CURHAT IBU JESI

00.07

Curahan Hati Seorang Kakak

Tulisan ini saya buat tanggal 27 September 2017 pukul 09.18, beberapa hari setelah adik laki-laki saya menyampaikan lamaran kepada gadis yang ia cintai.

Sedianya tulisan ini ingin saya bacakan tepat di hari pernikahannya, 27 Juni 2018 lalu. Namun, karena satu dan lain hal, tulisan ini tidak jadi saya baca. Kemudian saya memilih menyimpannya hingga saatnya tiba.

Hingga akhirnya, hari ini saya ingin membagikannya kepada semua. Setahun lebih setelah curahan hati itu menjadi penghuni setia buku harian saya.

Sebenarnya surat ini bersifat rahasia, rahasia keluarga. Kala saya pertama menuliskannya, hanya Ayah Jesi yang tahu. Beliau pun memberi izin atas segala keniatan ini.

Ayah Jesi selalu excited jika membicarakan adik-adik, karena beliau tidak punya adik kandung. Beliau anak bungsu dari tiga bersaudara. Beliau sudah menganggap adik saya sebagai adiknya juga.

Inilah sepatah kata yang ingin seorang kakak sampaikan kepada adiknya yang akan menikah.

Jika ini dianggap alay, maka memang inilah saya. Saya yang waktu itu entah dengan kekuatan apa ingin mencurahkan perasaan hati lewat kata-kata. Saya yang waktu itu tetiba melankolis sebab adik laki-lakinya akan menikah beberapa masa selanjutnya.

*

Bismillahirrohmaanirrohiim.

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Yang terhormat tuan rumah, sang empunya hajat berserta seluruh keluarga.

Yang saya hormati, seluruh keluarga besar Embah Kakung, Markusen dari Cilacap.

Izinkan saya di sini, ingin menyampaikan apa yang menjadi curahan hati selama ini.

Perkenalkan, saya Betty Irwanti. Kakak dari sang mempelai laki-laki, Riyan Rudiyansyah.

Terlebih dahulu marilah kita sama-sama memanjatkan puji syukur atas segala limpahan kasih sayang Allah SWT. Sehingga sampai detik ini kita semua sehat wal'afiat, dapat berkumpul dan bersilaturahmi di acara yang penuh kebahagiaan ini.

Di tempat ini. Sekiranya akan menjadi rumah baru bagi adik saya nanti.

Tak lupa salawat dan salam senantiasa tercurah pada Nabi Agung Muhammad SAW. Semoga kita semua mendapat syafa'atnya kelak. Aamiin.

Mohon maaf, saya minta waktu sebentar. Atau beberapa saat untuk mengutarakan ini.

Saya, ibu dari anak saya, Jesi. Mengucapkan selamat menempuh hidup baru untuk om dan tantenya Jesi. Barakallah. Semoga pernikahan kalian membawa berkah bagi seluruh keluarga. Mendekatkan yang jauh dan mempererat jalinan yang memang sudah dekat sebelumnya.

Saya, isteri dari Joko Septiono. Menyampaikan selamat mengarungi bahtera pernikahan, semoga kalian senantiasa dalam kebahagiaan.

Saya, anak dari bapak Muhtolib dan ibu Dariyem. Menghaturkan selamat datang di kehidupan yang baru, yang disunahkan oleh Rasulullah SAW. Semoga rumah tangga kalian sakinah, mawadah dan warohmah.

Saya, kakak dari Erny Nur Aeny. Ingin membisikkan kata-kata pada adikku, Riyan Rudiyansyah. Bahwa kami tetaplah kakak beradik yang saling mencintai, meski terpisah jarak. Bahwa kami tetaplah saudara perempuanmu sampai kapan pun juga meskipun pernikahan akan memisahkan urusan di antara kita masing-masing. Tapi, kita tetap satu keluarga.

Saya, keponakan dari Mamih Karin, Siti Chotimah. Ingin mengatakan semua ini agar kelegaan hadir dan menjelma menjadi kemantapan hati.

Jujur, sesaat setelah adik saya, Riyan Rudiyansyah melamar gadis pujaan hatinya yang bernama Sri Rahayu Karim, saya sangat bersedih. Bukan sedih karena kemudian adik saya akan menikah, bukan. Tapi, saya bersedih karena takut kehilangan.

27 tahun kami hidup bersama, saling menyayangi dan mencintai satu sama lain. Namun, mungkin memang sudah saatnya adik saya menikah. Ini sudah menjadi qada dan qadar dari Allah SWT.

Sudah waktunya bagi saya untuk belajar, bahwa adik saya sudah bukan sepenuhnya milik keluarga kecilnya sekarang. Sejak setahun berjalan ini, saya belajar untuk memantau dan membantu sebisanya. Bukan ikut terlibat banyak dalam setiap urusannya. Bukan lagi serba ingin tahu ini itu, karena naluri kakak yang ingin memperhatikan adiknya setiap saat.

Sejak adik saya melamar calon isterinya setahun yang lalu, saya bahagia. Sungguh. Adik saya akhirnya menikah juga. Kelak akan semakin lengkap kebahagiaan dengan hadirnya anggota baru dalam keluarga besar Markusen Family tercinta. Aamiin.

Selamat menikah, dik...

Semoga pernikahan kalian menjadi segala jawaban atas segala do'a dan permohonan.

Semoga pernikahan kalian menjadi jawaban atas segala kegundahan seseorang yang pernah belajar untuk mengerti tetapi mungkin belum juga dimengerti. Seseorang yang pernah belajar untuk mendekati tetapi selalu patah hati karena belum juga bisa berpaling dari satu hati, dan keniscayaan itu bisa jadi tidak mungkin terjadi.

Tidaklah penting seseorang itu siapa. Yang lebih penting sekarang adalah marilah kita semua bersyukur atas apa yang ada. Semoga pernikahan adalah jawaban dari semua jawaban. Semoga isterimu dapat mempererat jalinan dengan seseorang itu. Karena sejak sebelum melamar, seseorang itu sudah terlebih dahulu dekat dengan calon isterimu.

Inti dari semua ini adalah kebahagiaan. Saya sebagai kakak sangat bahagia atas pernikahanmu, dik...

Semoga setiap anggota keluarga bisa semakin dekat satu sama lain dan semakin solid.

Semoga pernikahan kalian membawa berkah bagi seluruh keluarga. Aamiin. Aamiin. Ya robbal 'alamiin.

Sekian apa yang dapat saya curahkan. Banyak kesalahan itu semata datang dari saya, karena saya hanyalah manusia yang sekiranya banyak salah dan alpa.

Salam kenal untuk keluarga besar Kebumen dari keluarga besar Cilacap tercinta.

Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

**

#781kata
#komunitasonedayonepost
#ODOP_6
#day47

#CleverWedding
#Project1
Rumah Clever, Cilacap, 16 Oktober 2018: 21.45.
Ibu Jesi.

***

Postingan ini juga disertakan dalam One Day One Post bersama Estrilook Community.

#OneDayOnePost
#EstrilookCommunity
#Day5

****

Lifestyle Blogger

Artikel Terkait

Previous
Next Post »