Menu Favorit Ibu dan Ayah Jesi Saat Tanggal Tua

08.45


#Day16
#OneDayOnePost
#EstrilookCommunity

#Day16
#OneDayOnePost
#KomunitasODOP
#PjOprecOdop7
#GrupTokyo
#DosbingNAC

MENU FAVORIT DI TANGGAL TUA

Tanggal tua adalah tanggal-tanggal menjelang akhir bulan pada masa sebelum gajian. Tanggal tua berada pada tanggal 25-31 setiap bulan, karena aku terima gajian di awal bulan. Itu menurut versi diriku sendiri. Kalau menurut versi suami, tanggal tuanya berbeda. Karena beliau terima gajian setiap tanggal 28 di akhir bulan.

Tanggal tua adalah tanggal krisis. Itu juga menurut versiku sendiri. Meski kadang uang juga langsung habis setelah gajian diterima. Untuk apa? Ya, untuk memenuhi kebutuhan hidup si tentunya. Tapi, alhamdulillah yang penting aku dan suami tetap bahagia. Kami sudah siap berkonsekuensi bersama. Jadi apapun yang terjadi, kami selalu berada dalam lingkaran seiya sekata.

Begitu pula saat tanggal tua menggelayut manja. Aku sadar betul kadang harus benar-benar berhemat. Bahkan sampai untuk urusan makan pun, aku tidak bisa banyak berbuat. Sampai-sampai aku punya menu favorit saat tanggal tua menyergap. Bersyukur suami orangnya simple, jadi menu makanan pun jadi ikutan simple.

Berikut 7 menu favorit di tanggal tua versi ayah dan ibu Jesi:

1. Sambal Terasi + kerupuk

Tinggal buat saja dengan menggoreng cabai, terasi, bawang merah dan bawang putih lalu tumbuk bersama. Beri sedikit garam dan gula merah. Sudah. Cita rasa pedas bisa diatur juga.

Sambal terasi ini enak dimakan bersama nasi putih yang hangat dan kerupuk. Kerupuk udang putih atau kuning atau warna apapun bisa jadi teman makan yang menyenangkan.

2. Mendoan

Tempe yang digoreng dengan tepung dan dibumbui garam serta bumbu tumbuk. Semalam aku membuatnya. Pertama aku menumbuk bawang merah, bawang putih, ketumbar, kunyit, dan garam sampai halus. Kemudian bumbu itu aku encerkan untuk membuat adonan bersama tepung terigu.

Mendoan yang akan digoreng itu yang dibungkus daun dan satu bungkus isinya dua. Tipis sekali. Aku sampai terkagum sama yang membuatnya. Kok bisa ya tipis begini, kalau tidak hati-hati bakal bisa sobek saat menggorengnya. Mendoan ini enak juga dimakan dengan sambal terasi atau sambal apapun yang disukai.

3. Mie instan

Jangan tanya mie instan itu bentuknya seperti apa. Dia sudah menjadi idola banyak orang di seluruh penjuru dunia, termasuk aku. Mie instan jadi solusi cerdas di tanggal tua. Mie instan favoritku adalahie goreng Aceh, yang rasanya otentik, pedas dan mienya berbeda, lebih besar seperti mie ayam.

Mie instan aku makan setelah kuolah dengan benar. Aku tidak pernah makan mie instan langsung dengan kuah yang kupakai untuk memasak mie pada awal. Air rebusan awal selalu aku buang dan aku beri air matang kembali jika itu mie berkuah. Bukankah air rebusan awal itu untuk menghilangkan pengawaetnya saja?  Bahkan minyak goreng di mie instan itu pun tidak pernah aku makan.

4. Minuman cereal

Minuman cereal yang rasa cokelat itu idola. Saat hamil dulu sewaktu ngidam berat, hampir setiap hari aku meminumnya. Kenapa? Karena tidak ada makanan lain yang bisa masuk kecuali minuman hangat yang kusuka. Entahlah. Kok bisa ya segitunya.

Minuman cereal sering menemaniku juga saat tidak sempat sarapan pagi di rumah, dan aku meminumnya di sekolah. Varian rasanya pun sebenarnya tak hanya cokelat yang aku suka, ada kacang hijau dan vanili juga. Tahukah kamu minuman cereal yang kumaksud itu mereknya apa?

5. Kopi

Waoww, kopi. Iyess. Kopi. Ini menu makanan favorit Pakde Agus yang sekarang lagi kerja di Dumai sana. Tapi tidak hanya beliau, ternyata aku sendiri juga suka minum kopi hitam. Tapi ya tidak buat sarapan juga. Paling saat siang ketika sudah sarapan atau paling tidak makan camilan. Kopi jadi hidangan hangat yang mengenyangkan.

Aku juga suka kopi susu, tapi aku tidak bisa mengkonsumsi rasa lain yang bermacam-macam itu. Favoritku yang rasa mocacino, juga dari merek tertentu. Yang bungkusnya berwarna merah, sesuai warna kesukaan suami dan aku.

6. Tempe goreng

Tempe selalu jadi favorit sebenarnya. Entah tanggal tua atau tidak, tempe selalu dibeli untuk persiapan lauk utama atau tambahan untuk dimasak bersama yang lainnya. Tempe yang digoreng dengan cara sederhana, diberi bumbu lalu digoreng begitu saja itu serupa pengolahan mie instan yang simple sebenarnya.

Jika kamu belum pernah mendengar tempe digoreng wuda, please jangan tertawa ya. Itu istilah di sekitaran rumah. Serupa tempe goreng seperti di iklan bumbu instan untuk menggoreng tempe yang ada di televisi. 

7. Telur goreng

Kalau ini jangan ditanya. Satu kilogram telur di rumahku bisa habis kurang dari satu minggu saja. Kenapa? Karena Kakak Fatih kalau makan sukanya pakai terlur goreng. Demikian juga Ayah Jose kalau pagi-pagi tidak ada lauk utama ya masaknya telur goreng, ceplok atau dadar saja sudah cukup adanya.

Telur goreng sebenarnya bisa dikreasikan. Ah, itu sih cara ketika merasa sedikit bosan dengan olahan telur yang klasik. Omelet telur atau martabak telur, kemarin aku baru makan. Yang membuat Tante Bumil cantik yang sedang deg-degan menanti kelahiran anak pertama.

Sehat-sehat ya semua.
Apapun tanggalnya be happy aja.
Okeeehhh

Keterangan:
Foto yang dipasang dalam postingan ini adalah dokumentasi pribadi, menu sarapan pagi ini: Oyek dan Jangan Welok.




Lifestyle Blogger

Artikel Terkait

Previous
Next Post »

6 komentar

Write komentar
Aysafitri114
AUTHOR
16 September 2019 08.58 delete

Cma satu yg gk aku suka mbak πŸ˜„ sambal terasiπŸ˜‘

Reply
avatar
niozaharani
AUTHOR
16 September 2019 15.02 delete

Aq suka semua πŸ˜†, tp kopinya kopi susu jahe 😁

Reply
avatar
17 September 2019 10.06 delete

Siang-siang, masih kerja, baca ini jadi lapar πŸ™ˆ

Reply
avatar
17 September 2019 22.18 delete

Oyek dan jangan welok itu apa dan bagaimana?

Reply
avatar