Tips.Konsisten Mengisi Blog Ala Ibu Jesi

08.27




#Day21
#OneDayOnePost
#EstrilookCommunity

#Day21
#OneDayOnePost
#KomunitasODOP
#PjOprecOdop7
#GrupTokyo
#DosbingNAC

TIPS KONSISTEN MENGISI BLOG

Blog menjadi dunia baru bagiku, setelah tugas utama sebagai seorang ibu dan abdi negara dunia keseharian bagiku. Itulah kenapa aku selalu bangga dengan tag, Mother, Teacher, Writer dan baru kemudian blogger.

Setahun yang lalu, aku mulai belajar menulis blog dengan konsisten sebagai syarat mengikuti open recruitmen ODOP Batch 6. Alhamdulillah, perjalanan panjang itu dapat kuselesaikan dengan baik. Waktu itu masih menggunakan alamat blog yang lama, fasebejo.blogspot.com.

Sampai suatu hari aku sangat berniat untuk bisa memiliki blog dengan domain yang berbayar, ah rasanya jadi seperti mimpi. Dua hari kemarin blog ini resmi berubah nama menjadi bettyirwantijoko.com. Betapa kegembiraan itu sempurna menguasai hati dan hariku. (Kok jadi lebih gini ya kesannya, tak apalah. Lanjutkan!)

Nah, karena blog masih hitungan hari dan domain juga baru maka DA pun masih zero sepertinya. Tidak apa-apalah, aku memang harus merangkak dari bawah. Untuk bisa sampai ke atas, aku harus semangat. Aku harus konsisten mengisi blog ini dengan hal-hal yang bermanfaat.

Berhubung saat ini adalah waktu yang tepat, karena masih dalam suasana ng-ODOP Batch 7, dan aku masih bertugas sebagai salah satu Pj di grupnya. Maka aku ikut setiap hari posting satu tulisan di blog. Bisa di cek. Sejak awal September aku sudah mulai menulis, dan belum bolong sedikitpun. Kok bisa? Ya pasti bisa.

Mau tahu nggak resepnya?
Mau tahu nggak tipsnya!

Intip yuk, tips konsisten mengisi blog ala Ibu Jesi:

1. Luruskan niat

Innamal a'malu binniat. Segala sesuatu kembali ke niat. Niat awal aku menulis adalah untuk mengukir cerita dan kisah. Yang siapa tahu kelak akan menjadi sejarah dan bisa dijadikan hikmah bagi semuanya. Aku selalu ingin, kelak anakku bisa membaca karya-karyaku.

Menulis itu awalnya tidak mudah. Proses yang harus dilalui tidak semudah membalikkan telapak tangan. Menulis itu perjuangan. Belajar dari satu kelas ke kelas lain itu butuh konsentrasi dan konsistensi. Belajar bergaul dari satu komunitas ke komunitas lain, jelas butuh kesabaran dan kelapangan, juga ketegaran.

2. Kobarkan Semangat

Hampir tiga tahun ini kemudian aku menjaga semangat dan niat. Mengisi hari demi hari dengan menulis, menulis dan menulis. Bahkan hingga detik ini aku masih terus menulis, dan entah sampai kapan.

Alah bisa karena biasa. Menulis menjadi lebih mudah karena dibiasakan. Itu saja yang aku lakukan. Pandangan menulis itu tidak mudah sedikit demi sedikit mulai beralih menjadi, menulis itu semudah tersenyum. Saat bibir ini sempurna membentuk lekuk keceriaan, rasanya jiwa dan raga turut bahagia. Apalagi jika tulisan kita bisa membuat orang lain tersenyum, sungguh kebahagiaan itu semakin merona.

3. Satu hari satu tulisan

Satu hari satu tulisan, jelas tidak mudah. Lho? Kok tidak mudah? Katanya tadi menulis itu semudah tersenyum.

Menulisnya mudah, yang susah itu konsistennya. Katanya...

Kalau kataku si satu hari satu tulisan ya mudah saja, yang penting buat dulu draftnya. Sempurnakan di aplikasi penulisan sederhana tidak apa-apa, misal Colornote begitu. Seperti yang selama ini aku pakai. Meski sebenarnya, menulis langsung menggunakan suara juga bisa, pakai voicenotes. Tapi fitur itu kurang cocok bagiku, setelah pernah aku coba.

4. Bank Tulisan

Tulisan yang ada di draft gawai, bisa jadi bank tulisanmu untuk postingan di blog. Tulis saja di manapun dan kapanpun kamu bisa. Itu sangat membantu.

Aku biasa menyelesaikan semua draft kemudian membuka blogger dari browser. Kemudian copas ke entri baru di blog pribadi. Biasanya juga sudah aku lengkapi dengan gambar atau foto.

Kalaupun belum sempurna nanti bisa disempurnakan via gawai atau laptop lewat fitur edit kan?

5. Nulis saat anak tidur

Kalau nulis saat anak tidur itu serupa nulis saat ada kesempatan. Iya, kan? Saat harus fokus dengan anak dan anak-anak, aku akan fokus sepenuhnya. Itulah mengapa setelah pulang ke rumah, gawaiku selalu off. Demi anak.

Itulah makanya di beberapa komunitas aku sering jadi silent reader, kenapa? Karena saat jam kerja aku tidak sempat ikut nimbrung. Baca semua chat saja kalau malam. Tapi aku selalu pastikan selalu menyimak, meski tidak bisa aktif kemudian.

6. Relakan istirahat

Saat aku menulis draft ini di gawai, anakku tidur siang di sebelah. Kupastikan dia terlelap dengan nyaman. Aku relakan jam istirahat dengan segenap keniatan. Apalagi kalau bukan demi sebuah semangat, konsisten mengisi blog.

Konsistensi yang akan membuahkan karya kemudian, itu sebuah keinginan. Sebab apa? Keinginan selalu harus disertai dengan usaha yang keras dan semangat pantang menyerah. Itu jurus andalan!

7. Jangan takut begadang

Nah, kalau yang ini jurus terakhir. Karena akhir-akhir ini Jujur, aku jarang sekali melakukannya. Karena istirahat siangku sering kurelakan, maka istirahat malamku harus kumaksimalkan. Kenapa? Karena anak tercinta itu juga kalau malam, sangat meminta perhatian. Maklum, sepanjang hari ayah ibunya bekerja. Mungkin dia rindu, rindu serindu-rindunya. (Kok kayak judul lagu ya?)

Begadang menjadi jurus andalan saat DL sudah di depan mata dan aku belum berbuat apa-apa. Ini biasanya kalau aku lagi kebanyakan proyek. Kepengin ikut ini kepengin ikut itu. Ah, aku memang orang yang haus akan tantangan. Makanya itu, suamiku mulai ingin istrinya mengurangi kegiatan. WhatsApp? Eh, whats? Apa?

Bukan, bukan...
Maksudnya Ayah Jose ingin kami memulai proyek menulis berdua. Makanya itu sekarang dia jadi ikutan kelas menulis, dan untuk itu beliau juga harus konsisten menulis di blognya.

Simak tulisan ini ya suamiku tercinta.
Selamat menyimak juga untuk teman-teman semua.

Semoga bermanfaat.

Lifestyle Blogger

Artikel Terkait

Previous
Next Post »

3 komentar

Write komentar
Aysafitri114
AUTHOR
22 September 2019 10.34 delete

Bermanfaat sekali buat yg masih pemula seperti aku 😀

Reply
avatar