Prosa Liris: Hujan di Hatiku

08.39

Hujan di Hatiku
Oleh Betty Irwanti

Hujan kadang turun sewaktu-waktu, bahkan hanya di lokal tertentu. Andai saja kau tahu, hujan itu baru saja jatuh di hatiku.

Mungkin Tuhan sudah tahu, hatiku penuh sendu. Limbung menguasai kepalaku sama seperti tubuhku.

Hujan jatuh di hatiku, membasahi setiap relung sukma nun jauh. Apakah kau tahu sebenarnya itu yang menguasai hariku kali ini?

Tanpa komando tanpa permisi, basah membanjiri mataku. Apakah hanya aku yang masih saja suka begini? Ingin marah, ingin menawar tapi apalah kuasaku.

Basah mataku samar terlihat, kututup sunggingan senyum dan jawaban yang merangkak pasti. Basah mataku takkan terlihat, karena Tuhan mengirimkan hujan untuk menghapus sembab agar menjadi tak jelas nampak.

Bukan, bukan karena aku tak bisa menahan. Mungkin memang harus terjadi, sebab semua sudah tercatat. Nun jauh di sana. Di tempat yang dijaga ketat oleh-Nya.

Hujan jatuh di hatiku, hujan juga turun membasahi langkahku. Meski begitu tetap jua kukuatkan hatiku.

Aku bukan lagi anak baru yang masuk kerja kemarin sore. Aku sudah belasan tahun berkutat dengan tugas ini. Mestinya, semua sudah kupahami. Demi sebuah kesetiaan pada negara, keluarga dan diri hamba.

Mungkin hati sedang tidak bisa kukuasai.

Hujan di hatiku sudah biasa. Sebiasa aku mengurainya menjadi pelangi agar tak hanya basah menyertai, tapi ia akan mengering dengan hadirnya mentari pagi.

Bukankah pelangi biasa datang selepas hujan sebentar lalu pergi?

Hujan di hatiku bisa jadi hanya terjadi padaku. Sama seperti hujan yang kadang turun di lokal tertentu.

Buktinya, hari ini. Hujan yang sama saat kulewati medan kerja dengan sendunya hati. Separuh kulewati dengan berbasah diri, seperempat lagi hanya rintik belaka, bahkan seperempat sisanya masih kering seperti saat hujan belum tiba.

Ah, mungkin hujan hanya jatuh lokal di hatiku saja.

Mungkin kini bisa jadi kau sedang tertawa.

*

Gambar: Clever Design by Canva

#TantanganProsaLiris
#KelasFiksiOdop6
#OneDayOnePost
#EstrilookCommunity
#November2018
#Day27

@RumahClever, Cilacap, 27 November 2018: 06.30.
Ibu Jesi.
Nyi Bejo Pribumiluhur.

**

Lifestyle Blogger

Artikel Terkait

Previous
Next Post »

10 komentar

Write komentar
Betty Clever
AUTHOR
27 November 2018 13.51 delete

Makasih Mbak Wiwid
Makasih Mbak Nurul

Reply
avatar
FathinFar
AUTHOR
27 November 2018 16.16 delete

Mbak Bet jahat deh. Jadi ngingetin aku sama dia 😢😢😢

Reply
avatar
Lia Anelia
AUTHOR
27 November 2018 18.25 delete

Ah mbak Betty gercep sekaliii... Dan kereeen... 😍
Aku masih "mager", belum keidean mau nulis apa... 😭

Reply
avatar
amieopee
AUTHOR
28 November 2018 12.18 delete

mantap ya..q nulis sebisanya, ga tahu bener pa salah

Reply
avatar
Betty Clever
AUTHOR
28 November 2018 13.25 delete

Mba Fatih, gda maksud.
Mba Lia, ayuk eksekusi segera.
Mba Ami, coba aja dulu ngga papa

Reply
avatar
28 November 2018 14.23 delete

Hujan di hatiku
Gerimis air mataku
Mendung retinaku
Sedih

Reply
avatar
30 November 2018 07.12 delete

Baguss anged nih mbak betty😍

Reply
avatar