Cucu sang Kiyai Part 6 untuk Menjawab Tantangan Menulis Minggu Pertama One Day One Post Batch 6 Oleh Betty Irwanti

14.32

CUCU SANG KIYAI
Betty Irwanti
#part6

Untuk Menjawab Tantangan Minggu Pertama One Day One Post Batch 6
Dengan kata kunci: ulat, amplop dan gawai.

***

Siang ini semua panitia sibuk menyiapkan tempat pelaksanaan temu alumni. Ada yang sedang menata panggung, ada yang membersihkan ruangan, dan berbagai aktivitas yang lainnya. Aku sendiri sibuk menyiapkan ruangan transit untuk para tamu. Menata meja dan segala perabotan untuk menyajikan hidangan.

Dari balik jendela kaca kucoba mencari keberadaan Isa. Rupanya, dia sedang menurunkan pohon di dalam pot dibantu beberapa rekan yang lainnya. Pot itu memang sengaja didatangkan untuk mempercantik dekorasi panggung. Itu, Isa sendiri yang mengajukan usul. Setelah dia resmi didapuk menjadi seksi dekorasi dan dokumentasi di acara rapat khusus panitia inti tadi malam. Mbak Naya yang langsung menunjuk Isa, karena sejak lama dia tahu bakat lain yang terpendam dari teman SDnya itu.

Aku buru-buru ke luar ruangan begitu mendengar ada suara teriakan.
"Ulat, ulat, awas ada ulat." Suara itu terdengar dari ruangan sebelah, yang ada panggungnya. Aku menuju ke sana. Demikian juga dengan Isa, Mbak Naya dan beberapa teman lainnya.

"Ada apa, Fan?"
"Itu, itu ada ulat. Belaaa..."

"Mana?" jawabku tergesa.

Fani mengarahkan jari telunjukknya ke pucuk daun di sebelahnya.
"Ya, Allah, Fani. Hanya ulat begini saja kok takut." aku menjawab sembari mengambil ulat itu dengan ujung ballpoint yang sedang kupegang. Baru beberapa langkah berjalan, ulat itu jatuh. Aku celingukan. Aku sendiri lumayan geli melihatnya.

Mbak Naya mendekatiku, memberikan sebuah amplop putih kecil untuk alat bantu. Kebetulan dari tadi Mbak Naya sedang memasukkan uang ke dalam amplop kecil berwarna putih. Amplop yang sudah ditulisi nama masing-masing pos anggaran atau nama penanggungjawabnya. Katanya, biar mudah membaginya besok. Tidak tertukar. Karena masing-masing pos jumlah tidak sama. Supaya besok tinggal diberikan tanpa perlu bingung lagi. Dia memang sangat teliti. Cocok menjadi bendahara.

"Pakai ini, biar mudah membawanya. Buang di tempat yang jauh, jangan dimatikan ya. Kasihan. Ulat juga makhluk hidup yang ingin panjang umur."

Aku menggunakan ujung amplop putih itu untuk mengambil ulat yang jatuh. Menggesernya pelan agar berada di tengah-tengah. Setelah dirasa pas, aku kembali berdiri melangkah ke luar untuk mengamankan si ulat yang mengagetkan Fani tadi.

Sampai di halaman, tiba-tiba ada bunyi dari gawai yang ada di saku bajuku, kali ini aku yang kaget. Ulat itu jatuh lagi, tepat diatas sebuah daun. Aku membiarkannya. Kuambil gawaiku, kulihat siapa yang menelepon. Oh, ternyata Pak Maulana. Aku menjawabnya segera.

***

#komunitasonedayonepost
#ODOP_6
#day7

#TantanganODOP1 #onedayonepost #odopbatch6

Rumah Clever, Cilacap, 08 September 2018: 14.10
Ibu Jesi.

***

Maafkan saya belum bisa bold kata kunci ya Admin semua.

****

Lifestyle Blogger

Artikel Terkait

Previous
Next Post »

4 komentar

Write komentar