REVIEW BUKU LIFE IS YUMMY

04.20

Bismillah, hari ini Isa Bela (Cucu Sang Kiyai) libur dulu ya. Mereka mau weekend nan dulu. Hehe.

Sabtu ini insyaallah saya isi dengan Review Buku.

*

LIFE IS YUMMY
Antologi Flash Fiction

Kamaksara
Stiletto Indie Book
Cetakan pertama, Januari 2018
ISBN 9786026648365

205 halaman
.
.
Kehidupan ibarat makanan, setiap hal yang terjadi adalah bumbu yang membuatnya terasa lebih nikmat.
.
.

Buku ini menjawab rasa penasaran saya terhadap cerita dengan jenis, flash fiction. Flash fiction sendiri adalah cerita fiksi mini yang hanya terdiri atas 100-300 kata dengan ending twist, atau mengambang.

Life is Yummy, ditulis oleh 38 perempuan penulis yang tergabung dalam tim Kamaksara. Ada nama penulis buku ini yang saya kenal, tapi sebagian besar nama yang lain masing terasa asing, karena saya sendiri memang masih newbie di dunia literasi negeri ini.

**

Life is Yummy memuat 38 cerita romance/ chicklit, 23 cerita teenlit, 15 cerita humor dan 15 cerita fantasy/ horor/ thriller. Buku ini lengkap sebagai sumber referensi cerita dengan berbagai genre.

Bayu tergelak. Ditutupnya koper, menyuap sisa puding, lalu merangkak menyusul sang istri. (halaman 5: Adzra Tsabutja)

Suni tertawa kecil dan mengambil foto donat dengan gawainya. Sesudah itu dia menutup kotak dan mendorongnya ke arah Anjas. (halaman 15: Ayas Ayuningtias)

Penantianmu yang panjang berujung pada pukul sebelas malam. Soto betawi yang kaubuat dengan penuh cinta itu kini telah dingin, tak lagi tampak menggugah selera. (halaman 37: Kinanti WP)

Kata-kata Tante Novi meredupkan semua binar yang sempat terpancar di matanya, berganti dengan arak-arakan awan kelabu yang siap memuntahkan uap airnya kapan saja. Meleleh seperti es krim dalam cup di hadapannya. (halaman 84: Ane Fariz)

Aku menyobek amplop itu tak sabar. Wow! Ternyata isinya adalah pemberitahuan, bahwa aku lolos final kejuaraan masak kue se-Asia... (halaman 93: Ayu Dia)

Aku menatap puding mozaik warna-warni buatan mama, di depanku. Ah, puding ini mirip Liza... (halaman 101: Fiane N Setiady)

Sinta kaget setengah mati melihat isi tudung saji. Dua piring nasi putih dan tumpukan kerupuk disusun menggunung dengan lilin di tengahnya. (halaman 141: Dina Rosdiana)

Sumi memberanikan diri menatap Mas Karyo.
"Kemarin Mpok Yati majikanmu, beli nasi gorengku belum dibayar. Tolong tanyakan, ya..." (halaman 155: Lyna Roring)

"Audrey, disini 'jangan' itu artinya sayur,"... (halaman 159: Sani Hasanah)

Jika bukan karena panggilan atasannya untuk melakukan autopsi, mungkin Arthur sedang menyantap steak favoritnya... (halaman 165: Diane Mardeya)

Rey nyaris limbung begitu mendengar nama kekasihnya disebut. Tadi siang mereka masih berbincang di telepon. Dan baru saja ia bertemu dengan kekasihnya itu. Lalu, siapa perempuan yang memasak steak untuknya dan menemaninya makan malam? (halaman 188: Nour Purnawan)

Keringat dingin mengucur deras. Rasa takut menyergap. Kate teringat potongan steak enak yang tadi dimakannya. Mendadak Kate terasa mual. (halaman 195: Tita Dewi Utara)

***

Cerita romancenya berhasil membuat saya terbuai. Cerita teenlitnya sukses membuat saya tersenyum-senyum sendiri. Cerita humornya hampir membuat saya menangis karena tak henti-hentinya tertawa. Tapi yang tak kalah wow adalah cerita thrillernya. Sukses untuk membuat bulu kuduk saya berdiri. Untung saya membacanya tidak di waktu malam hari.

Selamat menikmati.

****

#komunitasonedayonepost
#ODOP_6
#day6

Rumah Clever, Cilacap, 7 September 2018: 13.45.
Ibu Jesi.



Lifestyle Blogger

Artikel Terkait

Previous
Next Post »

2 komentar

Write komentar