Tantangan Ketiga Level 4 Read Challenge ODOP

11.36

RESENSI BUKU
LOST VOICE FROM TITANIC
The Definitive Oral Story


Nick Barrat
Arrow Books London 2009
330 halaman
ISBN 978-1-84809-151-1


Lost Voice from Titanic adalah buku catatan sejarah tentang banyak fakta mengenai kapal terbesar yang pernah ada di jagad raya, yaitu Titanic. Buku ini berisi latar belakang dibuatnya Titanic dan gambaran lengkap mengenai segala hal tentang konstruksinya dari yang sederhana sampai yang rumit.

Buku ini juga berisi gambaran keindahan kapal Titanic (ada 26 foto), penumpang-penumpangnya yang merupakan orang pilihan yang diceritakan lewat bukti-bukti surat yang dikumpulkan oleh penulis lewat penelusurannya secara online maupun offline.

This collection of testimonies will transport you back in time to the night in question, and vividly reveal what it was like to be on board the Titanic as it struk the iceberg and then made its final desecnt to the ocean floor. (page 89)

Kumpulan bukti-bukti surat atau testimoni-testimoni  ini akan mengantar Anda kembali ke masa lalu ke malam yang menjadi sejarah kelam dan dengan jelas mengungkapkan bagaimana rasanya berada di atas kapal Titanic saat ia menanbrak gunung es dan kemudian karam tak bersisa hingga ke dasar laut. (halaman 89)

Surat-surat yang tertulis dimulai dengan setting tanggal 10-13 April 1912. Dan betapa sangat mengerikannya malam itu saat Titanic tenggelam di malam bertanggal 14-15 April 1912. Malam yang menjadi legenda hingga masa sekarang. Bahkan film layar lebarnya pun abadi sepanjang masa meski cerita di dalamnya sedikit diimbuhi unsur fakta yang difiksikan.

Testimoni-testimoni yang ada di buku ini tidak hanya menampilkan sebelum dan saat kejadian. Setelah Titanic tenggelam ada juga banyak cerita teramat menyedihkan dari keluara penumpang kapal yang notabene berjumlah ribuan orang.

Of the 2207 souls on board the Titanic when it struck the iceberg, fewer than one third were rescued from the ocean. Yet along side the relief of the survivors came hope that loved ones might also be among the saved. the pain of realising that friens and family were not among the lucky ones taken on board the Carpatahia is succinctly described by Mrs Charlotte Collyer. She had left her husband on board the ship but clung to the possibilty that he had found a place in the lifeboats. (page 224)

Dari 2207 jiwa di atas kapal Titanic ketika menabrak gunung es, kurang dari sepertiga diselamatkan dari laut. Namun di samping itu, bantuan para korban selamat datang dengan harapan bahwa orang-orang terkasih mungkin juga termasuk di antara mereka yang diselamatkan. Kepedihan karena menyadari bahwa para saudara dan keluarga tidak termasuk di antara mereka yang beruntung dibawa naik ke Carpatahia dijelaskan dengan singkat oleh Ny. Charlotte Collyer. Dia termasuk yang selamat karena telah meninggalkan suaminya di atas kapal kemudian menyelamatkan diri dengan naik sekoci. (halaman 224)

Buku ini diakhiri dengan cerita-cerita dari para penumpang yang selamat. Bagaimana mereka melanjutkan hidup dan bagaimana mereka menjalani hidup tanpa orang-orang yang mereka cintai karena tenggelam bersama kapal Titanic.


Peresensi
Betty Irwanti, S.Pd.SD.
Guru Kelas VI SD Negeri Binangun 01
Kecamatan Bantarsari Kabupaten Cilacap

Lifestyle Blogger

Artikel Terkait

Previous
Next Post »