Menu Sarapan Favorit Ibu Jesi dan The Clever Family

09.58



#Day12
#OneDayOnePost
#EstrilookCommunity

#Day12
#OneDayOnePost
#KomunitasODOP
#PjOprecOdop7
#GrupTokyo
#DosbingNAC

MENU SARAPAN FAVORIT KELUARGA

Setiap hari aku sarapan, kecuali jika sudah niat berpuasa. Sejak aku bersekolah, zaman SD dulu, Mamaku selalu menyiapkan sarapan untukku dan keluarga. Menu sarapan favorit sebenarnya tidak ada, karena sarapan yang dibuat berdasarkan bahan yang tersedia saja.

Aku juga bukan tipe yang suka pilih-pilih makanan. Apa saja masuk. Mungkin itu penyebab badanku subur kemudian. Meski badan yang cenderung melar ini dimulai sejak program hamil, hamil dan melahirkan, bahkan sampai saat ini aku juga masih menyusui. (Eits jangan protes!)

Andai boleh memilih, dari menu sarapan yang sudah silih berganti sejak 32 tahunan ini. Aku memilih 7 diantaranya menjadi menu favoritku, ya.

1. Bubur Ayam

Entah kenapa aku begitu suka dengan menu sarapan yang satu ini. Setiap Minggu, saat libur, bisa dipastikan menu sarapanku ya bubur ayam ini. Sampai-sampai bakul langganan sampai hapal dan paham. Mungkin akulah satu-satunya orang pembeli setianya setiap hari libur tiba.

Apakah hanya hari libur? Tidak. Kadang jika aku ada perjalanan ke kota, bisa dipastikan juga, aku selalu menyempatkan diri sarapan bubur ayam di depan RSUD Cilacap. Rekomendasi banget deh, sungguh. Dari harganya masih lima ribu rupiah, sampai sekarang sudah dua belas ribu rupiah aku masih setia. Kenapa? Karena rasanya tidak berubah. Selalu sama. Dengan toping yang crunchy, dan bumbu lengkap juga sambal yang aduhai mempesona.

2. Tempe Goreng

Rasanya ini makanan wajib orang desa ya. Eh, nggak juga ding. Tempe sudah mendunia. Bahkan di film Ayat-ayat Cinta, Fahri itu juga nyambi jadi penjual tempe, kan? Hehe.

Apalagi kalau bukan karena cita rasa yang khas dan legitimasi itu lho. Mau dibuat crispy bisa. Dibuat mendoan bisa. Dimodifikais jadi penyet, juga bisa. Kalau kamu suka sarapan dengan lauk tempe, biasanya diapain ya?

3. Sosis Cabe Ijo

Kalau ini kesukaan belum lama. Berawal dari pemikiran modifikasi menu untuk berbuka puasa pas Ramadhan kemarin, beli sosis di pasar, terus dimasak dengan cabe hijau itu ternyata enak dan simple sih. Dijamin nggak pakai ribet.

Lebih enak lagi kalau masaknya dikasih lengkuas gitu. Khas banget aromanya. Sekaligus amis dari daging bahan pembuat sosis bisa jadi solusi buat yang anti bau macam Ayah Jose. Beliau kan aneh ya, nggak doyan daging sapi tapi sama bakso mau. Tapi ya itu, baksonya pilih yang campuran daging sapinya sedikit. Kalau kebauan begitu, beliau bakal milih mundur. Nggak jadi makan. Terus, siapa yang ngelanjutin makan?

4. Lontong Opor

Ini menjadi menu pilihan kedua setelah bubur ayam, yang selalu aku cari saat berkunjung ke Cilacap Kota. Di warung Bubur Priangan tepatnya. Lontong Opornya beda, meski secara rupa sama.

Lontong Opor favoritku selanjutnya adalah buatan Mama mertuaku tercinta. Aku yang apalah-apalah ini jelas kalah jauh dengan beliau yang jago masak dan sudah teruji kualitasnya. Yakin nih, kamu bisa nyaingin juga?

5. Nasi Goreng Bawang

Soal saing menyaingi, nasi goreng satu ini di Rumah Clever belum ada yang nyaingin enaknya. Ini sudah terbukti lho. Nasi goreng yang dominan bumbu bawang ini memang aku yang menemukan tanpa sengaja.

Kapan nemuinnya? Pas masih sekolah SMA dulu. Tapi baru aku coba dan coba saat pertama kuliah dan tahu nggak sih? Menu ini pernah juga dicoba oleh Ayah Jose jauh sebelum kami tahu bahwa diantara kami ada rasa. Ciecie....

6. Ayam Saus Tiram

Ayam di potong kecil-kecil, mirip ayam yang dipakai untuk isian mie ayam. Dengan banyak potongan daun bawang dan irisan tomat, diberi saus tiram akan jadi menu sarapan terlezat saat aku berniat.

Sayangnya menu ini sering terlewat karena estimasi waktu setiap pagi, saat mendampingi Ayah Jose mengawali hari kadang Bebi Jesi suka ngelilir bangun dan membuat sering gagal untuk mengeksekusi. Dan akhirnya menu simple untuk sarapan jadi pilihan yang terbaik, demi kenyaman puteri kecil kami.

7. Aneka Tumisan

Kami menyebutnya "Jangan". Bukan jangan yang artinya tidak boleh, ya. Itu salah. Jangan yang dimaksud itu sama dengan lauk atau sayur, yang ditumis.

Apa saja bisa jadi bahan tumisan. Yang paling sering sih, jangan gandhul (pepaya), jangan oyong, jangan kacang, jangan tempe, jangan tahu, jangan kulit melinjo, jangan terong, dan jangan lain-lain.

Jangan berhenti membaca sampai di sini. Karena masih ada tulisan penting di bawah ini.

Apa sih?

Yeaa, inilah.... Menu sarapan favorit The Clever Family Member:

[11/9 11.05] Tante Hayyu: Bee Hoon
[11/9 11.05] Betty Irwanti Joko: Kalau aku bubur ayam
[11/9 11.32] Mamih Jesi: Mih Quakers susu dingin
[11/9 11.33] Ayah Jose: Nasi goreng+telor ceplok
[11/9 11.39] Om Tray: nasi kuning 😅
[11/9 11.39] Mas Ryan: Nasi uduk kering tempe bakwan 2
[11/9 11.41] Ayah Jose: Jesi lontong mendoan
[11/9 11.41] Pakde Agus: Kopi item 😅
[11/9 12.44] Tante Earny: Jangan tewel disanten

So, Apakah menu sarapan favorit keluargamu?


Lifestyle Blogger

Artikel Terkait

Previous
Next Post »

4 komentar

Write komentar
Restanti
AUTHOR
13 September 2019 16.44 delete

Tempe penyet sambel bawang

Reply
avatar
13 September 2019 18.54 delete

Aku baru tahu tulisan 'be hoon' begitu, Mbak 😄

Reply
avatar
13 September 2019 19.39 delete

belakangan ini lagi suka ngesop pagi2 ��

Reply
avatar