Apa Kata Ibu Jesi Tentang Pembiasan Bawa Bekal ke Sekolah?

16.04



#Day5
#OneDayOnePost
#EstrilookCommunity

#Day5
#OneDayOnePost
#KomunitasODOP
#PjOprecOdop7
#GrupTokyo
#DosbingNAC

PERTIMBANGAN MEMBAWA BEKAL DARI RUMAH ATAU CATERING SEKOLAH

@Clever Class, Cilacap, 5 September 2019, 12.42

Selamat siang.
Selamat makan.

Siang ini ada jadwal TPQ di sekolah. Karena bu guru pendidikan agama islam sedang ada rapat persiapan lomba MAPSI tingkat kecamatan Bantarsari maka aku berkewajiban untuk menggantikan.

Masih ada waktu 15 menit sebelum anak-anak masuk kelas TPQ. Kulihat mereka sedang menikmati bekal makan siang mereka. Mereka sudah membawanya sejak pagi, karena sekolah memang mewajibkan. Harus ada sayur berwarna hijau sebagai menu wajib dan lauk untuk menemani.

Bukan kali ini saja, anak-anak membawa bekal. Setiap ada kegiatan yang diprediksi menguras tenaga, waktu dan pikiran. Mereka wajib membawa bekal.

Apa saja pertimbangan sekolah memutuskan hal sampai sedemikian rupa? Sehingga orang tua atau wali murid harus bersusah payah bangun pagi demi tersedianya bekal untuk anak-anak mereka yang akan berangkat ke sekolah?

Ada beberapa hal yang menjadi pertimbangan membawa bekal dari rumah:

1. Tidak ada catering si sekolah

Sekolah kami terletak di desa. Mayoritas belum ada kantin khusus yang dikelola oleh sekolah. Paling banyak ada warung jajan anak atau warung makan dekat sekolah yang menjual makanan umum untuk semua.

Membawa bekal itu sangat disarankan, ketimbang anak pagi-pagi sudah jajan yang apakah bisa diterima oleh perutnya yang masih kosong. Kadang aku suka heran, melihat anak yang pagi-pagi kok sudah jajan es. Terbuat dari apa ya perutnya? Kok kuat begitu.

Situasi akan berbeda dengan sekolah yang berada di kota. Di bagian dalam bangunan sekolah, ada khusus kantin untuk tempat jajan anak muridnya. Atau bahkan khusus untuk pegawai dan karyawannya. Warga sekolah akan terbantu jika kehabisan bekal maupun memang tidak sempat memasak bekal sebelum berangkat sekolah (kerja).

2. Edukasi makanan bergizi

Anak-anak zaman sekarang cenderung lebih suka makan makanan yang instan. Bagaimana tidak? Masak saji saja sudah instan, menggunakan rice cooker atau magic jar yang hanya butuh waktu 30 menitan langsung matang. Lauk yang dikonsumsi pun cenderung lebih memilih yang simple daripada repot-repot masak. Pilihan membeli lauk matang atau lauk siap saji yang bisa dimasak secara kilat, bukan masak sejak awal menyiapkan bahan sampai meracik bumbu waktunya sekarang sudah kesulitan.

Manusia memang penuh dengan seribu alasan. Akibat ulah para orangtua yang sering memasak makanan instan ini, anak-anak cenderung kurang mengenal keberagaman makanan bergizi, mereka lebih suka makan pakai telor. Mereka lebih doyan makan pakai mie. Terus kapan mau makan sayur? Kapan mau makan buah?

Membawa bekal dari rumah bisa jadi solusi terbaik. Para orangtua khususnya kamu, ibu yang anaknya bersekolah rajinlah bangun pagi dan masak untuk anak mulai sekarang. Jangan biarkan anakmu makan makanan yang itu-itu melulu! Jangan relakan anakmu erus menerus makan makanan instan! Stop dari sekarang!

3. Pembiasan hidup sehat

Ini sudah jelas. Anak-anak sangat membutuhkan makanan yang bergizi. Bukan makanan yang instan. Makanan yang bergizi itu berasal dari bahan makanan yang mengandung 4 sehat 5 sempurna. Apakah kamu masih ingat?

4 sehat 5 sempurna adalah makanan yang lengkap dan sempurna secara komposisi gizi. Ada karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral dan lain-lain. Apa saja bahan makanan yang termasuk dalam 4 sehat 5 sempurna? Sebut saja contohnya, nasi, tempe goreng, sayur bayam, buah pisang dan susu. Kelihatannya murah dan sepele ya? Tapi menu sederhana itu sudah lengkap.

Membawa bekal akan memotivasi kamu sebagai ibu untuk membuat variasi menu agar anakmu tidak bosan memakan makanan yang itu-itu melulu. Jadi, gimana nih? Yakin, mau nggak masak juga nih Bu?

4. Pembiasan hidup hemat

Kalau ini jelas, dengan membawa bekal kamu sebagai ibu akan sangat bisa menghemat. Bayangkan jika anakmu tidak makan dari rumah, jajan di sekolah, makan sembarangan, berapa biaya yang harus kamu keluarkan setiap harinya?

Pernah ada cerita unik dan menarik dari salah satu anak murid. Dia sama sekali tidak pernah mau ke luar kelas saat jam istirahat. Saat ditanya kenapa dia begitu? Dia menjawab, "Aku tidak bawa sangu. Aku tidak mau jajan. Uangnya aku tabung. Kata Mbahku, jajajan itu tidak sehat. Mending makan masakan Mbah yang sudah dibawakan dari rumah."

Uniknya dimana? Unik, karena anak yang demikian itu masih duduk di kelas 1. Kebanyakan anak seumuran, sangat suka jajan. Tapi tidak dengan dia. Menariknya di mana? Aku sampai bertanya berulang kali, juga bertanya kepada Mbah anak itu secara langsung. Kesimpulannya singkat, hidup itu sehat itu harus dimulai sejak kecil. Hemat itu sebagai bonusnya.

Demikian.

Lifestyle Blogger

Artikel Terkait

Previous
Next Post »

3 komentar

Write komentar
lilisodiah
AUTHOR
5 September 2019 17.42 delete

Bawa bekal memang solusi paling oke

Reply
avatar
lilisodiah
AUTHOR
5 September 2019 17.43 delete

Bawa bekal memang solusi paling oke

Reply
avatar
Arhana
AUTHOR
5 September 2019 21.43 delete

������
Bawa bekal itu istimewa

Reply
avatar