November 2021 oleh Tim P3D Kemendikbud – Ristekdikti UNUGHA Cilacap.

Akan ada juga Finishing Jurnal pada tanggal 15 – 20 November oleh Tim P3D Kemendikbud – Ristekdikti UNUGHA Cilacap.

Semua kegiatan akan ditutup dengan Laporan AKhir pada tanggal 21 – 30 November oleh Tim P3D Kemendikbud – Ristekdikti UNUGHA Cilacap.

Sangat padat bukan materi, tugas dan rangkaian kegiatan pada pelatihan Guru Penggerak P3D ini?

Di mana kegiatan Guru Penggerak P3D berlangsung?

Guru Penggerak P3D semua kegiatannya dilakukan secara daring online yang diselenggarakan di Desa Kesugihan dan sekitarnya pada UKM Racana Al Ghazali Al Adawiyah Universitas Nahdatul Ulama Imam Ghazali (UNUGHA) Cilacap.

Bagaimana proses pelatihan Guru Penggerak P3D?

Proses pelatihan Guru Penggerak P3D sangat kolaboratif. Pergerakan semua guru sangat dinamis. Semua bersemangat. Meskipun umur tak lagi muda tapi apalah arti usia jika fokus itu senantiasa membuncah adanya.

Pelatihan dilaksanakan via zoom meeting yang terkoneksi langsung dengan live streaming Youtube. Ada grup WA untuk mengkomunikasikan segala bentuk pembelajaran. Jalur pribadi juga diinginkan bagi yang mempunyai kendala.

Semua jalur dibuka tentu saja. Waktunya pun fleksibel saat praktik. Karena semua pasti tahu, yang sedang belajar itu guru-guru yang juga mendampingi anak murid belajar daring. Harus ada tetap mengutamakan anak-anak, tentu saja.

Semangat belajar sampai akhir BuJes...

Ditunggu tulisan berikutnya.

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

***

Ditulis oleh Betty Irwanti
Atau biasa dipanggil dengan sebutan BuJes
Alias Ibunya Jesi Jesa
Jesi-> Cleverona Bintang Aljazira (4, 5 tahun)
Jesa-> Cleveroan Bintang Aljazari (8 bulan- )
Istrinya Ayah Jose (Joko Septiono)

Tulisan ini dibuat di Rumah Clever, pada hari Selasa, 9 Agustus 2021, tengah malam pukul 00.31- 01.22 WIB.

MENGENAL APA ITU RAINBOW

10.47 1


Bismillah. Alhamdulillah. Akhirnya novel Rainbow ini bisa selesai tepat pada waktunya. 

Puji syukur atas rahmat dan karunia Allah SWT senantiasa terucap dari mulut seorang MakJes, salawat dan salam selalu terpanjat atas keagungan dan kasih sayang Nabi Muhammad SAW. 

Ucapan terima kasih juga tak lupa disampaikan secara special untuk seorang Ayah Jose (Joko Septiono), Jesi (Cleverona Bintang Aljazira) dan Jesa (Cleveroan Bintang Aljazari) yang menjadi pendukung utama dan penyemangat MakJes secara pribadi.

MakJes atau Mamak Jesi Jesa., seorang ibu muda yang sudah memiliki seorang putri berumur empat tahun dan seorang putra yang baru berusia tiga bulan ini juga seorang guru di salah satu sekolah dasar negeri desa pinggiran selatan Pulau Jawa. Ia  begitu menyukai menulis. Bahkan ia membulatkan tekad untuk mulai belajar di kelas-kelas menulis sejak akhir tahun 2017. 

Novel Rainbow adalah representasi kisah tentang sekolah Makjes yang hampir saja di-regroup, tapi berkat keajaiban Illahi sampai detik ini sekolah tersebut masih terus berdiri. Sungguh quotes seringkali pelangi paling terang mengikuti badai hujan yang paling gelap itu ada dalam kisah kehidupan nyata.

Rainbow sendiri ialah  novel yang ditulis pada event Parade Nulis Lovrins Batch 04 sejak bulan Februari sampai Maret 2021. Setiap bagian cerita per judul adalah uraian dari keyword yang wajib ada, sebagai acuan penilaian selain konsistensi, kedisiplinan dan kepedulian. 

Kenapa harus peduli, karena dalam event ini ada banyak teman yang ikut serta, sudah sepantasnya untuk hidup bersosialisasi. Di sinilah Makjes merasa berterima kasih secara khusus pada Mamak Mentor Azizatul Mualiffah yang begitu luar biasa membimbing dengan sabar dan teliti.

Tak banyak yang tahu, jika novel Rainbow ini adalah akronim dari ketiga tokoh utamanya, yaitu Ratih Kusumadewi, Insan Indah Pribadi dan Ikhsan Wibowo. MakJes memang secara branding selalu menulis buku dengan model judul akronim.

Novel Rainbow juga berisi banyak quotes menarik tentang hujan, kopi dan pelangi. Karena kopi adalah teman setia MakJes akhir-akhir ini. Musim hujan akan segera dirindukan karena musim kemarau sepertinya sudah datang, dan pelangi adalah nafas utama dalam novel ini.

Semoga kisah dalam novel Rainbow bisa menginspirasi dan diambil hikmahnya oleh pembaca. Aamiin.

(Betty Irwanti Joko): 1 April 2021

Karya RAINBOW ini adalah novel bergenre Slice of Life yang diselesaikan oleh Ibu Jesi hanya dalam waktu satu bulan penuh saat mengikuti Parade Nulis Batch 4 Penerbit Lovrinz Pro. Dengan nomor ISBN 978-623-289-840-0.

RAINBOW sendiri terdiri dari 25 part awal yang diposting di grup tertutup dan tambahan 5 part sebagai penyempurna cerita dalam hitungan layout naskah sebanyak kurang lebih ada 37176 kata dalam ukuran 14x20 ternyata dapat 285 halaman. Kita akan lihat nanti versi cetaknya seperti apa karena saat ini masih dalam proses antrian di penerbit bersama puluhan naskah yang lolos lainnya.

RAINBOW BLURB

Betty Irwanti Joko

SD Negeri Kedungborang 01 adalah sebuah sekolah yang terletak di daerah perbatasan dua desa dua kecamatan. Ratih bekerja di sekolah itu sejak pertama ia ditugaskan sebagai guru, mengikuti kakak kandungnya yang sudah lebih dulu menjadi guru di sebuah sekolah. Wacana regrouping membuat Ratih akrab dengan semangat pantang menyerah demi bisa mempertahankan sekolah tetap berdiri sendiri. 

Panjangnya rintangan dalam membangkitkan kembali sekolah setelah jatuh bangun perjuangan mempertahankan membuat Ratih harus meminta sang kakak agar mau berjuang bersamanya. Ia kemudian berinisiatif menamai sekolahnya dengan nama yang menggambarkan karakter seperti pada warna-warna dalam pelangi. 

Sekolah Pelangi adalah gambaran perjuangan The Rainbow: RAtih, INdah dan BOwo. Mereka adalah laskar-laskar handal yang mampu menyingkap kegelapan dan menghadirkan cahaya terang pendidikan kemudian. Karena mereka yakin pada satu hal, bahwa seringkali, pelangi paling terang mengikuti badai hujan yang paling gelap. 


Often times, the brightest rainbows follow the darkest rainstorms."



Mengenal Apa Itu Metafora?

01.05 0

 

Dalam sebuah novel, tidak asing rasanya menemukan kalimat kiasan yang indah. Bila belum tahu, kalimat kiasan tersebut disebut majas.

Majas itu sendiri bisa diartikan sebagai gaya bahasa yang digunakan penulis untuk menyampaikan pesan dengan kiasan atau imajinatif.

Majas terdiri dari 4 jenis, salah satunya yaitu majas perbandingan.

Di dalam majas perbandingan dibagi lagi menjadi beberapa majas yang sering kita jumpai, yaitu majas metafora. Nah, kali ini Ibu Jesi menggunakan METAFORA sebagai judul dalam karya terbarunya. Meski Metafora yang dimaksud dalam karya ini adalah akronim dari tokoh-tokoh yang bernama Meta Septiani, Febri Susilo dan Mira Febriani.

Ibu Jesi terinspirasi dari sebuah ungkapan JER BASUKI MAWA BEA. Tak pernah ada yang gratis di dunia ini. Hidup perlu ditebus dengan perjuangan dan kerja keras. Jika bisa diandaikan, hidup itu layaknya perumpamaan-perumpamaan.

Umpama kita pohon, hidup di lahan gembur akan membuat pokok kita tumbuh dengan subur.

Umpama itu sebuah keniscayaan. Umpama kita selalu sehat, niscaya kekuatan akan selalu disertai dengan semangat.

Umpama kita sakit, semoga dengan itu semua tak dengan mudah membuat hati dipenuhi jerit. Disitulah banyak perumpamaan-perumpamaan yang terjadi.

Sebab hidup sudah ada yang mengatur, percaya saja pada Tuhan yang tak pernah menganggur.

Umpama Allah manusia, ia akan menjadi makhluk yang paling sibuk di dunia. Maka, hanya pada Tuhan-lah saja hidup kita sandarkan karena kita adalah makhluk lemah yang senantiasa membutuhkan pertolongan-Nya.

Karya METAFORA ini adalah novel bergenre Slice of Life yang diselesaikan oleh Ibu Jesi hanya dalam waktu satu bulan penuh saat mengikuti Parade Nulis Batch 3 Penerbit Lovrinz Pro. Dengan nomor ISBN 978-623-289-478-5.

METAFORA sendiri terdiri dari 30 part awal yang diposting di grup tertutup dan tambahan 8 part sebagai penyempurna cerita dalam hitungan draft naskah sebanyak kurang lebih ada 46480 kata dalam 177 halaman a4 dan coba dilayout dalam ukuran 14x20 ternyata dapat 271 halaman. Kita akan lihat nanti versi cetaknya seperti apa karena saat ini masih dalam proses antrian di penerbit bersama 139 naskah yang lolos lainnya.

BLURB NOVEL METAFORA sebagai berikut:

Belum lama tinggal di kampung halaman, seorang perempuan penyuka warna merah marun mendapati puteri semata wayangnya sakit dan harus menjalani pengobatan rutin.

Keinginan perempuan itu untuk menyembuhkan puterinya jelas besar, seiring keniatannya untuk berwirausaha demi bisa mengcover biaya pengobatan puteri semata wayang. Itu juga yang membuat suami tercinta mengikuti jejaknya.

Seorang lelaki berperawakan kecil yang memiliki sikap dan sifat mirip dengan bapak mertuanya sedang belajar tentang semua hal.

Dari pekerjaan sebelumnya, satu yang membuat ia sangat terbantu adalah sang mandor baik hati yang sudah menganggapnya anak sendiri karena sesuatu hal.

Kemampuannya dan istri mengembangkan usaha membuat mereka akhirnya berhasil mewujudkan mimpi menjadi manusia mandiri.

Semakin jauh ia menyelami kehidupan bersama istri dan keluarga, semakin membuatnya bersyukur telah menjadi bagian dari keluarga besar dengan kebesaran nama warung "Gaya Baru" yang dimiliki.

Ini bukan hanya kisah tentang Metafora: Meta Septiani, Febri Susilo dan Mira Febriani. Tapi, lebih dari itu ....

Nah, bagi yang tertarik waiting list novel terbaru dari Ibu Jesi ini bisa dimulai dari sekarang yaa. Yuk, kejar grup waiting list-nya dengan menghubungi Wa.me/6282285823300.

Kamu bisa dapatkan harga menarik, bonus resep masakan dan nanti kita akan sharing materi kepenulisan Dibalik Layar Metafora* 👉 17 Januari 2021 waktu menyusul.

Kenapa sharingnya harus tahun depan? Ya karena akhir tahun ini Ibu Jesi mau fokus lahiran. HPL 22 Desember 2020 sudah semakin dekat. Mohon doanya dari semua yaaa...

Berikut Ibu Jesi sedikit cuplikan part 1 sebagai gambaran awal, monggo disimak:

SLAMET SI PENJUAL

...

“Pak Slamet, aku pesen satu. Dimakan disini,”

“Siap Pak, silakan duduk dulu!”

Lelaki yang memesan itu kemudian duduk. Dan laki-laki berperawakan sedang itu segera menuju gerobak jualan miliknya yang berada di paling depan ruangan di warungnya. Dengan sigap ia memasukkan benang-benang kenyal dalam panci besar. Memotong beberapa batang sayuran hijau lalu memasukannya juga ke dalam panci yang sama. Nyala api kompor dibesarkan, ia mengambil satu mangkok bergambar jago, menaruh serbuk putih beraneka ragam, menambahi minyak beraroma lalu mengaduknya dengan sumpit.

Kepulan asap yang membumbung membuat laki-laki itu menengok. Membuka kembali tutup panci besar, mengambil benang-benang kenyal yang sudah bercampur dengan sayuran hijau. Potongan daging yang ia racik sejak pagi buta menjadi bagian tak terpisahkan karena tanpanya menu yang ia jual hanya akan punya satu nama, tiga huruf saja.

“Ini Pak, sudah siap.”

“Suwun, Pak.”

“Pak Sudin minumnya apa?”

“Es teh manis saja.”

“Enteni sedela ya.”

...

Laki-laki itu kembali meracik menu pesanan. Kali ini dia tidak menaruhnya di dalam mangkok, tapi di dalam plastik bening yang kata penjualnya food grade dan ramah lingkungan. Ia juga memisahkan cairan-cairan bumbu ke dalam plastik yang lebih kecil secara terpisah. Dua bungkus telah siap, tapi finishing menunggu konfirmasi dari Pak Sudin.

“Mau langsung dijadikan sekarang apa nanti?”

“Sekarang saja! Ini aku sudah selesai makan mie-nya.”

Laki-laki itu langsung menyelesaikan pesanan dalam plastik, mengikat rapi ujungnya lalu memasukkan dua bungkus tadi ke dalam plastik yang lebih besar. Belum selesai dengan itu semua, datang lagi dua perempuan ke dalam warungnya.

“Aku pesan satu Pak Slamet, dimakan sini!”

“Aku juga satu pak, dimakan sini juga!”

Laki-laki itu mengangguk, “Minumnya apa?”

“Aku jeruk anget Pak.”

“Aku es teh.”

“Oke! Silakan duduk dulu!”

...

⭐⭐⭐

Laki-laki berperawakan sedang turun dari bus kota. Ia terlihat celingukan menatap sekeliling. Hari memang masih pagi, belum banyak orang hilir mudik di tempat orang biasa hilir mudik ini.

“Mau ngojek Mas?” seseorang membawa sepeda motor menghampirinya.

“Ke Desa Binangun, ongkose pira Mas?”

“Lima ngewu baen.”

“Ya wis ayuh Mas.”

Laki-laki itu membonceng tukang ojek yang menawarinya. Ia menikmati perjalanan menuju rumah menuju rumah yang sekian lama ia tinggalkan demi sebuah harapan di ibukota. Area persawahan membentang bak permadani hijau. Butiran-butiran kecil mulai terlihat pada setiap batang padi.

Di pojok kanan sebelah utara, ada pemandangan elok nan menawan. Gunung Slamet berdiri tegak menantang langit. Ia terlihat gagah meski jarak untuk mengunjunginya harus menempuh ratusan kilometer dari tempat ia kini berada. Bersyukur ia sudah sampai di kampung halaman dengan selamat.

Keluarga menyambutnya dengan penuh hangat. Tak sedikitpun tanya tanda penasaran menyapanya meski sekian lama ia merantau ke Jakarta. Itulah yang membuatnya rindu pulang kampung setiap saat.

Ada rasa putus asa menyergap. Sekian lama merantau di Jakarta ia tak juga berhasil memenuhi kebutuhan hidupnya sendiri. Bahkan untuk makan sehari-hari ia harus berusaha keras. Dan terpaksa sekali, tumpangan di rumah kakak bisa menjadi solusi. Apakah selamanya akan berjalan stagnan seperti ini?

Alasan kuat ingin merubah kuat untuk merubah nasib sendiri harus terhenti. Ibukota tak cocok untuknya. Pulang kampung dan membuka usaha sendiri akan dicoba. Entah apa dan bagaimana langkah selanjutnya.

Di sudut kamar gelap malam ini laki-laki berperawakan sedang belum juga bisa memejamkan mata. Ia berpikir keras besok akan membuat apa. Ia tak ingin menyusahkan orangtuanya. ia tak ingin terus diam tanpa berbuat apa-apa.

Apa kata orang nanti. Anak seorang Bayan pulang dari kota dan di kampung hanya jadi pengangguran. Sungguh sangat sia-sia ia di mata warga kampung tentunya. Ia ingin seperti bapaknya. Seorang yang ulet dengan segala kesabaran yang menyerta.

⭐⭐⭐⭐

@RumahClever, Cilacap, 10102020

***

Selamat Penasaran dan Ditunggu Segera WAnya untuk waiting list Novel METAFORA, A Novel by Betty Irwanti Joko, penulis 5 buku solo dan 28 antologi. 

Terima kasih.... 


Mengenal Apa Itu Faksi?

00.15 0


APA ITU FAKSI?

Faksi adalah fakta yang fiksi, atau karya tulis berdasarkan fakta yang ditulis dengan gaya naratif, agar dapat lebih menarik perhatian pembacanya. Bambang Trim, mengemukakan bahwa memang ada wilayah abu-abu antara fiksi dan nonfiksi dari segi adanya unsur cerita/kisah di dalam suatu karya tulis. Karena itu, pembagian genre tidak resmi ini menghasilkan faksi.

Faksi berdasarkan penelusuran adalah istilah slang  alias tidak baku yang berkembang untuk menyebut karya tulis yang tidak dapat sepenuhnya disebut fiksi (khayalan/imajinasi) dan tidak juga dapat sepenuhnya disebut nonfiksi. Faksi adalah fakta yang dikisahkan layaknya karya fiksi.

APA PERBEDAAN ANTARA NON FIKSI, FIKSI DAN FAKSI?

Dalam dunia tulis-menulis genre itu dapat disebut ranah dan turunannya disebut laras. Saat di bangku SD kita mengenal ranah induk, yaitu argumentasi, deskripsi, eksposisi, dan narasi, bahkan ditambah satu lagi persuasi (hortatory). Lalu, teori pembagian ranah yang dikenal luas adalah fiksi dan nonfiksi.  Dalam istilah penulis kawakan The Liang Gie disebut khayali (fiksi) dan faktawi (nonfiksi).

Ranah fiksi melahirkan laras puisi dan prosa. Prosa melahirkan lagi sublaras bernama cerpen, novel, dan drama. Ranah nonfiksi melahirkan laras akademis, laras jurnalistik, dan laras bisnis. Tiap laras itu melahirkan lagi begitu banyak tulisan. Contohnya, laras akademis melahirkan sublaras handout, modul, diktat, buku teks sebagai kelompok bahan ajar.

Fiksi dan faksi meskipun beda-beda tipis, sama menariknya. Seorang Dahlan Iskan lebih memilih kisah masa kecilnya dinovelkan dengan judul Sepatu Dahlan yang ditulis oleh Khrisna Pabhicara. Itu adalah karya fiksi karena diwujudkan dalam bentuk novel dan kisahnya sudah dibumbui dengan imajinasi penulisnya. Begitupun kisah Laskar Pelangi meskipun berbasis kisah nyata penulisnya dan tokoh-tokoh di dalam novel itu ada dalam kehidupan nyata, Andrea Hirata tetap menempatkannya sebagai novel karena jalan cerita yang sudah tidak lagi mengikuti kisah sebenarnya.

Menurut salah satu teman penulis, Menurutku, sefiksi-fiksinya cerita fiksi, tetap harus by data, by observasi, by riset. Jadi kita menulis ceritanya itu gak bisa asal mengarang saja. Misal, kita tulis kalau candi Borobudur itu terletak di Jogjakarta. Fatal, bukan. Karena faktanya Borobudur ada di Magelang Jateng.

Kalau observasi, misalnya kita menulis tokoh seorang tuna netra, ya kita harus observasi dulu bagaimana keseharian orang tuna netra itu; bagaimana dia berjalan, makan, dll. Misal orang cacat buntung kaki kanan dan pakai tongkat, kita harus paham kalau dia naik turyn tangga pakai kaki mana dulu.

Misal kita pakai setting tempat jalan Malioboro Jogja, kita harus bisa jabarkan jalanan itu sesuai faktanya. Gak boleh asal ngarang. Karena jalan malioboro itu memang ada, nyata, bukan dibuat-buat.

Kenapa semua itu perlu?
Setidaknya ada 2 tujuan:
- Nostalgia: jika si pembaca pernah ada dalam kondisi cerita yang kita tulis.
- Informasi: bagi pembaca yang belum pernah tau apa yang kita tuliskan dalam cerita kita.

Jadi, dengan begitu cerita fiksi kita jadi terasa natural, riil, dan hidup. Maka pada dasarnya fiksi pun berdasarkan fakta. Fiksi itu utamanya memainkan imajinasi kita. Tapi pada poin-poin tertentu, ya kita harus match-kan dengan fakta dan data. Fiksi adalah kisah yang ditulis berdasarkan khayalan dan imajinasi. Sedangkan nonfiksi itu ditulis berdasarkan fakta dan data.

KARYA TULIS APA SAJA YANG TERMASUK FAKSI?

Tulisan-tulisan yang tergolong faksi adalah kisah hidup seseorang (biografi, autobiografi, memoar), kisah nyata sebuah peristiwa, dan karangan khas (feature). Bisa juga kisah inspiratif, mini biografi, novelisasi biografi semisal buku Bidadari untuk Dewa, Sehidup Sesurga Denganmu, Narasi Gurunda dan lain-lain.

Di dalam dunia jurnalistik kita mengenal feature atau karangan khas sebagai faksi. Feature menjadi andalan majalah Tempo untuk menyajikan berita secara mendalamalih-alih kemudian disebut sebagai jurnalisme sastrawi.

Dalam dunia penerbitan buku maka tersebutlah autobiografi, biografi, dan memoar sebagai karya faksi.  Karya-karya itu mengandung data dan fakta yang bukan berasal dari khayalan atau imajinasi penulisnya. Namun, data dan fakta itu harus dikisahkan dengan menghadirkan tokoh, latar/setting, dan alur/plot sehingga menjadi menarik untuk dibaca.

Dalam genre naskah juga kemudian dikenalkan istilah nonfiction novel. Apalagi ini? Genre ini muncul ketika sebuah peristiwa yang nyata dan melibatkan tokoh-tokoh nyata, kemudian dikisahkan kembali dengan gaya penceritaan sastra berdasarkan hasil riset penulis dan rekaan terhadap dialog-dialog tokoh yang sudah tidak ada (sudah meninggal).  Jadi, ketika ada buku biografi dari tokoh masa lampau misalnya, Jenderal Sudirman, diterbitkan dengan gaya pengisahan seperti novel, itu berarti nonfiction novel.

Nonfiction novel menilik cirinya sebenarnya adalah faksi juga. Tokohnya ada atau pernah ada, peristiwanya benar-benar terjadi, dan tempatnya juga ada; hanya dialog-dialog direkonstruksi oleh penulisnya. Berarti itu adalah faksi.

Cerita anak pun bisa jadi faksi selama berasal dari fakta karena memang pasti ada risetnya masing-masing. Untuk bisa dibilang faksi itu memang agak susah untuk kuantifikasi, sulit menakar berapa prosentase antara fiksi dan faktanya. Cernak pun bisa disebut faksi. Hanya biasanya dipakai untuk buku berisi fakta edukasi. Misal tentang ke museum. Ceritakan museum itu apa, atau patung museumnya yang cerita.

Tidak ada ukuran prosentase antara fiksi dan fakta dalam faksi.  Syarat faksi adalah bergabungnya fakta dan fiksi dengan bagus.

BAGAIMANA CARA MENULIS FAKSI?

Permodelan faksi biasanya merujuk pada biografi Merry Riana secara umum, bisa juga menakarnya antara konteks per konteks. Kan kita tahu, jenis paragraf non-fiksi paling umum itu ada 3: eksposisi, deskriptif, dan naratif.

Katakanlah yang akan banyak polesan fiksi itu adalah bagian dialognya. Sedangkan untuk perawakan dan perwatakan tokoh, ini yang betul-betul bersumber dari fakta. Dan paling aman sebenarnya ditaruh di bagian dialog untuk bumbu fiksinya. Katakanlah karena kita tidak betul-betul tahu aksen dan gaya bicara tokoh secara lugas.

Katakanlah unsur suatu cerita itu ada eksternal dan internal.  Tapi, ada seorang guru cerpen, yang telah membagi unsur eksternal dan internal dalam cerita menjadi 7 unsur internal utama dan 3 unsur eksternal utama.

Unsur eksternal cerita ada 3: tafsir pembaca, asosiasi suatu karya dengan karya lainnya serta pesan moral. Nah, kalau unsur internal ada 7: Situasi, Perwatakan Tokoh, Perawakan Tokoh, Tempat dan Property, Alur , Percakapan, Kutipan dan Paragraf Kunci.

Untuk faksi, area yang sebaiknya fakta adalah: situasi, perwatakan, perawakan (kalau bisa sampai atribut tokohnya, baju apa yang biasa digunakan).

Area yang bisa dimainkan di fiksi: percakapan, kutipan, paragraf kunci (ini bergantung banget sama sudut pandang penulis).  Sehingga bisa diambil kesimpulan bahwa titik tumpu fiksi adalah sudut pandang penulis. Sedangkan titik tumpu non-fiksi adalah kelengkapan data.

CONTOH TULISAN FAKSI berupa biografi dan autobiografi ada di blog ini pada postingan terbaru, yang memang saya siapkan khusus untuk menemani penjelasan materi ini.

SUMBER MATERI:
  1. WEB KOMPASIANA
  2. WEB KR JOGJA
  3. WEB DEEP PUBLISH
  4. WAWANCARA DENGAN BEBERAPA TEMAN PENULIS